She Is My Woman

She Is My Woman
BAB 9



Hari ini begitu melelahkan bagi Pricilya. Bukan masalah pekerjaan yang membuatnya merasa lelah namun perdebatannya bersama sekretaris Jho lah yang membuatnya merasa hari ini begitu sial. Direbahkan nya tubuh mungil itu diatas ranjang yang begitu nyaman menurutnya. Tanpa terasa kini Pricilya terlelap dalam tidur panjangnya hingga pagi menjelang. Terdengar suara alarm disamping tempat tidurnya begitu nyaring hingga membangunkan gadis mungil itu dari mimpi indahnya


" Aaaahh..... Boleh kah aku tidak pergi bekerja hari ini? Aku sungguh tidak mau bertemu dengan sekretaris menyebalkan itu " ucapnya entah pada siapa karna hanya ada dia seorang diruangan itu


Namun selang beberapa detik, kini gadis itu terbangun dari tidurnya dan berlalu pergi menuju kamar mandi dengan malas. Kini Pricilya tengah menyantap sarapan paginya yaitu roti selai dan segelas susu coklat hangat. Setelah selesai dengan sarapan paginya itu, Pricilya pun bergegas pergi berangkat kerja menggunakan taxi online yang dia pesan sedari tadi


Diperjalanan, Pricilya terus mengutuk sekretaris Jho tanpa henti hingga sopir taxi pun hanya menggelengkan kepalanya melihat penumpang nya yang tanpa henti menyumpahi seseorang


" Semoga pagi ini kau sakit perut tanpa henti, semoga kau tersandung batu saat berjalan, semoga kau terjebak macet berkepanjangan hingga tak bisa masuk bekerja " cerocosnya mengumpat sekretaris Jho tanpa henti


" Aaaaaaaaa...... Aku tidak mau bekerja lagi disana " teriaknya didalam mobil yang membuat sopir taxi itu pun terlonjak kaget dengan teriakannya


Tak terasa kini Pricilya pun telah sampai didepan gedung pencakar langit tempatnya bekerja saat ini


" Apakah aku harus masuk kesana? " gumamnya pada dirinya sendiri merasa ragu keluar dari taxi tersebut


" Ah sudah lah peduli apa aku pada sekretaris sialan itu. Acuh kan saja dia Pricilya , anggap saja dia tidak ada atau anggap saja dia patung berjalan. Kau tidak usah memperdulikannya " ucapnya lagi memberikan sugesti pada dirinya sendiri


Setelah membayar taxi tersebut Pricilya pun keluar dari dalam taxi kemudian merapikan baju kemeja yang ia pakai saat ini


" Oke Pricilya kau bisa melewati hari ini seperti hari kemarin. Semangat.... Semangat.... Huh " ucapnya menyemangati dirinya sendiri sambil menghempaskan nafasnya kasar diakhir


Kini Pricilya telah sampai diruangan nya. Dilihatnya sekeliling ruangan mencari keberadaan sekretaris Jho namun betapa leganya dia saat mengetahui bahwa tidak ada sosok orang itu didalam nya


" Huh untung saja orang menyebalkan itu belum datang hahaha " ucapnya kemudian tertawa lepas


Ttuuuuut


Ttuuuuut


" Ya, dengan sekretaris Pricilya disini " ucap nya mengangkat telepon diatas mejanya


" Dalam waktu 20 menit kau harus sudah ada dibandara sekarang " ucapnya tegas


" What? Are you crazy? jarak kantor dan bandara sangat jauh, apa kau pikir aku ini astronot yang langsung bisa meluncur kesana dalam waktu sekejap " protesnya pada sekretaris Jho disebrang sana " Lagian kita mau kemana aku tidak membawa paspor " ucapnya lagi


" Gila ya tuh orang. Ada aja kerjaannya yang bikin gue kesel setengah mati " gerutunya sambil membuka laci- laci yang ada dimeja kerja sekretasis Jho itu


Benar saja semua yang dibutuhkan Pricilya tertata rapi dilaci itu. Tanpa pikir panjang Pricilya pun mengambilnya dan pergi menuju lift tak lupa ia ambil tas jinjingnya kemudian menekan tombol 23 yang artinya 1 lantai dibawah atap


Begitu sampai lantai 23 pricilya pun berlari kearah tangga menuju atap sambil sesekali melirik jam ditangannya. Karna terburu- buru Pricilya pun terjatuh tepat dibelakang pintu atap karna tersandung tangga yang terakhir. Karna Pricilya memakai hils kakinya jadi terkilir akibat jatuhnya tadi. Meski tidak terjatuh dengan begitu keras, namun cukup membuat kaki Pricilya terasa ngilu saat dipakai berjalan. Dipaksakan nya kakinya itu yang terasa sakit menuju atap dan benar saja disana sudah bertengger sebuah helikopter menunggunya


Pricilya memasuki helikopter itu dengan kaki yang masih terasa sakit. Didalam helikopter itu terdapat 4 orang termasuk dirinya. 1 sebagai pilot dan 2 laki- laki yang berpakaian serba hitam seperti seorang pengawal yang ada dalam film- film tapi Pricilnya mengacuhkan pria berbaju serba hitam itu dan memilih mengurut kakinya yang terasa sakit itu


Selang beberapa menit Pricilya pun tiba dibandara. Begitu turun Pricilya langsung bergegas pegi ke tempat yang diberi tahukan sekretaris Jho melalui pesan singkat. Ia berlari kecil sambil sesekali memegangi kakinya yang terkilir tadi. Setelah mencari keberadaan sosok pria yang menyebalkan itu kini akhirnya Pricilya menemukan sosok laki- laki itu sedang terduduk dengan santainya sambil memainkan ponsel ditangannya. Pricilya pun mulai berjalan dengan santai meski masih dengan kaki pincang


" Aku sudah tiba " ucapnya memberi tahu keberadaannya


" Kau telat 10 menit 25 detik " ucapnya tanpa melihat ke arah Pricilya


" Aku hanya manusia biasa, bukan jin " jawabnya dingin


" Pakai ini " ucap sekretaris Jho sambil menyodorkan kacamata hitam dan masker yang senada


" Apa ini? apakah aku artis k-pop? aku tidak mau " ucapnya dan menolak pemberian sekretaris Jho


" Kau tidak usah banyak tanya pakai saja " ucap sekretaris Jho lagi


" Kenapa tidak kau suruh aku memakai topeng baja hitam saja sekalian biar seluruh mukaku ini tidak terlihat " protes Pricilya sambil merebut masker dan kaca mata hitam ditangan sekretaris Jho


" Ide bagus, lain kali akan ku siapkan kusus untukmu " ucapnya sambil menarik sebelah ujung bibirnya


" What? Awas saja kalau itu beneran terjadi kucincang kau dan ku buang potongan tubuhmu itu kelaut untuk makanan ikan hiu yang kelaparan " gerutunya merasa candaannya itu dianggap serius oleh sekretaris Jho


" Sebelum kau melakukan itu anak buah ku akan bertindak duluan padamu " ucapnya datar


Dilihatnya sekeliling ruangan itu hanya ada laki- laki berbaju hitam semua disana dan hanya dia wanita satu- satunya disana. Seketika Pricilya pun terdiam membisu merasakan hawa berbahaya disekitarnya jika ia salah bertindak