
" Yuhuuuuu..... Pantai aku padamu " teriak kak Bima setelah sampai dibibir pantai
" Sepertinya kita jangan dekat-dekat dengan orang itu, terlihat sangat berbahaya " bisikku pada kak Genta namun masih bisa didengar oleh kak Bima
" Apa kau bilang? sini kau kalau berani jangan lari " teriaknya sambil berlari kearahku, aku pun refleks berlari kesana dan kemari karena dikejar-kejar oleh kak Bima
Sungguh senang rasanya bisa bercanda ria bersama kak Bima seperti ini. Entah kapan terakhir kali kami sebahagia ini, bisa berlarian kesana kemari diatas pasir pantai. Hatiku seperti kembali baru dan kenangan-kenangan manis bersama keluargaku kembali berkelebatan seperti film yang sedang diputar dalam otakku yang hanya aku saja yang dapat melihatnya.
Tawa gembira kak Genta dan kak Bima begitu jelas terdengar oleh telingaku, senang rasanya bisa mendengar tawa bahagia mereka lagi setelah sekian lama
" Hah,, Hah,, Hah,, Ampun, ampun,,, aku nyerah, aku udah gak kuat lari lagi hah,,, hah,,, " ucapku sambil terduduk diatas pasir dan mengatur nafasku yang tersengal-sengal akibat barlarian tadi
" Hah,, hah,, kau masih muda tapi hanya segitu kemampuan berlarimu? cemen sekali hah,, hah,, " ejeknya sambil ikut duduk diatas pasir dan mengatur nafasnya
" Kak aku lapar, kita cari makan dulu yu " ajakku kemudian berdiri dari dudukku
Tanpa menunggu jawaban dari mereka aku pun berjalan lebih dulu meninggalkan mereka berdua yang masih terduduk diatas pasir pantai
" Genta ayo kita makan gratis "ucapnya sambil tersenyum bahagia
" Cil tunggu abang gantengmu ini " ucapnya lagi sambil berlari mendekat kearahku diikuti kak Genta dibelakangnya yang juga ikut berlari
" Uuuhh.... Betapa manis dan cantiknya adikku hari ini "ucapnya sambil merangkul pundakku dan mencubit pipiku pelan, kak Genta pun hanya terkekeh melihat tingkah kak Bima yang sedang merayuku
" Aku tau niat mu Jalil " ucapku dan kak Bima pun tekekeh mendengar jawabanku
" Baik lah Rumanah, makan apa kita hari ini? " tanyanya gembira mengetahui bakalan banyak makanan gratis yang akan disuguhkan
" Kak Genta mau makan apa? " tanyaku karna kak Genta tak ikut berbicara sedari tadi
" Entah lah, Bim kamu mau makan apa? " jawab kak Genta yang malah balik tanya pada kak Bima
" Jangan bertanya padanya nanti dompetku terkuras habis " ucapku seolah memberi peringatan 'jangan meminta yang macam-macam'
" Adikku yang baik, yang manis, imut, lucu, dan banyak duit. Kakak mu ini butuh asupan gizi yang banyak supaya tumbuh sehat dan tidak terkena gizi buruk " ucapnya merayu sambil mengelus- elus pipiku
" Gizi buruk pun enggan nempel dibadanmu bang, orang sekali makan kaya orang se RT haha " ejekku dan kak Bima pun langsung menurunkan tangannya dipundakku dan menekuk mukanya cemberut
" Tapi meskipun begitu kamu tetap sayang sama abang kan hahaha " ucapnya kemudian sambil tertawa
" Dasar adik durhaka yang kejam huh " ucapnya cemberut sambil menyilang tangannya didada
" Hahaha...... " tawa kami pun menggelegar setelahnya.
Yah aku dan kak Bima memang tidak pernah memasukkan kedalam hati setiap kata yang menyakitkan terlontar karna itu lah candaan kami sehari-hari. Meski terdengar kurang ajar atau kejam tapi bagi kami ini terdengar sangat lucu dan menggelikan. Sehingga, setelah perdebatan kita akan tertawa terbahak-bahak bahkan sampai manitihkan air mata bahagia. Ini lah kami, ini lah yang keluarga lain tidak punya
" Eh ada baso merecon, baso rudal, baso beranak, baso kancil, baso urat dan baso beranak pinak? apa bedanya dengan baso beranak? " ucapku setelah membaca menu yang ada diwarung makan itu
" Kalau baso beranak, baso kecilnya ada didalam, tapi kalau baso beranak pinak baso kecilnya diluar neng " ucap si abang tukang baso tersebut
" Ah elah ribet amat bilang aja baso biasa, pake bilang beranak pinak segala udah kaya ayam netes aja haha "
" Beda lah neng. Kali baso biasa, anaknya gak ada isi sama uratnya. Tapi kalau baso beranak pinak ada " jelas abang tukang baso lagi
" Hah mau makan aja ribet. Yaudah aku pesen mie ayam baso aja satu. Kak Bima sama kak Genta mau apa? " ucapku akhirnya memilih menu mie ayah baso
" Aku baso merecon sama es campurnya satu tapi es campurnya jangan dicampur ya bang hehe "ucap kak Bima mulai iseng pada tukang baso
" Jangan ngawur dan jangan minta yang aneh-aneh deh nyusahin aja. aku es jeruknya satu ya pak tapi jangan pake jeruk haha " ucapku yang ikutan iseng pada tukang baso
" Eh somplak dimana-mana es jeruk ya pake jeruk, kalo gak pake jeruk mau pake tinta cumi-cumi " ucap kak Bima sambil menjitak kepalaku ringan
" Ya kali aja kan bisa gituh es jeruk tanpa jeruk haha " ucapku kemudian kembali tertawa
" Huuu bilang aja air es biasa " ucap kak Bima kemudian
" Stop. Kalian ini dari tadi gak berenti-berenti yah ngerjain siabang tukang baso, kasian tau " ucap kak Genta melesai perbincangan ku dan kak Bima yang tidak ada faedahnya
" Aku mau baso beranak tapi beranaknya diluar aja sama lemon tea tapi panasnya harus sama kaya air basonya ya bang " ujarnya kemudian
" Huuuuuu bilang aja mau ikutan nimbrung hahaha " ucapku dan kak Bima, kami pun tertawa bersama kemudian
" Udah pak jangan didengerin mereka semua emang pada gila alias gak waras haha kami tunggu disana ya pak " ucapku kemudian lalu menunjuk bangku kosong yang tidak jauh dibelakang tukang baso tersebut
" Baik neng " ucap tukang baso tersebut dan tersenyum ramah, aku pun pergi kebangku kosong tersebut bersama kak Bima dan kak Genta sambil berbincang-bincang kembali