
P R I C I L Y A A R N O L D terlahir dari keluarga sederhana namun bahagia dan dia anak perempuan satu-satunya dikeluarga itu. Dia memiliki 2 kakak laki-laki yang sangat menyayanginya melebihi apa pun
P r i c i l y a seorang gandis yang cantik, dia juga cerdas dan ramah pada semua orang kecuali LAKI-LAKI. Tapi tidak semua laki-laki juga karna kakaknya dan ayah nya juga seorang laki-laki bukan? hahaha
Yah... Sebenarnya Pricilya anak yang ceria dan ramah pada semua orang termasuk laki-laki, tapi itu D U L U sebelum dia pernah disakiti oleh kekasihnya Rayi Anggara yang sangat ia sayangi sewaktu masih sekolah dulu
Pricilya sangat percaya pada kesetiaan kekasihnya itu sehingga walaupun dia bersama perempuan lain sedang bercanda ria didepannya Pricil tidak akan ambil hati dan malah ikut bercanda bersama meski terkadang wanita yang bercanda dengan kekasihnya itu agak sedikit tebar pesona tapi karna Pricil percaya pada kekasihnya jadi dia menutup matanya seolah itu bukan apa-apa
Hingga pada suatu hari ia mengajak temannya untuk liburan akhir pekan. Karena merasa bingung akan tujuan yang ingin mereka tuju akhirnya Pricilya pun mengajukan usul pergi kerumah kekasihnya itu
Tak butuh waktu lama untuk menuju rumah kekasihnya itu akhirnya kini Pricil dan temannya itu sudah sampai didepan pintu gerbang rumah kekasihnya itu
Pricil mengeluarkan handphone nya dari dalam tas kecilnya itu. Dibukanya kunci layar Hp tesebut dan kemudian dia mengirimkan pesan singkat pada kekasihnya itu
From: P R I C I L Y A
To: B U B Y
" Buby aku ada didepan gerbang rumah kamu nih keluar dong " ucapnya dalam pesan singkat itu
Ttrrrriiing bunyi pesan terkirim. Tak butuh waktu lama dia pun membalas pesannya
From: B U B Y
" Haaah.... kamu ada didepan? kenapa gak bilang kalau mau datang? " tanyanya
To: B U B Y
" Aku sengaja gak bilang pengen ngasih suprice hehe...."
" Cepatlah kemari aku lelah menunggumu disi panas" balasnya lagi beruntun
From: B U B Y
" Tunggu sebentar aku akan keluar sebentar lagi"
Tak lama Rayi pun keluar dari rumahnya menggunakan kaus hitam polos dan kolor pendek selutut. Terlihat santai sekali karna memang ini akhir pekan jadi dia pasti hanya diam dirumah kalau tidak pergi bersama Pricil
" Hai buby... " ucapnya sambil tersenyum cerah dan melambaikan tangan seolah tidak bertemu bertahun-tahun
" Udah lama nunggu? " jawabnya tak menjawab sapaan pricil
" Buby jahat banget aku dicuekin " ucapnya kesal
" Haha maaf sayang... Hai juga Arnoldi ku " ucapnya sambil tertawa melihat tingkah kekasihnya yang terlihat menggemaskan dimatanya
" Buby aku tidak suka panggilan itu. Itu seperti nama bunga bangkai " protesnya, karna Pricil memang tidak suka dengan nama belakangnya itu
Karna nama belakangnya itu Pricil selalu jadi bahan candaan teman-temanya saat disekolah. Yah bukan karna tanpa alasan orang tuanya memberi nama belakang nya itu. Karna sewaktu Pricilya dilahirkan tepat saat bunga RAFLESIA ARNOLDI dibelakang rumahnya mekar dengan sempurna dan itu mengundang banyak warga untuk melihatnya karna bunga itu sudah jarang ditemukan sehingga bunga itu pun tercatat sebagai bunga yang dilindungi
Pricilya menghembuskan nafasnya agak kasar karna merasa kesal dengan kekasihnya yang memanggilnya arnoldi
" Buby aku pengen ke pantai " rengeknya meski masih dengan muka yang agak kesal
" Baik lah tunggu sebentar, aku akan memanaskan motor dan berganti baju " ucapnya langsung " Rara kau ajak Bagas kan? " ucapnya sambil mengangkat sebelah alisnya dan menyeringai seolah berkata
" Kamu tidak ingin menjadi obat nyamuk kan? "
" Ish... Tentu saja aku akan ajak Bagas. Memangnya aku mau jadi pengawal kalian yang hanya diam menyimak kemesraan kalian itu " jawabnya dan langsung mengambil Hp nya guna menghubungi kekasihnya itu
Kini Rara mengendarai motor matic itu sendiri sedangkan Pricilya di bonceng oleh Rayi menggunakan motor Ninja merah kesayangannya
Diperjalanan Pricilya terus bercerita tentang kenakalan anak-anak dikelasnya sambil sesekali tertawa dengan cerita yang ia ucapkan sendiri. Yah karna rayi berbeda kelas dengan Pricilya jadi setiap bertemu mereka akan menceritakan hal-hal lucu yang terjadi dikelas mereka masing-masing. Sedang asyik-asyiknya Pricilian bercerita Hp Rayi bergetar menandakan ada pesan masuk di Hp nya. Rayi merogoh Hp nya yang ada di saku celananya. Karena Rayi sedang menyetir jadi dia meminta Pricilya untuk membuka pesan yang masuk tadi
" Sayang sepertinya ayah mengirimku pesan, tolong bacakan" ucapnya sambil menyerahkan Hp nya pada Pricilya
Ketika membuka kotak pesan, yang pertama dibaca oleh Pricilya bukan nama ayah nya Rayi, namun deretan nama-nama perempuan yang memberikan pesan pada Rayi. Seketika itu pula hati Pricilya menjadi tak menentu. Seperti ada ratusan jarum yang menusuk hatinya, dadanya terasa sesak dan matanya terasa panas. Namun Pricilya mencoba menenangkan dirinya sendiri seolah tidak terjadi apa-apa
" Sayang apa kata ayah? " tanya nya lagi karna Pricilya tak bersuara dari tadi
" Oh... Dia tanya apa Hp yang rusak sudah kamu bawa ke konter? " jawabnya mencoba senetral mungkin karna saat ini hatinya sedang bergejolak merasakan sakit yang teramat sangat
"Oh.. Bilang saja sudang aku bawa tadi pagi" ucapnya mengisyaratkan agar pricilya mengirim pesan pada ayahnya
" Iya " jawabnya singkat
" Buby Hp nya aku pegang saja ya? " tanyanya kemudian
" Hmm.. " jawabnya sambil menganggukan kepala
Tanpa sepengetahuan Rayi, Pricilya membaca semua pesan dari para wanita itu yang tentu saja ditanggapi juga oleh Rayi. Pricilya tak menyangka bahwa tanpa sepengetahuan nya Rayi ternyata sering berbalas pesan dengan beberapa wanita. Selama ini Pricilya selalu percaya pada Rayi maka dari itu Pricilya tak pernah memeriksa Hp Rayi seperti kebanyakan wanita diluaran sana. Tapi ternyanya kepercayaan Pricilya dipatahkan begitu saja oleh Rayi
" Sayang kamu kenapa diem aja " tanyanya karna pricilya yang tiba-tiba diam seribu bahasa
" Gak apa-apa ko buby, cuma kering aja tenggorokan dari tadi ngomong terus hehe " jawabnya berbohong
" Yaudah nanti aku beliin minuman kesukaan kamu kalo udah nyampe rumah Bagas " ucapnya lagi
" Iya " jawabnya singkat
Setelah sampai rumah Bagas, Rayi pun pamit untuk membeli minuman kesukaan Pricilya. Setelah dirasa Rayi sudah pergi jauh, Pricilya memeluk Rara dengan sangat erat dan menangis sejadi jadinya meluapkan rasa sakit dihatinya yang ia pendam sejak tadi. Rara yang merasa bingung dengan sikap Pricilya yang tiba-tiba saja menangis hanya bisa mengelus punggung Pricilya mencoba menenangkannya
Setelah cukup puas Pricilya menangis, dia pun melepaskan pelukannya dari Rara. Di tatap nya wajah Pricilya oleh Rara mencoba mencari tau apa yang sebenarnya terjadi
" Katakan padaku apa yang membuatmu menangis seperti ini? apa kamu bertengkar dengan Rayi?"