
Setelah selesai makan kami pun berjalan-jalan dipinggir pantai. Menikmati setiap hembusan angin laut yang menerpa
" Ayo kita ke Cagar Alam? " ajakku pada kedua kakak ku itu
" Oke, let's go... " ucap kak Bima dengan penuh semangat
Kami pun berjalan menuju pintu masuk Cagar Alam sambil bergandeng tangan dengan posisi aku berada ditengah
" Kenapa kamu senyam senyum kaya orgil gitu (orgil : orang gila) "tanya kak Bima heran melihatku senyum-senyum sendiri
" Tidak ada, aku hanya bahagia saja bisa menghabiskan waktu bersama abang-abangku yang kece ini hehe "jawabku sambil mengeratkan pelukan pada kedua tangan kakak-kakakku itu
" Kami tidak akan lari kemana-mana, kenapa kamu mengencangkan pelukanmu? "
" Diam lah jangan merusak suasana hatiku " balasku kemudian bergelayut di kedua tangan abang-abangku ini
" Ya ya ya " ucap kak Bima dan kak Genta berbarengan dan kami pun terjatuh diatas pasir
" Dasar gadis bodoh, kau pikir badanmu terbuat dari kapas apa? " ujar kak Bima sambil menoyor kepalaku kebelakang karena kesal
" Badanku kan tidak gemuk? kenapa kalian tidak kuat mengangkat badanku? " ucapku bertingkah polos seperti anak kecil yang tidak berdosa
" Meski badanmu kecil, kamu itu makannya segentong mana kuat kami mengangkatmu iyakan Gen? hahaha "ledek kak Bima
" Betul sekali itu " lanjut kak Genta mengiyakan ucapan kak Bima
" Hahahaha...... " merekapun tertawa sampai menitihkan air mata
" Begitu bahagia kah kalian mengejekku? " kesalku
" Tentu saja... Hahahah " ucap kak Bima dan kak Genta berbarengan dan lanjut tertawa
" Akan ku adukan kalian pada kak Adi nanti huh " ucapku kemudian bangun dari dudukku dan berjalan meninggalkan mereka yang masih asik menertawaiku
Kini kami telah masuk area Cagar Alam yang masih banyak binatang liar didalamnya. Di sana terdapat lutung dan kera yang bergelantungan di atas pohon, begitu banyak hingga dibawah pun juga ada tapi mereka masih anak-anak yang masih dijaga oleh indukknya. Terlihat menggemaskan namun sayang tidak boleh dipegang karna kalau kita pegang, bisa habis kita dikejar oleh induknya.
Disekitar bibir pantai juga derdapat rusa yang sedang berteduh dibawah pepohonan rindang, mereka terlihat seperti sedang berjemur namun juga sedang berteduh dari panasnya terik matahari, yah seperti itulah yang ku lihat
Kalau kalian agak ketengah sedikit pasti kalian akan melihat pemandangan bawah laut yang sangat indah, dan biasanya itu bisa dilihat dengan kita menyewa perahu yang ada disana.
Jika menyusuri terus pinggir pantai, kalian juga akan melihat terumbuk karang yang dipenuhi ikan-ikan cantik disana. Ada juga kapal asing yang telah dimatikan dari peroprasiannya oleh mentri kelautan karna ketahuan mencuri ikan diwilayah pantai tersebut. Hingga sampai saat ini pun kapal tersebut masih tetap utuh ada disana
" Gimana kalau kita tanding? " ucapku tiba-tiba
" Tanding apa? " ucap kak Bima dan kak Genta
" Siapa yang lebih dulu keluar dari hutan ini, dia berhak meminta apapun pada dua orang yang kalah. Gimana? " tantangku dengan yakin
" Alah... Kamu kan penakut. Kasih tantangan yang udah jelas hasilnya sama aja boong dong "ucap kak bima meremehkan
" Eits... Jangan sombong dulu. Permainan nya aja belum dimulai. Siapa tau aja kan keberuntungan berada ditanganku kali ini haha " ucapku dengan penuh keyakinan bahwa aku yang bakalan menang
" Yang kalah jangan nolak yah "ucapku lagi
" Oke, siapa takut " ucap kak Bima percaya diri
" Kak Genta nyerah sebelum perang nih? "ledekku kemudian tertawa
" Oke, tapi kalo kalah jangan nangis atau kabur yah haha " ledeknya kemudian
" Huh siapa takut "
" Oke kita pilih lorong masing-masih dulu. Siap? MULAI.... "
Aku pun masuk kedalam hutan tersebut meski sebenarnya rasa takut menyelimuti ku setelah benar-benar masuk kedalam hutan
" Aku pasti bisa. Ini hanya sugesti ku saja makanya aku merasa takut, benarkan? " ucapku bertanya pada diriku sendiri
" Go Pricil go... Kamu pasti bisa, ayo kamu pasti bisa " ucapku masih berusaha menenangkan diri dengan menyemangati diri sendiri.
Tiba-tiba....