
" Apa? kenapa aku harus selalu memakai topeng? aku tidak mau yang satu ini. Aku bisa melakukan semua yang ada didalam kontrak pra-nikah kecuali yang satu ini "
Yah karna semenjak memakai topeng, Pricilya merasa bukan menjadi dirinya sendiri ditambah lagi Pricilya merasa tidak nyaman terus memakai topeng karna setelah dilepas, bekas topeng akan tertera warna merah diwajahnya dan itu membuat reaksi gatal pada kulitnya
" Bisakah itu menjadi pengecualian tuan muda Ronald? " ucapnya memelas
" Tidak. Semua yang ada didalam kontrak pra-nikah harus dilaksanakan dan dipatuhi tidak ada tawar menawar terutama topeng itu " ucapnya tegas sambil menunjuk topeng yang dikenakan Pricilya
" Nanti Justin yang akan membuat beberapa topeng lagi untukmu " lanjutnya
" Sekretaris Jho... Aku mohon. Ini sangat tidak nyaman dan membekas diwajahku dan itu membuat wajahku terasa gatal " ucapnya mencoba mencari perlindungan
" Maaf nona saya tidak bisa melakukan apapun. Tapi tuan Justin pasti akan menyelesaikan masalah ini, kau jangan hawatir nona " ucapnya meyakinkan Pricilya
" Haaaah.... Baiklah terserah kalian saja " ucapnya pasrah
Hari berikutnya, kini Pricilya disodorkan beberapa kalung, gelang, cincin, dan anting- anting yang tersusun dari beberapa butir berlian melengkapi mas 24 karat tersebut yang terlihat begitu sangat cantik dan mewah dan tentu saja itu pasti sangat mahal
" Silahkan nona memilih beberapa pasang yang menurut nona cocok untuk dikenakan " ucap pemilik toko perhiasan yang membawa semua perhiasan ditokonya hanya untuk diperlihatkan kepada Pricilya
Pricilya yang merasa tidak nyaman pun hanya tersenyum kikuk
" Emmm.... Tuan, sebenarnya anda tidak perlu membawa semua perhiasan ini kesini. Karna saya juga kurang suka dengan perhiasan sebetulnya " ucapnya merasa tidak enak pada pilik toko yang sudah bersusah payah membawa semua perhiasan ini ditemani beberapa karyawan nya
" Tapi nona muda ini semua atas perintah dari tuan muda Ronald sendiri. Kalau anda tidak membeli satupun perhiasan kami, maka toko kami akan ditutup secara paksa " ucapnya menjelaskan
" Dasar si gunung es itu. Benar- benar membuatku kesal saja " gerutunya pelan
" Emmm... Baiklah berikan saya perhiasan yang simpel saja, saya tidak suka yang mencolok mata " ucapnya akhirnya karna merasa kasihan kepada pemilik toko
" Baik lah terimakasih atas kebaikan nona muda, ini satu set perhiasan yang terbuat dari batu berlian Blue Safir " ucapnya sambil menyodorkan sekotak perhiasan kepada Pricilya
" Apa yang harus aku lakukan dengan perhiasan ini? aku bahkan tidak memakai satupun perhiasan di badanku karna memang aku selalu merasa risih jika memakai embel-embel seperti ini " ucapnya sambil melempar kotak perhiasan itu ke atas kasur
Yah setelah kemarin perdebatan nya bersama tuan muda Ronald di apartemen Justin kini Pricilya tinggal di Hotel bintang 5 sampai hari pernikahan nya nanti
Drrttt
Drrttt
Drrttt
Drrttt
Ponsel Pricilya bergetar lama diatas meja rias menandakan ada panggilan masuk ke ponselnya
" Hallo sekretaris Jho ada apa? " tanya nya setelah mengangkat panggilan tersebut
" Nanti akan ada orang menjemput nona atas perintah dari tuan muda Ronald " ucapnya memberi tau
" Apa lagi sih maunya si gunung es itu? bisakah dia membiarkanku beristirahat barang sejenak saja? " teriaknya pada sekretaris Jho disebrang sana meluapkan rasa kesalnya
" Saya harap anda menjaga ucapan anda nona, sebab jika tuan muda Ronald tau saya tidak bisa berbuat apa- apa untuk membantu anda " ucapnya terdengar dingin dan tegas
" Kau bicara seolah kau pernah menolongku saja saat disidak oleh tuan mudamu itu " jawabnya ketus kemudian mematikan panggilan secara sepihak karna merasa semakin kesal setelah mendengar suara sekretaris Jho barusan
hai hai hai makasih yah buat kalian yang udah nyempetin waktunya buat baca novel abal- abal ini. Semoga kalian diberikan kebahagiaan setiap harinya Aamiin....
Gomawooo......
Anyeong 😉😘