She Is My Woman

She Is My Woman
BAB 22



Kini Ronald telah tiba di Indonesia dengan membawa serombongan escort dan tak lupa menyewa seorang penerjemah agar mereka lebih mudah berkomunikasi nantinya dengan keluarga Pricilya


" Apakah kita akan pegi berperang? bukan kah kita kesini hanya untuk menjemput cewe gila itu? kenapa harus membawa bodyguard sebanyak ini? " gerutu Jho dalam hati


Kini mereka menaiki bus yang telah disewa oleh sekretaris Jho sebelumnya melalui situs online


" Lihat lah, bus saja langsung penuh begitu mereka masuk, sudah seperti rombongan turis akan berlibur " gerutu Jho lagi dalam hati


" Jho... sepertinya kita terlalu banyak membawa pengawal, lihatlah... " ucap nya sambil menunjuk bus didepan nya " Bahkan sebelum kita masuk bus itu sudah penuh " ucap nya lagi meneruskan kalimatnya yang tadi menggantung


" Bukankah seharusnya kau menyadarinya dari awal tuan muda? lalu apa sekarang masalahnya? ini kan juga atas perintah darimu untuk membawa 50 orang pengawal. Apa kau akan memulangkan mereka setelah tiba di Indonesia? kenapa tidak pas tadi di bandara saja saat kita belum lepas landas protesnya? " andai kata-kata itu bisa keluar dari mulut sekretaris Jho tapi sayang, keberanian sekretaris Jho tidak sebanyak itu


" Jho, sewa lagi satu mobil untukku. Aku tidak mau berdesak- desak kan dengan mereka " ucapnya sambil mengotak atik ponselnya


" Tapi tuan muda, didepan masih ada bangku kosong untuk anda tempati. Kalau saya pesan lagi sekarang itu akan memakan waktu lama tuan muda " ucapnya memberitahu


" Terserah mau berapa lama yang jelas A K U T I D A K M A U B E R S A M A D E N G A N M E R E K A " ucapnya tegas dan penuh penekanan diakhir kalimat


" Baik lah tuan muda " ucapnya akhirnya menuruti perintah tuan mudanya itu


Setelah lama menunggu akhirnya mobil yang disewa sekretaris Jho pun tiba. Ronald pun masuk kedalam mobil tersebut diikuti sekretaris Jho dan sang penerjemah


" Kita mau kemana tuan? " ucap sang sopir bertanya pada sang penerjemah yang duduk disamping nya


" He asked where we were going? "tanya sang penerjemah kepada sekretaris Jho


" Tell him we will address this " jawabnya sambil menyodorkan selembar kertas yang berisikan alamat rumah kakek Pricilya


Loooohh??? Bagai mana sekretaris Jho tahu dimana Pricilya berada? bukannya Pricilya tidak pernah mengatakan tempat nya berada saat ini? Pricilya hanya bilang kalau dia ada di Indonesia kan tidak menyebutkan alamat lengkap keberadaannya saat ini? lalu dari mana sekretaris Jho tahu keberadaan Pricilya? apakah dia seorang dukun? hahaha tentu saja tidak, pasti kalian bertanya-tanya kan bagai mana sekretaris Jho bisa tahu keberadaan Pricilya saat ini dari mana? ah pasti ada informan di Indonesia, tuan Ronald kan kaya raya pasti mudah baginya mencari seekor kuru di wadah yang sekecil itu. Atau mungkin sekretaris Jho punya indra ke-6? makanya dia bisa tahu dimanapun pricilya berada? haha tentu tidak juga.. Yang benar adalah ......


Jeeng Jeeng Jeeng Jeeng


Kalian masih ingat Justin? yah dia desainer yang merancang gaun pengantin untuk Pricilya. Lalu apa hubungan nya Justin dan keberadaan nya Pricilya saat ini? tidak mungkin kan Justin berada bersama Pricilya lalu memberi tahu sekretaris Jho keberadaannya? bahkan sebelum Pricilya menginjakkan kaki di bandara pasti sudah dicegah oleh sekretaris Jho kalau benar itu terjadi. Lalu apa hubungannya Justin dan Pricilya? jawabannya adalah karena Justin memasang alat pelacak di topeng nya Pricilya tanpa ada yang tahu, bahkan Ronald sendiri pun tidak kepikiran sampai kesitu, lalu ko Justin bisa kepikiran sampai kesitu? karna sifat Ronald yang dingin dan terkesan angkuh pada wanita membuat Justin khawatir calon bibi iparnya akan melarikan diri sebelum acara pernikahan dilaksanakan dan terbukti kini Pricilya malah berada di Indonesia sedangkan pernikahan nya tinggal beberapa minggu lagi. Tidak sia- sia ide Justin memasang alat pelacak di topen kain itu, yah karna Pricilya pernah protes masalah topeng yang selalu membuat nya tidak nyaman saat dipakai dan meninggalkan bekas kemerahan saat sudah dilepas maka Justin membuatkan topeng yang terbuat dari kain agar nyaman saat dikenakan meski seharian


Cukup panjang pejalanan mereka menuju keberadaan keluarga kakek Pricilya, sudah seharian mereka diperjalanan namun belum juga menemukan titik terangnya


" Berapa lama lagi aku harus duduk di mobil ini? kursi ku sudah terasa sangat panas seperti terbakar oleh pantatku sendiri meskipun AC menyala tapi tidak terasa sedikit pun " gerutu Ronald sambil terus bergeser ke kiri dan ke kanan mencari titik dingin dan nyaman namun hasilnya sama saja P A N A S haha kasihan sekali tuan muda kita ini kan yu bantu kipasin atau tiupin juga boleh hahaha