
" Kemarikan tanganmu " ucapnya dingin
" Yang mana?"
" Yang kanan "
" Oh baiklah " ucapnya kemudian mengulurkan tangan kanannya
Dipegangnya tangan Pricilya tersebut seolah- olah tangan tersebut akan dicium oleh Ronald. Setelah selesai mengambil gambar terakhir, wartawan yang disewa Ronald pun keluar dari persembunyian nya dan memperlihatkan hasil jepretannya
" Bagus. Tak sia- sia aku mengeluarkan uang untukmu. Ingat. Berita ini harus menjadi topik utama besok, kalu tidak.... Bersiaplah menjadi pengangguran selamanya " ucapnya sedikit mengancam diakhil kalimatnya
" Baik tuan. Kalau begitu saya pamit undur diri "ucapnya kemudian berlalu pergi
" Kau makan lah disini dengan tenang dan nyaman. Aku ada urusan lain " ucapnya kemudian berdiri dari duduknya
" Tunggu.... " ucapnya menghentikan langkah Ronald
" Apa kau sudah membayar tagihannya? bukan apa-apa aku kan belum punya uang sekarang dan aku belum sebulan kerja di perusahaan jadi aku belum digaji. Intinya aku tidak punya uang sekarang, jadi apakah kau sudah membayar tagihannya? " ucapnya panjang lebar
" Aku tidak akan meninggalkan wanita dengan tagihan yang tidak akan mampu dia bayar meski menjual tubuhnya sekalipun " ucapnya dingin
" Aku hanya memastikan saja bahwa kau tidak meninggalkanku dengan tagihan makanan mahal ini. Dan lagi, bisakah kau menyaring kata- katamu lain kali? pantas saja pacarmu meninggalkanmu, mana ada yang betah diperlakukan seperti ini? " ucapnya sambil mengecilkan volume suara diakhir kalimatnya
Ronald tidak menjawab perkataan Pricilya dan berlalu pergi meninggalkan Pricilya sendiri
" Huh sayang sekali makanan seenak ini tidak dimakan. Baik lah anak- anak bersiaplah masuk kedalam perut mami yah hehe "ucapnya sambil tertawa kemudian melahap semua makanan yang ada diatas meja tersebut tanpa sisa
" Aku sangat lapar dari tadi. Lagian kamu kemana saja baru nongol " ucapnya sambil mengelap mulutnya dengan tisu kemudian bersendawa dengan keras
" Iiiiuh..... Jorok sekali.... Apa kau yakin kau seorang wanita? " ucapnya sambil menutup hidungnya
" Sudah jangan mulai lagi berdebat denganku. Sekarang antarkan aku kembali ke hotel, aku lelah dan ingin beristirahat " ucapnya kemudian berdiri dari duduknya
" Aku rasa aku benar- benar salah telah memilihmu. Maaf kan aku tuan muda, jika kau ingin membatalkan pernikahan ini aku dengan senang hati menyingkirkan wanita aneh ini " ucapnya kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Pricilya
" Cih, dasar sekretaris bermuka dua. Didepan boss nya dia bisa seperti anjing yang penurut dan manis tapi setelah majikan nya pergi menggong- gong terus seperti tidak diberi makan seharian " ucapnya mencibir sambil mengikuti terus langkah sekretaris Jho
" Aku mendengarkan mu nona muda " ucapnya sambil terus berjalan
" Memang aku sengaja. Kalau tidak suka tutup saja telingamu yang lebar itu huh " ucapnya sambil memanyunkan bibirnya
" Terserah kau saja " ucapnya sudah mulai bosan meladeni Pricilya
Setelah perdebatan panjang yang tidak ada paedahnya itu, mereka kini terus berdiam tanpa suara hingga mobil yang mereka kendarai sudah memasuki area lobi hotel yang ditempati Pricilya.
Tanpa berbicara sepatah kata pun, Pricilya langsung turun dari mobil dan menutup pintu mobil sedikit keras
Baam.... Kemudian ditendangnya ban mobil belakang lalu berlalu pergi sambil terus mengumpat
" Semoga ban mobil sialan itu kempes ditengah jalan atau mereka kehabisan bensin dijalan sepi hahaha " gerutunya sambil terus berjalan menuju lift