
" J H O O ............!!!!!!!! " teriaknya setelah masuk kedalam kamar hotel tersebut namun tidak menemukan siapapun
" Ya tuan muda " ucapnya sambil berlari masuk kedalam kamar mendekati tuan mudanya
" D I M A N A W A N I T A I T U ? " ucapnya dengan wajah yang terlihat merah padam menahan amarah dan menekan setiap kata yang keluar dari bibirnya
" Saya akan segera menghubungi nona muda tuan " ucapnya dengan wajah yang tertunduk tak berani menatap wajah tuan mudanya itu
" Kemana perginya wanita gila itu? kenapa dia selalu membuat masalah? menyusahkan saja huh " gerutunya pelan agar tidak terdengar oleh tuan mudanya kemudian mengambil ponsel didalam jas nya dan menghubungi seseorang
Tuut
Tuut
Tuut
Tuut
" Hallo...? " jawab seseorang disebrang sana
" Kalau kau ingin selamat. Cepat kembali ke hotel sekarang juga " ucapnya dengan pelan namun masih bisa didengar oleh seseorang diseberang sana. Kemudian berjalan menjauh dari tuan mudanya itu agar lebih leluasa berbicara dengan seseorang diseberang sana
" What? Are you crazy? aku tidak bisa kembali sekarang. Sekarang aku ada di Indonesia " ucapnya merasa kesal
" Kenapa kau bodoh sekali pergi tanpa memberi tahu? kau pikir karna sekarang kau calon nona muda bisa seenak jidatmu pergi kemana saja tanpa memberi tahu ku hah? " ucapnya sedikit berteriak
" Aku lupa memberi tahu mu semalam. pokonya aku tidak bisa ke sana sekarang " ucapnya dan memutuskan panggilan secara sepihak
" Halo... Halo... H E Y .... "teriaknya pada seseorang diseberang sana namun tidak ada jawaban karna panggilan sudah terhenti
" Dasar wanita gila ini. Awas saja kalau ketemu ku cincang kau akan kubuat kornet lalu ku berikan untuk ikan piranha "makinya pada ponsel yang ada detangannya
Setelah panggilan berakhir, sekretaris Jho pun masuk kembali ke dalam kamar hotel tersebut. Namun sebelum benar- benar masuk, sekretarus Jho membalikkan badannya dan memberikan tatapan tajam kepada para pengawal diluar yang terus menundukkan kepala tak berani menatap sekretaris Jho
" Tunggu diruang rahasia setelah tuan muda pergi " ucapnya dingin kemudian masuk kedalam kamar hotel
" Bagai mana? dimana dia sekarang? " tanya nya beruntun setelah melihat sekretaris Jho masuk
" Nona muda ada di Indonesia tuan muda. Mungkin karna ayahnya sudah pulang jadi nona muda ingin melihat keadaanya " ucapnya menjawab pertanyaan tuan mudanya
" Persiapkan semuanya kita pergi ke sana besok pagi " ucapnya lalu berjalan melewati sekretaris Jho
" Baik tuan muda " ucapnya kemudian membungkukkan badannya
" Ikuti aku " ucapnya dingin kepada para pengawal
Plaaak
Suara tamparan sekretaris Jho pun bergema di dalam ruangan tersebut
" Bagai mana caramu mendidik anak buahmu yang bodong ini? " ucapnya dingin dengan tatapan yang membunuh
" Maaf kan kelalaian kami menjaga nona muda sekretaris Jho " ucapnya sambil terus menunduk
" Kau tahu dia nona muda lalu kenapa kau bisa kecolongan dan membiarkan dia pergi begitu saja? " ucapnya mulai berteriak
" Maafkan kami sekretaris Jho. Tapi dari sejak kami tiba disini tidak ada yang keluar atau pun masuk kedalam kamar tersebut sekretaris Jho " jelasnya menceritakan semuanya berharap lolos dari serangan sekretaris Jho
" Kau pikir itu bisa menjadi alasan agar kau lolos dari cengkramanku hah? " teriaknya dan mulai mengepalkan tangannya
Bugh
pukulan pun mendarat diwajahnya dan mengeluarkan darah segar disudut bibirnya
Bugh
kini perutnya ditendang oleh sekretaris Jho hingga orang tersebut jatuh terkapar dilantai akibat tendangan sekretaris Jho yang begitu kencang
Krriiiiiing
Krriiiiing
Suara ponsel sekretaris Jho menghentikan kakinya yang akan menendang orang tersebut lagi
" Bersyukurlah karna kau terselamatkan oleh panggilan tuan muda " ucapnya sebelum mengangkat panggilan tersebut dan berjalan keluar dari ruangan tersebut
" Terimakasih sekretaris Jho atas pengampunanmu " ucapnya dengan susah payah dan memegangi perutnya yang tadi ditendang sekretaris Jho
Setelah kepergian sekretaris Jho, orang itu pun dibantu berdiri oleh teman- teman nya yang lain yang sedari tadi hanya bisa diam tak bisa membantu teman nya itu
" Apa kau baik- baik saja? " tanya salah satu dari mereka
" Aku baik- baik saja. Ini juga salahku yang telah lalai menjalankan tugas dari tuan muda aku pantas mendapatkannya " ucapnya sambil terus memegang perutnya yang masih terasa sakit ditubuhnya