
Tak terasa 5 tahun sudah Pricilya menetap di AS untuk melanjutkan study nya itu di Harvard University. Dengan beasiswa yang didapatnya dari Sampoerna Foundation selama ia belajar di Fakultas Harvard, ia tidak pernah merepotkan orang tuanya di Indonesia sana. Malah dia sering mengirimkan uang setiap bulannya pada orang tuanya itu dari hasil kerja sampingan nya selama ini.
P r i c i l y a tercatat sebagai lulusan terbaik di jurusan Design Interior yang ia pilih sewaktu masuk ke Harvard University. Bermodalkan otak yang cerdas dan kegigihan nya dalam belajar membuat dia menjadi lulusan terbaik tahun lalu. Pricilya menyelesaikan S1 & S2 nya hanya dalam kurun waktu 4 tahun saja dan menghabiskan waktu 1 tahun nya untuk bekerja sambilan di Harvard Museum of Natural History .
Dengan wajah yang cantik dan sifatnya yang ceria, baik dan ramah pada semua orang membuat Pricilya disukai semua orang terutama kaum lelaki. Tapi sayang, ketika Pricilya bertemu dengan seorang lelaki sikapnya akan berubah 180°. Dia akan berubah menjadi sangat dingin dan cuek pada laki- laki tak memandang wajah yang tampan atau kekayaan sang pria, Pricilya akan tetap bersikap dingin dan cuek kepada mereka semua. Tidak terkecuali pada laki- laki yang satu ini , Bobi. Pria berkacamata tebal dan rambut yang di belah tengah telah berhasil mendekati Pricilya. Tapi hanya sebatas teman
Kini Pricilya mengirimkan beberapa surat lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan terkenal disana seperti Cruise Group , Art Design dan masih ada lagi beberapa diantaranya
Tak butuh waktu lama bagi Pricilya untuk menerima panggilan interviw, tapi sayang waktu yang mereka berikan berbentrokan satu sama lain membuat Pricilya menjadi bingung harus memilih yang mana. Setelah menimbang- nimbang cukup lama akhirnya Pricilya memilih Cruise Group untuk menjadi tempat nya bekerja nanti
Hari ini Pricilya terbangun pagi sekali karna merasa tidurnya tidak nyenyak mengingat hari ini dia akan pergi interviw di Cruise Group. Untuk mengisi waktu luangnya yang masih banyak Pricilya menyibukkan dirinya dengan mempersiapkan baju yang akan ia pakai nanti. Setelah itu pergi ke dapur dan menyiapkan sarapan sederhana seperti nasi goreng dan teh hangat. oh ia, setelah Pricilya lulus dia tidak tinggal lagi di asrama dan menyewa apartemen yang murah namun cukup nyaman untuknya karna dia hanya tinggal seorang diri saja.
Waktu telah menunjukkan pulu 08:30 waktu setempat. Pricilya bergegas pergi dari apartemen nya menuju Cruise Group menggunakan taxi. Meski waktu yang diberitahukan pada Pricilya pukul 10:00 namun Pricilya antisipasi apabila nanti terjadi sesuatu seperti terjebak macet dan lain- lain jadi dia berangkat dari rumah pukul 08:30
Pricilya tiba tepat pukul 09:30. Masih ada 30 menit sebelum dia akan interviw pikirnya jadi dia memilih pergi ke cafe terdekat dan memesan secangkir coffe kapucino sambil terus melirik jam ditangannya takut jika dia kebablasan. Setelah kopi yang dia pesan habis, dia pergi ke kasir untuk membayarnya dan berjalan keluar. Dilihatnya jam yang melingkar cantik di tangan kirinya tersisa waktu 15 menit untuk sampai ke tempat interviw.
Karena terus memperhatikan jam ditangannya, tak sengaja Pricilya menabrak seseorang didepannya dan dia pun terjatuh
" Aaaww.... " ringisnya merasakan sakit di pantat nya
" Sorry, I'm in a hurry, sir, so I didn't see you " lanjutnya sambil meminta maaf karna merasa bersalah
Merasa takk ada tanggapan dari lawan bicaranya, Pricilya pun mencoba melihat siapa yg ditabraknya tadi. Tubuh tinggi tegap sangat berwibawa dan wajah yang tampan membuat pria itu terlihat sempurna dimata para wanita, namun tidak dengan Pricilya. Setelah melihat siapa orang yang ditabraknya tadi Pricilya pun bergegas untuk berdiri dari duduk nya kemudian kembali meminta maaf dan berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya itu
" Siapa dia Jho? " tanya pria itu dengan wajah dinginnya pada laki- laki yang berada disampingnya itu
" Mungkin anak magang yang akan interviw hari ini tuan " jawabnya seadanya karna yang dia tau hari ini ada interviw anak magang diperusahaan ini
" Jangan biarkan orang yang tidak berguna masuk dalam perusahaan ini " ucapnya lagi sambil berjalan menuju lift khusus Presdir
Bagaimana bisa ada yang tidak mengenali presdir perusaan Cruise? Semua orang tahu siapa presdir perusaan Cruise bahkan para wanita saling berebut untuk bisa berada disampingnya. Namun berbeda dengan gadis itu, dia telihat cuek dan acuh terhadap laki- laki yang dipuja-puja semua kalangan wanita ini. Entah dia tidak tahu atau dia hanya berpura- pura untuk menarik perhatian atasannya itu yang jelas hanya dia dan Tuhan lah yang tahu. Ucap Jho dalam hatinya
Tiiing
Pintu lift pun terbuka. Jho dan atasan nya itu memasuki ruangan kotak itu hanya berdua, yah karna itu memang lift khusus untuk presdir jadi siapa yang berani masuk kesana kecuali Jho, karna dia orang kanan presdirnya itu jadi dia selalu ada disamping atasannya itu dimanapun ia berada. kecuali toilet dan tempat² tertentu
Jho pun menekan tombol angka 17. Sebelum pintu lift benar- benar tertutup, Pricilya langsung masuk tanpa menghiraukan orang yang berada didalam sana yang menatap tajam pada Pricilya. Ditekannya tombol angka 11 lalu berdiri tegap didepan pria yang tadi ditabraknya itu tanpa merasa terganggu oleh tatapan sinis lelaki itu
Jho yg mengerti pun mencoba berbicara pada Pricilya
" Maaf nona, lain kali jangan memakai lift ini. Karna ini lift khusus untuk presdir, jadi selain presdir dan saya tidak boleh ada yang memakainya " ucap Jho menjelaskan
" Apakah presdir itu dewa? kenapa aku tidak boleh memakai lift yang sama dengannya? " jawabnya dingin tanpa melihat lawan bicaranya
" Maaf nona... " ucapan Jho terpotong karna Pricilya menyambar ucapan nya
" Ya ya ya baiklah lain kali aku akan memakai lift yang lain yang tidak ada presdir disananya " ucap Pricilya mulai jengah dengan pembicaraan nya
Tiiing
Pintu lift pun terbuka Pricilya langsung keluar dari lift namun sebelum itu dia berbicara tanpa menengok kebelakang
" Maaf untuk sebelumnya dan terima kasih untuk tumpangannya " ucapnya dingin kemudian berlalu pergi meninggalkan dua pria itu yg dia ketahui adalah presdir dan bawahan nya itu. Entah dia seorang sekretaris atau hanya seorang pengawal, yang pasti dia selalu ada disamping pria yang menjabat sebagai presdir itu
Setelah keluar dari lift, semua mata tertuju pada Pricilya. Mereka saling berbisik satu sama lain, entah apa yang sedang mereka bicarakan yang pasti mereka terus melihat Pricilya sambil terus berbisik pada teman disampingnya
Setelah menunggu beberapa saat, kini giliran Pricilya dipanggil namanya untuk masuk kedalam ruangan interviw