
" Pokonya Pricil gak mau yah kakak ikut. Kakak itu pengacau disegala suasana. Kalau kakak ikut, hancur sudah liburan indahku " ucapku sambil memakai sepatu
" Dasar adik kurang ajar. Masa kakak sendiri dibilang pengacau " protesnya sambil berdiri berkacak pinggang dibelakang Pricilya seperti orang tua sedang memarahi anaknya
" Memang kenyataannya begitu wleee..... " ucapku sambil menjulurkan lidah padanya
" Huh awas saja, pokonya kakak akan ikut mau kamu setuju ataupun enggak " ucapnya kemudian berjalan masuk kedalam rumah
" Aaaaaahhhh.... " teriakku frustasi karna perdebatan yang sudah ku tahu akhirnya meski aku harus berdebat seharian dengannya hasilnya akan tetap sama ' Aku yang akan kalah '
" Ah kunci,,, Kunci mana kunci " ucapku sambil berlari kedalam rumah
" Kunci apa? " ucap kak Adi kakak pertamaku
" Kunci motor lah kak masa kunci mobil kita kan cuma punya motor " ucapku tanpa menoleh kearah kak Adi
" Bukannya kamu berangkat sama Genta? kenapa kamu cari konci kotor? " tanyanya heran
" Kakak ku sayang, yang paling ganteng, paling baik, paling soleh dikeluarga ini. Kalo kunci motor dipegang oleh kak Bima nanti dia bakalan ikut, dan adik mu yang paling cantik, paling manis, paling imoet ini gak mau dia ikut " ucapku sambil menunjukkan wajah memelas seperti seekor kucing yang membutuhkan kasih sayang dari majikannya
" Tapi kunci motor kan emang selalu Bima yang megang " ucapnya sambil meminum kopi yang berada ditangannya
" Aaahh..... Bisa gila aku lama-lama punya kakak kaya dia " ucapku sambil menghentak-hentakkan kaki dilantai
" Memangnya kenapa sih kalau dia ikut Cil? diakan kakak mu, mungkin saja dia ingin menjagamu lamu mentraktirmu nanti " ucap kak Adi seolah mengejek
" Cih,, Dia ingin menjagaku? mentraktirku? dalam mimpiku pun itu tidak akan pernah terjadi. Yang ada Cila yang ngeluarin uang buat dia huh " ucapku sambil cemberut kemudian duduk di sofa ruang tamu
" Yah sesekali gak apa kan seorang adik ngejajanin kakaknya hahaha " ucap kak Bima tiba-tiba muncul dengan berpakaian rapi seperti dia yang ingin bersenang-senang melebihiku
" Kita mau ke P A N T A I bukan mau ke mall, ngapain pake sweeter? emangnya dipantai dingin? " ucapku melihat penampilan kakak ku yang satu ini dari atas rambut hingga ujung kaki tidak ada sedikitpun aura ingin ke pantai, malah lebih cocok untuk ke mall atau berjalan bersama pacarnya
" Dalam situasi apapun, kakakmu yang ganteng ini harus menjaga image nya dong. Meski kita akan kepantai, kakak kan juga harus tampil ganteng biar ada yang melirik " ucapnya sambil bergaya so cool
" Kak Adi, sepertinya taraf kegilaan kak Bima sudah melebihi taraf kesadarannya. Eeemmm,,,, Harus kah aku mampir ke RSJ sebelum ke pantai? hahaha " ucapku kemudian tertawa terbahak- bahak
" Haha sepertinya itu lebih baik " balas kak Adi sambil ikut tertawa kemudian berjalan keluar sambil terus menengteng kopi ditangannya
" Kalian ini memang benar-benar adik dan kakak yah, bahkan kekejaman kalian pun sama. Apalah dayaku yang tak bisa berbuat apa-apa meski dianiaya oleh abang dan adik ini heu.. heu.. " ucapnya sambil berpura-pura menangis
" Kitakan masih satu keluarga hahaha "ucapku dan kak Adi berbarengan kemudian tertawa lagi
" Aku kan tidak bilang kalian bukan keluargaku " ucapnya kemudian berjalan menuju rak sepatu sambil menekuk wajahnya seolah bersedih
Tiinnnn....
Ttiinnn.....
Suara bunyi klakson didepan rumah yang ku prediksi itu adalah bunyi klakson motor kak Genta. Benar saja, setelah kulihat kedepan rumah, kak Genta sudah rapi dengan pakaian santainya dan helm yang masih terpakai dikepalanya
" Assalamualaikum kak Adi " ucapnya setelah turun dari motor dan mencopot helm yang tadi ia kenakan kemudian berjalan mendekati kak Adi dan mencium tangannya
" Waalaikum salam.... Sini duduk dulu Gen sambil ngopi-ngopi " ucap kak Adi mempersilahkan kak Genta duduk dibangku kosong disebelahnya
" Iyah kak " jawab kak Genta kemudian duduk dibangku kosong tersebut
" Hey bisa cepat sedikit gak sih? pakai sepatu aja lama banget " ucapku sedikit berteriak pada kak Bima
" Iya sabar dasar nenek sihir " ucapnya sambil menalikan tali sepatu sebelahnya lagi
" Besok-besok gak usah pake sepatu, pake sandal japit aja biar gak rempong " ucapku berpura-pura marah
" Iya bawel.... Udah ayo, malah tiduran gimana sih? " ucapnya setelah selesai dengan rapatnya bersama sepatunya itu
" Habisnya kak Bima lama banget jadi ngantuk kan hoam.... " ucapku sambil menguap seperti sedang mengantuk
" Udah ayo cepet keburu siang tar panas " ucapnya sambil mengenakan helm dikepalanya
" Iya,, iya,, Kak Genta ayo let's goooo..... " ucapku mulai bersemangat kemudian meraih helm yang menggantung di motornya kak Genta karna memang itu helm yang biasa ku pakai kalau bepergian bersama kak Genta dari dulu
" Ibu, Ayah, Cila pergi dulu yah assalamualaikum.... " ucapku berpamitan sambil mencium tangan mereka
" Iyah hati-hati dijalan jangan kebut-kebutan bahaya " ucap ibu mengingatkan
" Siap komandan laksanakan "ucapku kemudian tertawa kecil
" Kak Adi Cila pergi dulu yah, titip ibu sama ayah " ucapku kemudian sambil mencium tanyannya
" Iya, kamu juga hati-hati dijalan " balasnya sambil berdiri
" Iya,, iya,,. Assalamualaikum " ucapku lagi mengulang salam sebelum benar-benar berangkat
" Waalaikum salam " ucap mereka bersamaan dan kami pun langsung berangkat mengingat waktu yang mulai siang