She Is My Woman

She Is My Woman
BAB 19



Setelah sampai kamar hotel, Pricilya pun langsung melemparkan tubuhnya keatas kasur


" Aaahh..... Nyamannya " selang beberapa waktu, ponselnya pun berdering mengusik tidur nyenyaknya


" Hallo? " ucapnya mengangkat telepon tanpa melihat siapa yang menelpon


" Assalamualaiku..... De ini kakak. Gimana kabar kamu sehat? " ucap penelpon diujung sana yang ternyata kakaknya Pricilya


" Wa.. Waalaikum salam " ucapnya tergagap dan langsung segar dalam seketika, entah kemana perginya rasa kantuk yang teramat sangat ia rasakan tadi dan kini berganti dengan rasa gembira yang memenuhi hatinya


" Alhamdulillah ade sehat kak, kakak sendiri bagai mana?apakah ayah sudah mendingan kak? " ucapnya menanyakan keadaan ayahnya karna semenjak dia tahu kondisi ayahnya dia jadi selalu tidak tenang


" Alhamdulillah kalo begitu. Kami semua disini juga sehat de. Seminggu ini ayah sudah ditangani oleh dokter profesional yang ahli di bidangnya jadi kamu tidak usah hawatir, kamu baik- baik saja kerja disana dan ucapkan juga terimakasih kami untuk atasanmu itu de. Dia baik sekali, padahal kan kamu belum lama kerja disana. Oh iya de, rencananya besok kami akan pulang kerumah kakek didesa untuk pemulihan ayah, kata dokter ayah harus tinggal ditempat yang bebas polusi dan jauh dari keramaian supaya bisa istirahat yang cukup " ucapnya panjang lebar memberi tahu Pricilya


" Yasudah kalo gitu hati- hari yah kak, ade titip ayah sama mamah. Besok ade juga akan pulang ke desa menemui kalian, ade sudah sangat rindu nasehat bijak mamah hehe " ucapnya sambil tertawa diakhir kalimatnya


" Kau ini masih tidak berubah sedari dulu masih saja bandel sering ngerjain mamah haha " ucapnya ikut tertawa


" Yasudah kalo gitu kakak tutup dulu yah telepon nya, kau pasti lelah sekarang setelah seharian bekerja. Selamat istirahat adikku sayang " ucapnya mengakhiri panggilan


" Yah , selamat istirahat juga untukmu kakakku sayang " ucapnya kembali lesu seperti tidak memiliki sisa tenaga lagi untuk bicara


" Jangan kan lelah karna bekerja, berangkat bekerja pun aku sudah tidak melakukannya sekarang huhuhu "ucapnya kemudian berpura- pura sedih sambil membekap wajahnya dengan bantal


" Ah ia, lebih baik aku pesan tiket sekarang untuk besok dan segera merapikan barang- barangku yey akhirnya bisa pulang juga haha untung aku masih punya tabungan dari hasil keja paruh waktu saat itu jadi aku tidak harus bingung lagi memikirkan bagai mana cara pulang " ucapnya kembali bersemangat


Setelah cukup lama berkutat dengan pakaian nya kini Pricilya memandangi beberapa topeng yang ada di atas meja riasnya


" Apa kah aku harus membawa topeng- topeng itu bersamaku? ah tapi untuk apa? tapi bagai mana kalau dia menyusul kedesa dan aku tidak memakai topengku? Aaaahh ribet sekali sih orang itu, baik lah aku bawa beberapa saja untuk jaga- jaga " ucapnya berperang dengan pikirannya sendiri dan akhirnya memberikan hasil akhir bahwa dia akan membawa bebera topeng saja hanya untuk jaga- jaga apa bila Ronald pergi menyusul dirinya nanti


Setelah selesai membereskan barang- barang yang akan ia bawa besok, Pricilya pun pegi tidur karna merasaka lelah dibadannya


°°°°°°°


Kini Pricilya telah berada didalam pesawat


" Oh iya aku lupa mengabari sekretaris Jho. Yasudah nanti saja lah setelah tiba di Indonesia aku akan langsung mengabarinya " ucapnya kemudian mematikan ponselnya karna pesawat yang ia naiki akan segera lepas landas


Ditempat lain Ronald sedang sibuk meeting dengan beberapa klayen perusahaan lain. Setelah selesai meeting, Ronald pun kembali keruangannya dan meregangkan sedikit otot- otot tangannya kemudian duduk dikursi singgasananya


" Jho... Bagai mana berita hari ini? " tanyanya namun matanya terpejam


" Pastikan ibuku dan Gwen melihatnya " ucapnya lagi


" Baik tuan muda " ucapnya kemudian menyuruh bawahan nya untuk melakukan tugasnya melalui ponsel yang digenggam nya saat ini


" Beri tahu gadis itu supaya tidak keluar kamar hotel untuk sementara waktu " ucapnya kemudian namun masih dengan mata yang terpejam


" Baik tuan muda " ucapnya kemudian mencari kontak Pricilya dan menelpon nya


Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi tooooot.....


" Apa kah anak ini masih tidur jam segini? merepotkan sekali " cibirnya


" Maaf tuan muda, ponsel nona muda sedang tidak bisa dihubungi saat ini, mungkin dia masih tidur " ucapnya mencoba menebak kegiatan Pricilya saat ini


" Yasudah kau siapkanlah beberapa pengawal didepan kamarnya, dan jangan biarkan dia keluar kamar selangkah pun " ucapnya tegas kemudian berlalu pergi keluar ruangan


JAKARTA


Kini P r i c i l y a telah tiba dibandara Soekarno Hatta dengan selamat


" Aaaahh..... Rindunya dengan kampung halaman sendiri. Sudah lama aku tidak pulang ke Indonesia dan ternyata sudah banyak yang berubah " ucapnya sambil meregangkan tangan dan badannya yang pegal karna duduk berjam- jam selama di pesawat tadi


Pricilya pun berjalan keluar dari bandara dan menyetop taksi. Setelah mendapatkan taksi, Pricilya pun mengatakan arah tujuan nya pada sopir taksi tersebut


" Waaaahh.... Sudah banyak yang berubah ternyata disini ya pak? dulu disini belum ada gedung tinggi itu tapi sekarang sudah berjajar dimana- mana hahaha " ucapnya mencoba mengajak bicara pada sopir taksi tersebut


" Memang nona ini asli dari Indonesia? ko bisa tahu banyak tentang daerah disekitar sini? " ucapnya sambil melirik di kaca sepion depan


" Tentu saja aku orang Indonesia asli pak ayah saya dari jawa mamah saya dari sunda, tapi saya lahir dan besar dijakarta " tuturnya memberi tahu sopir taksi tersebut


" Maaf kan saya, saya pikir anda turis tadi. Soalnya sangat jarang wajah seperti nona ini memang asli Indonesia " ujarnya merasa tidak enak


" Oh iya tidak apa- apa pak saya maklumin. Saya memang ada keturunan belanda dari kakek buyut saya jadi saya dan kakak kedua saya yang mewarisi wajah kakek buyut saya " ucapnya memberi tahu


" Oh begitu rupanya. Pantas saja anda bisa lancar bahasa Indonesia tapi memiliki wajah seperti turis- turis yang pernah saya supiri haha " ucapnya sambil tertawa


Suasana didalam taksi pun menjadi ramai dengan suara Pricilya dan sopir taksi tersebut yang asik bercerita seperti sudah lama saling mengenal