
Pagi ini Pricilya bangun pukul 05:30 waktu setempat. Dibereskannya ranjang yang menjadi tempat peristirahatannya melepas lelah itu. Setelah dikiranya rapi Pricilya pun pergi ke kamar mandi sambil menenteng jubah mandinya yang tergantung didekat pintu kamar mandi itu
20 menit berlalu, kini Pricilya keluar dari kamar mandi dengan rambut sedikit basah. Dibukanya lemari pakaian miliknya itu dan diambilnya kemeja lengan panjang warna cream dan rok hitam selutut yang telah ia persiapkan kemarin
Kini Pricilya telah siap dan rapi dengan rambut yang ia kuncir kuda. Pricilya tak memakai banyak riasan seperti perempuan pada umumnya, ia hanya mengenakan sedikit bedak tabur dan lipstik warna pach kesukaannya. Setelah itu Pricilya pun melihat pantulan dirinya sendiri di cermin dari ujung rambut hingga ujung kaki
" Kau terlihat cantik hari ini sayang " pujinya pada dirinya sendiri sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia merasa geli dengan ucapanya sendiri kemudian tertawa renyah
Tepat puku 07:00 waktu setempat Pricilya berangkat dari apartement nya menuju perusahaan Cruise Group mengenakan taxi online yang ia pesan tadi. Jalanan tersa sepi hari ini padahal ini masih hari kerja bukan weekend, pikirnya. Tapi beruntung lah jalanan sepi hari ini, kalau tidak dia bisa telat masuk kerja dihari pertamanya dan itu sangat buruk baginya
Pricilya tiba pukul 07:45 masih tersisa 15 menit sebelum waktu kerja, tapi Pricilya langsung bergegas pergi memasuki lobi kantor itu dan pergi menuju lift yang tak jauh dari pintu lobi tersebut. Tak butuh waktu lama pintu lift pun terbuka, dilangkahkan nya kakinya itu masuk kedalam lift kemudian menekan tombol 17
Tiiiing
Lift pun terbuka dan langsung menyuguhkan pemandangan ruangan yang sangat luas. Dilangkahkan nya kakinya itu keluar dari dalam lift menuju ruangan yang luasnya melebihi apartement nya itu mungkin sekitar 5x lipat dari luas apartementnya itu. Diedarkan pandangannya itu menyapu setiap sudut ruangan merasa kagum dan masih belum bisa percaya bahwa kini dirinya bekerja didalam ruangan tersebut. Belum selesai Pricilya mengagumi ruangan tersebut, terdengar suara seseorang dibelakangnya bertanya tentang keberadaanya diruangan tersebut
" Siapa kau? dan mau apa kau ada disini? " ucap seseorang itu bertanya pada Pricilya
" Saya sekretaris baru diruangan ini " ucapnya memberi tahu sambil membalikkan badan dan membungkuk kan sedikit badannya
" Oh kau sekretaris bayanganku? " ucapnya lagi mencoba bertanya kembali
" Benar " jawabnya singkat
" Ikuti aku, akan kutunjukkan mejamu " ucapnya sambil berjalan mendahului Pricilya. Pricilya pun menurut dan mengekorinya dibelakang
" Ini mejamu, kau sudah tahu kan pekerjaan mu apa saja? kalau ada yang tidak kau mengerti, bisa kau tanyakan padaku " ucapnya kemudian
" Baik " jawabnya lagi singkat
" Yah... Kalau begitu selamat datang dan selamat bekerja untukmu nona B A I K " ucapnya dengan penekanan diakhir kalimat karna merasa kesal dengan Pricilya yang hanya menjawab dengan kata BAIK saja dari tadi
" Terima kasih dan nama saya buka B A I K tapi Pricilya " ucapnya membenarkan dengan raut wajah tanpa ekspresi
" Oh ternyata kamu bisa bicara kata yang lain selain B A I K ternyata. Aku pikir kamu hanya tahu kata B A I K saja dan IQ mu yang katanya lebih dari 200 itu hanya sebuah candaan atau sebuah gelar saja " cerocosnya masih dengan intonasi kesal
Tak ada jawaban dari Pricilya, gadis itu malah mengalih kan perhatiannya pada tumpukan berkas yang ada diatas mejanya dan mengacuh kan lawan bicaranya itu
" Ya ya nona cerdas terserah kau saja mau berbuat apa. Aku Jho sekretaris utama presdir disini " ucapnya memberi tahu pada Pricilya
" Ckckck...... Memang IQ diatas 200 " ucap Jho lagi sambil menggelengkan kepalanya
Baru kali ini ada wanita yang acuh padanya. Biasanya dia yang akan berbuat seperti itu jika ada wanita yang mencoba mendekatinya
" Huh turun sudah derajatku jika berdekatan dengan gadis itu. Ternyata dia lebih dingin dari tuan Ronald " ucap Jho dengan suara yang diperkecil
Kini Prisil mengerjakan semua tugas yang diberikan sekretaris Jho. Mulai dari menyusun jadwal rapat , meeting dengan klayen luar negeri dan masih banyak lagi yang lainnya. Setelah selesai, Pricilya pun bergegas pergi ke meja sekretaris Jho yang berada satu ruangan dengannya. Diserahkannya semua berkas- berkas yang diminta sekretaris Jho termasuk jadwal rapat boss nya itu. Dilihatnya jam yang melingkar ditangan kirinya sudah menunjukkan pukul 12 siang, saat nya istirahat.
" Kau tunggulah tuan Ronald keluar terlebih dahulu jangan sampai kalian berpapasan karena tuan Ronald paling tidak suka jika ada orang asing diruangannya " jelas sejretaris Jho karena melihat Pricilya membereskan meja kerjanya
" Ribet sekali, padahal kan aku juga tidak persis satu ruangan dengannya. Aku masih terpisah oleh ruangan ini bersamamu dan lagi aku bukanlah orang asing, aku sekretaris nya " protes Pricilya merasa kesal
" Tetap saja ini masih dalam lingkup ruangannya. Dan kuingat kan sekali lagi kau itu bukan sekretarisnya melainkan sekretaris bayangan ku saja. Yang artinya kau tidak boleh terlihat oleh presdir apa lagi berkeliaran didekatnya, itu sangat dilarang keras kau mengerti? " jelas sekretaris Jho panjang lebar
" Ya ya ya aku hanya sekretaris bayangan yang artinya aku hanya bekerja dibelakang layar saja " ucapnya sambil terfokus pada ponsel yang di genggam nya
" Lagian siapa juga yang mau berkeliaran didekatnya heh " ucapnya lagi namun kini dengan suara yang lebih kecil agar sekretaris Jho tidak mendengarnya
Tak lama kemudian terdengar suara pintu tertutup agak kerasa menandakan sang pemilik ruangan telah keluar. Mendengar itu Pricilya pun langsung bergegas berdiri dari duduknya dan akan segera pergi ke kantin perusahaan karna merasakan perutnya yang sudah berdemo sedari tadi. Namun dengan segera sekretaris Jho menghentikan langkah Pricilya lagi
" Eit... Tunggu sebentar lagi " ucapnya sambil melihat telepon disampingnya dan Pricilya pun menurut meski dalam hatinya mencibir sekretaris Jho
Ttuuuut
Ttuuuut
" Ya tuan " jawab sekretaris Jho langsung mengangkat telepon itu
" ...... "
" Baik tuan sebentar lagi akan saya antarkan " ucap sekretaris Jho lagi
Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka lalu tertutup kembali
" Sekarang kau bisa keluar " ucap sekretaris Jho datar
" Dari tadi ke, gak tau orang lagi kelaperan apa? " gerutunya sambil melangkah menuju pintu keluar. Sekretaris Jho pun hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ocehan Pricilya