Scandal (Queen and King Drama)

Scandal (Queen and King Drama)
Scandal (20)



Satu bulan kemudian ....


Syuting film telah berakhir. Hari itu, diadakan jumpa fans juga sesi foto bersama semua aktor-aktris dan kru yang ikut terlibat dalam pembuatan film. Banyak sekali penggemar datang memberikan hadiah atau  bingkisan pada aktor dan aktris kesukaan mereka. Jofferson dan Deborah salah satunya. Mereka berdua paling banyak menerima hadiah dari para penggemar mereka.


Jofferson dan Deborah bergantian mengucapkan kata sambutan dan terima kasih untuk hadiah yang mereka dapatkan.


"Hallo semua ... terima kasih untuk doa dan dukungan kalian semua para penggemar setia. Terima kasih untuk Pak Sutradara, kameramen dan kru yang bertugas dalam pembuatan film 'Cinta Terindah'. Juga para Aktris dan Aktor pendukung. Juga pada Pak CEO agensi. Akhirnya,  setelah sekian lama, kira-kira kurang lebihnya delapan bulan proses syuting. Suka duka kita bersama-sama, semoga semua jerih payah kita membuahkan hasil. Film kita bisa diterima dengan baik dan mendapatkan ranting tinggi. Itu adalah harapan saya pribadi. Terima kasih juga untuk keluarga, yang sudah setia mendoakan dengan segenap hati. Ini bukan akhir dari kami, melainkan awal kami menuju kesuksesan. Terima kasih. Yeahh ... " kata Deborah saat diminta memberikan pidato singkatnya sebelum sesi tanya jawab dengan penggemar dan para wartawan. Pidato Deborah langsung disambut riuh tepuk tangan semua orang.


Jofferson juga mengungkapkan perasaan serupa. Ia berterima kasih kepada penggemarnya yang setia mendukungnya dari awal pertengahan sampai akhir. Pada CEO agensi. Juga pada sutradara dan kru film. Pada rekan Aktor dan Aktris yang ikut terlibat. Juga pada keluarganya. Jofferson menambahkan, tanpa para pendukungnya, ia bukanlah siapa-siapa dan bukanlah apa-apa. Pidato Jafferson juga disambut tepuk tangan meriah.


Pidato dilanjutkan oleh Aktor dan Aktris lain yang juga diperkenankan menyapa para penggemarnya.


***


Beberapa saat sebelum sesi tanya jawab. Jofferson dan Deborah berbincang diruang tunggu. Mereka baru saja selesai membenahi make up mereka.


"Apa kamu gugup?" tanya Jofferson.


Deborah menganggukkan kepalanya pelan, "Ya, aku sangat gugup. Hari ini kan ... hari itu," guman Deborah.


"Ya, hari ini adalah hari yang sudah kita nanti-nantikan. Bersiaplah," kata Jofferson.


Meski sudah berkali-kali mengatur napasnya, Deborah tetap merasa tegang dan gelisah. Ia membayangkan semua kemungkinan yang terjadi sesaat setelah Jofferson mengumumkan keinginan mempersuntingnya.


Jofferson dicari oleh Managernya karena harus bersiap masuk dalam ruangan yang sudah disiapkan khusus.


"Ayo, Joff. Semua orang sudah menunggumu," kata Antonio.


"Ya, aku datang." jawab Jofferson.


Jofferson menatap Deborah dan mengedipkan satu matanya sesaat sebelum pergi meninggalkan Deborah.


"Bora. Sesi tanya jawab akan dimulai. Ayo, sutradara, penulis dan yang lain sudah menunggu." kata Ryan.


"Oh, ya, Kak." jawab Deborah. Ia segera bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Ryan yang berdiri di pintu.


***


Suasana begitu ramai. Banyak penggemar dan wartawan yang hadir di acara jumpa fans itu. Acara kali ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Karena penggemar bisa langsung bertanya pada aktor atau aktris kesukaan mereka tentang film atau hal lain yang ingin diketahui. Dan Aktor atau Aktris yang ditanya diharuskan menjawab. Begitu juga dengan Para awak media yang hadir, mereka semua juga diperkenankan bertanya, jika ingin atau ada yang mau ditanyakan. Ada peraturan yang harus dipatuhi oleh para penggemar atau awak media yang ingin mengajukan pertanyaan. Dilarang keras menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi yang dapat menyinggung perasaan atau merugikan Aktor dan Aktris yang ditanyai.


Begitu acara dimulai. Banyak sekali penggemae yang langsung mengangkat tangan. Dan pihak penyelenggara memilih satu per satu secara acak untuk mereka yang ingin bertanya.


Pertanyaan pertama datang dari seorang wanita muda ya merupakan penggemar berat Jofferson. Wanita muda itu bertanya, bagaimana perasaan Jofferson menjadi seorang Aktor terkenal dan apakah menjadi Aktor adalah mimpi Jofferson?


"Apakah Anda puas dengan hasil yang Anda raih saat ini? Itu saja pertanyaan saya. Mohon dijawab," kata wanita muda itu.


Jofferson tersenyum, "Hallo, pertama-tama terima kasih karena sudah meluangkan waktu Anda datang, Nona. Saya akan menjawab pertanyaan Anda. Pertama tentang perasaan, jujur saya kurang begitu senang dan terkadang merasa bosan. Berakting itu melelahkan. Belum lagi saya harus menghafal dialog yang begitu banyak. Namun, bukan berarti saya setengah hati menjalankan setiap peran saya. Saya tetap berusaha keras untuk menampilkan penampilan terbaik saja. Kedua tentang mimpi, menjadi Aktor bukanlah mimpi saya. Hmm ... saya  tertarik ingin mencoba berakting karena seseorang. Dan kebetulan saat itu ada seorang agensi yang sedang mencari seseorang. Beliay berkata wajah saya itu amat sangat disayangkan kalau tidak tidak ditampilkan. Mimpi saya yang sesungguhnya, adalah mengelola perusahaan besar dan menjadi tokoh utamanya. Ketiga, tentang kepuasan. Sejauh ini saya selalu puas dengan hasil jerih payah saya. Saya bukan orang yang berambisi untuk menjadi terkenal dan menarik perhatian semua orang. Seperti tujuan awal, saya masuk dunia hiburan karena seseorang, dan saya sudah sangat puas bisa melihat juga ehemmm ... berakting dengan seseorang tersebut. Sekian jawaban saya, terima kasih." jawab Jofferson menjelaskan dengan detail.


Pertanyaan berikutnya masih ditujukan pada Jofferson dan ditanyakan oleh seorang wanita lagi. Wanita itu bertanya siapa seseorang  yang dimaksud Jofferson.  Dan apakah seseorang itu adalah idola Jofferson?


"Saya penasaran karena sepertinya Anda sangat senang. Terima kasih," kata wanita itu.


"Hmm ... sebenarnya saya tidak mau mempublish namanya. Akan tetapi karena ini adalah faktor utama  yang membuat saya memasuki dunia hiburan. Maka saya akan dengan jujur menjawab. Seseorang yang saya maksud adalah Deborah Smith. Aktris yang saat ini duduk di samping saya, yang juga merupakan idola saya." jawab Jofferson.


Seketika suasana ramai dan heboh. Pembawa acara menenangkan para penggemar dan wartawan yang ada. Pertanyaan dilanjutkan, kali ini Deborah lah yang ditanyai. Dan pertanyaan itu datang dari salah seorang wartawan.


"Hallo, Nona Smith. Saya Erick dari Perusahaan media iklan HotNews. Saya ingin bertanya terkait skandal yang sempat beredar dan tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Karena kebetulan Anda di sini, bolehkan Anda memberitahu apa yang sebenarnya terjadi? saya penasaran karena sepertinya tak ada sanggahan langsung atau konfirmasi apa-apa dari Anda. Yang menyanggah hanya pihak agensi. Terima kasih," kata wartawan itu dengan sopannya bertanya.


Deborah mengurai senyuman, "Hallo, Pak Wartawan. Memang benar, dari pihak saya maupun Jofferson tidak mengeluarkan berita khusus atau konfirmasi terkait skandal tersebut. Yang sebenarnya terjadi adalah .... (Deborah menjelaskan semuanya. Termasuk soal penguntit yang membuatnya harus pindah tempat tinggal) karena itulah, saya merasa bersalah pada Jofferson dan membawanya ke rumah sakit untuk memeriksa lukanya yang terbuka. Saya diam karena memang sepertinya tak perlu mengatakan apa-apa. Semua yang diberitakan adalah kebohongan. Semoga apa yang saya sampaikan bisa dimengerti dan dipahami. Terima kasih." jawab Deborah.