
Kini mereka telah tiba di P R A N C I S lebih tepatnya kini mereka sudah berdiri didepan gedung pencakar langit yang ada dikota tersebut. Didepan pintu lobi sudah berjejer orang- orang yang mengenakan setelan hitam putih. Ada juga yang rapi mengenakan jas namun tetap bertemakan warna gelap
" Selamat datang tuan muda Ronald " sapa para pegawai disana dengan membungkukkan badan dan tersenyum secerah matahari pagi
" Hmmm " jawabnya sambil berlalu pergi melewati lorong orang- orang tersebut Pricilya hanya mengekori boss nya itu dari belakang tanpa berniat melakukan apapun tanpa perintah dari atasannya itu
Kini mereka sudah memasuki lift kemudian Jho menekan tombol 45 yang berarti mereka akan pergi ke lantai 45
Tiiing
Pintu lift pun terbuka. Mereka terus berjalan melewati beberapa ruangan hingga tibalah kini mereka berhenti didepan pintu megah berwarnakan biru langit dan terdapat nomor kamar 2097
" Selera anak ini semakin buruk saja ckckck " ucap Ronald sambil menggelengkan kepalanya
Tanpa menunggu titah dari atasan nya itu Jho pun langsung mengetuk pintu kamar tersebut beberapa kali
Tookk
Tookk
Tookk
Tak ada jawaban dari pemilik kamar
" Dalam hitungan ketiga, kalau pintu ini belum terbuka akan kuratakan bangunan ini " ucap Ronald mulai mengancam penghuni kamar tersebut
" Tiii..... "
" Tunggu.... " ucapnya sambil terengah- engah karna berlari
" Anak pintar " ucapnya kemudian langsung masuk tanpa menunggu tuan rumah mempersilahkannya
" Kau benar- benar tidak berubah sedari dulu. Makin lama aku semakin ingin menghilang dari bumi ini ketempat dimana kau tidak bisa menemukanku. Kau sudah lama tidak bertemu denganku, harusnya kau bilang rindu atau basa basi sedikit padaku " gerutunya sambil menutup pintu dan berjalan mengikuti rombongan Ronald CS
" Ide yang bagus, Jho segera kirim dia ke Kutub Utara atau ke Madagaskar setelah acara pernikahanku nanti " ucapnya enteng
" Baik tuan muda akan saya persiapkan dari sekarang " ucapnya sambil mengambil ponsel dari kantung jas nya
" Baik lah aku salah. Aku mohon pengampunanmu yang mulia raja Ronald Cruise. Aku tidak ingin menghilang dari dunia ini apa lagi dari sisimu, sungguh " ucapnya sambil mengeluarkan pupy eyes nya yang menurutnya sangat imut apabila ia melakukannya, padahal.... yah begitulah
" Jho apakah dia tidak tumbuh dengan benar selama aku meninggalkannya dan menitipkannya padamu? "
" Tidak tuan muda. Justin selama ini mengikuti apa pun perintah anda sedari dulu. Hanya saja tingkah kekanak- kanakannya yang terkadang datang tiba- tiba saat merasa dirinya terancam " jelas Jho pada Ronald
" Ayolah paman aku sangat merindukanmu selama ini. Sudah hampir 3 tahun lamanya kamu tidak mengunjungiku, apa kamu sama sekali tidak merindukanku yang lucu ini " ucapnya lagi sambil bergelayut manja pada tangan Ronald seperti seorang anak pada ibunya
" Baiklah- baiklah lepaskan tanganmu ini kau sudah sebesar ini tapi tingkahmu masih seperti anak TK, sia- sia aku memberimu makan selama ini " ucapnya melepaskan tangan Justin yang memeluk tangannya erat kemudian berlalu pergi menuju sofa diruang tamu
" Tenang saja paman aku sudah mempersiap kannya dan aku tidak akan membuat paman kecewa dengan hasil karyaku "
Diambilnya selembar kertas yang ada di atas meja kerjanya yang tak jauh dari ruangtamu tersebut
" Ini " ucapnya sambil menyodorkan kertas tersebut
" Bagus, akhirnya kamu tidak mengecewakan ku kali ini "
" Sekarang ukur badannya dan cepat buat gaunnya " ucapnya kemudian sambil menunjuk Pricilya menggunakan matanya
" What? tunggu, gaun? gaun apa? kenapa aku yang harus diukur? " ucap Pricilya tak mengerti arah pembicaraan boss nya tersebut
" Tentu saja gaun pengantin calon bibiku tersayang. Dan kalau bukan kau yang harus diukur, lalu aku harus mengukur siapa? Luna Maya? atau Lucinta Lambe? gak mungkin kan " ucapnya memberi tahu Pricilya yang masih syok mendengar penjelasan nya
" Aku tidak mau. Siapa yang mau menikah dengan gunung es ini? membayangkannya saja sudah membuatku demam. Poko nya aku tidak mau " ucapnya tegas
" Kau tidak ada pilihan lain nona. Keselamatan ayah mu ada ditangan tuan muda Ronald " ucap sekretaris Jho memberi tahu dan sontak saja itu membuat Pricilya kaget bukan main
' Ayah? kenapa mereka bisa tahu kalau ayah sedang tidak sehat? dan kenapa juga sekretaris Jho mengatakan bahwa keselamatan ayahku ada ditangan tuan muda Ronald? ' ucap Pricilya dalam hati terus bertanya- tanya
" Aku telah mengirim ayahmu berobat keluar negeri dan aku pun telah melunasi hutang keluargamu pada rentenir itu. Jadi kalau kau menolak menikah denganku, aku tinggal mengembalikan ayahmu dan kau kembalikan hutang yang telah ku lunasi pada rentenir itu, gampang kan? tapi jika kau bersedia menikah denganku, kau bisa menganggap semua yang aku lakukan pada keluargamu tidak pernah terjadi dan kau bisa hidup dengan nyaman denganku " ucapnya menjelaskan
" Ta... Tapi kenapa harus aku? banyak wanita cantik, sexy dan lebih dari ku diluar sana, kenapa kau malah memilih aku yang memiliki banyak kekurangan ini? " ucapnya mulai melemah membayangkan nasib ayahnya yang kini berada di tangannya
" Gampang sekali, alasan nya karna kamu TIDAK TERTARIK denganku, maka aku putuskan kamu yang akan menikah denganku dan usahakan rasa sukamu padaku itu tidak akan ada sampai kapan pun, itu lah keinginanku " ucapnya dengan menekan kata tidak tertarik pada Pricilya
" Ta.. Tapi.... " ucapnya terhenti karna Ronald memotong pembicaraan nya
" Tidak ada tapi, sekarang tentukan keputusan mu. Kau terima atau kau ingin ayahmu diberhentikan dari berobatnya itu? " ucapnya tegas
" Aa... Aku.... Bersedia " akhirnya Pricilya mengambil keputusan untuk menikah dengan Ronald karna memikirkan keselamatan ayahnya yang saat ini memang memerlukan pengobatan khusus
" Pilihan yang tepat. Sekarang, Justin. Ukur badanya kemudian Jho, persiapkan kontrak pra- nikah untuknya " ucapnya sambil berlalu pergi kearah dapur
" Sebenarnya paman orang yang baik dan hangat. Tapi dulu pacarnya malah berselingkuh dengan teman paman, maka dari itu paman jadi sangat dingin sekarang terhadap wanita " ucap Justin menjelaskan sedikit masalalu Ronald
hai hai maaf yah udah lama gak update soalnya lagi sibuk sama pekerjaan. Dan makasih banget buat kalian yang udah nyempetin baca novel abal- abal ini
salam hangat dari Ara
gomapsemida
ikutin terus yah kelanjutan ceritanya 😉
see you.... bye bye 😘