Scandal (Queen and King Drama)

Scandal (Queen and King Drama)
Scandal (29)



Deborah dan Damian pergi ke supermarket untuk berbelanja. Mereka dimintai tolong Mama mereka membeli beberapa bahan untuk memasak makan malam. Di supermarket, Damian bertemu seseorang yang dikenalnya. Ia adalah seorang wanita cantik yang sedang mengejar-kejar Damian. Melihat Damian bersama wanita lain, wanita itupun langsung kesal dan marah-marah.


Wanita itu tidak tahu, jika seseorang yang bersama Damian adalah Deborah, karena Deborah memakai masker dan topi juga tak mengenakan riasan. Wanita itu pun tak tau kalau Debborah adalah Adik kandung Damian.


"Siapa kamu?" tanya wanita itu.


"Kellyn, jangan bicara kasar." kata Damian.


"Aku tidak bertanya padamu, Damian. Aku bicara pada wanita di sampingmu itu," Kata Kellyn.


Deborah menarik lengan jaket Damian dan membawanya menjauhi wanita itu. Deborah bertanya, siapa wanita itu dan ada hubungan apa Damian dengan wanita itu. Damian langsung menjawab, jika wanita itu bukanlah siapa-siapanya, dan mereka tak ada hubungan apa-apa. Wanita itu hanya penggemar fanatiknya. Hanya saja ia sering membantu Damian menyingkirkan penggemar lain yang mengganggunya.


"Apa dia tidak tahu aku Adikmu?" tanya Deborah.


"Apa perlunya aku berritahu dia? Dia kan bukan siapa-siapaku," kata Damian santai.


Deborah mengerutkan dahi. Ia menarik napas, lalu mengembuskan napasnya perlahan. Deborah lantas pergi meningglkan Damian dan menghampiri Kelly. Deborah menggajak Kellyn ke tempat agak sepi. Ia membuka maskernya dan menatap Kelly, dan memperkenalkan diri. Melihat kalau itu Deborah, Kellyn pun merasa lega.


"Astaga, jadi kamu Deborah. Aku tak megenalimu karena pakai masker dan topi. Kamu juga tak pakai riasan," kata Kelly merasa bersalah karena sudah marah-marah.


Deborah tak mempermasalahkan itu, ia mengaku senang bertemu dan berkenalan dengan Kellyn. Kellyn juga senang bertemu dan mengenal Deborah. Ia sudah lihat berita dan tahu kalau Deborah dan Jofferson akan menikah. Namun, ia sama sekali tak tahu kalau Deborah adalah Adik kandung Damian. Kellyn pun meminta maaf karena sudah mengejutkan Deborah dengan perkataan tak mengenakannya.


Deborah memaafkan Kellyn. Karena sepertinya Kellyn sangat ingin tahu tentang Damian, dan setelah kenal ternyata Kellyn tak seburuk dugaannya, Deborah lantas menawari Kellyn mampir ke rumah orang tuanya dan makan bersama. Kellyn keget, ia tidak tahu harus menjawab apa, tapi ia sangat senang ditawari pergi ke rumah orang tua Deborah dan Damian. Kellyn pun langsung mengiakan ajakan Deborah.


***


Kellyn disambut hangat oleh Papa, Mama Damian dan Deborah. Sepanjang jalan Damian hanya diam karena kesal Deborah mengajak Kellyn tanpa izinnya. Namun, ternyata Papa dan Mamanya terlihat senang teman putranya datang ke rumah. Kellyn pun terlihat nyaman berbicara dan mengungkapkan isi pikirannya. Mereka makan malam bersama-sama dengan tenang dan damai.


Setelah makan, Deborah mengajak Papa dan Mamanya bicara sebentar. Sedangkan Damian pergi berkeliling rumah dengan Kelly. Deborah menceritakan apa yang terjadi pada Papa dan Mamanya tentang Eiden yang melamarnya untuk Exel. Papa dan Mama Deborah kaget, sama seperti Damian, mereka pun baru tahu Exel punya seorang Papa. Karena saat ditanya Exel hanya bilang "Tidak ada Papa" dan bertkata "Hanya ada Mama". Deborah mengatakan kalau ia sudah dengan tegas menolak. Deborah juga meluapkan kekesalannya karena tak bisa marah pada orang tua yang baru saja dijumpainya itu. Papa dan Mama Deborah berpesan agar Deborah hati-hati. Deborah tersenyum, mengiakan perkataan Papa dan Mamanya itu.


Karena sudah makan malam dan menceritakan apa yang seharusnya diketahui orang tuanya, Deborah pun pamit pulang. Damian dan Kellyn juga pamit pulang. Deborah meminta Damian mengantar Kelly pulang, dan permintaan Deborah langsung disetujui Papa dan Mama mereka. Damian tidak bisa menolak lagi, ia tidak punya pilihan selain menuruti perkataan Adik dan orang tuanya. Kelly memeluk Deborah sebelum mereka berpisah jalan. Deborah melambai pada Papa, Mamanya dan berpamitan sekali lagi. Ia langsung naik dalam mobilnya, lalu mengemudikan mobilnya pergi meninggalkan kediaman orang tuanya.


***


Deborah melihat sebuah artikel diinternet. Semua orang heboh membahas tentang sosok pria yang tidak asing, yakni Jofferson. Artikel menyebutkan, jika aktor tampan dan top Jofferson Lewigh sedang bersama seorang wanita cantik di bar. Keduanya duduk berdampaingan, berbincang dan tertawa bersama. Keduanya tampak sangat akrab dan mesra.


"Apa-apaan ini? wanita ini?" gumam Deborah.


Deborah memperbesar gambar wanita yang bersama Jofferson, tapi ia tak kenal siapa wanita itu. Deborah mengerutkan dahinya, ia kepikiran apa berita yang ada internet benar, kalau Jofferson berselingkun dengan wanita lain, padahal beberapa bulan lagi akan menikah. Meski menaruh rasa curiga, Deborah ingin tetap tenang. Ia harus dengar langsung penjelasan Jofferson karena ia tidak boleh salah paham dan memicu pertengkaran yang nantinya membuat hubungannya renggang dengan Jofferson.


Bell apartemen Deborah berbunyi. Deborah melihat layar monitor untuk tahu siapa tamu yang datang pagi-pagi ke tempat tinggalnya. Deborah kaget, karena da seorang wanita yang wajahnya tak asing. Deborang langsung ingat kalau wajah itulah yang muncul diinternet. Wanita yang dikabarkan menjadi "Orang ketiga" atau "Selingkuhan" Jofferson.


"Dia ... u-untuk apa dia ke sini? dan bagaimana bisa dia masuk ke gedung ini? apa petugas keamanan tak tahu kalau orang lain yang tidak punya kartu akses dilarang masuk?" batin Deborah.


Lamunan Deborah sirna saat mendengar Bell kembali berbunyi. Deborah yang penasaran segera berjalan menuju pintu dan membukakan pintu. Begitu Deborah dan wanita itu bertatap muka, wanita itu langsung tersenyum pada Deborah.


"Hallo ... " sapa wanita itu.


"Ya? Anda siapa?" tanya Deborah.


"Aku? hm ... apa kamu juga akan salah paham padaku? tenang saja, semua berita diartikel itu palsu. Mana mungkin ada Kakak yang menjadi selingkuhan Adiknya sediri. Kami itu sedarah," kata wanita itu, yang tak lain adalah Jeniffer.


Deborah keget, "Sedarah? Ma-maksudnya?" gumam Deborah bingung.


"Dia Kakakku ... " kata Jofferson yang tiba-tiba muncul.


Deborah menatap Jofferson, "Hah? Kakaka? kenapa aku tidak tahu kamu punya Kakak? Papa dan Mama Lewigh juga tak bicara apa-apa." tanya Deborah.


"Aduh maaf ya, itu karena permintaanku. Aku tak mau dikenal sebagai keluarga artis, jadi aku tak pernah memperbolehkan keluargaku menyebut namaku sembarangan. Perkenalkan, Namamu Jeniffer Edward. Aku sudah menikah dan tinggal di luar negeri bersama suamiku. Kami baru datang kemarin, lalu saat tiba dikediaman, ternyata Papa dan Mama tidak ada. Dan aku diminta menemui Mama juga Papa langsung diluar kota, katanya sekalian cari angin segar. Setibanya di sana, aku mengajak Adikku ke bar dan malah terfoto begitu. Padahal aku hanya ingin menghilangkan stresku karena pekerjaan." jelas Jeniffer.


Deborah pun akhirnya mengerti. Ia langsung mempersilakan Kakak iparnya untuk masuk ke dalam apartemennya. Deborah membuatkan teh dan menyajikan teh pada Jeniffer. Keduaya duduk berdampingan, karena Jofferson sedang berganti pakaian di apartemennya sendiri. Deborah dan Jeniffer berbincang santai, meluruskam berita agar tak ads kesalahpahaman. Jennifer tak mau pernikahan Adiknya rusak karena rumor yang tak benar atau skandal.


Deborah merasa lega setelah tahu kebenarannya. Untung saja sebelumnya ia sudah berpikir jernih untuk tidak terbawa suasana dan arus berita tanpa kepastian. Bagaimanapun ia harus tahu kebenaran dari orang-orang yang bersangkutan lebih dulu, sebelum menghakimi.