
โก semua akan indah di masanya, jika sekarang masih menemui kesulitan berarti tandanya sebuah perjalanan belum berakhir โก
**~Ruwaida Zulfi amalia~
๐๐๐๐**
ยค
ยค
ยค
ยค
Kringgg .. kringgg
Bel mulai berbunyi nyaring, itu artinya perlajaran akan segera di lakukan.
banyak siswa yang sedang berlari di koridor dan mulai mencari kelasnya masing-masing setelah mendengar suara bel tersebut.
Zuriel pun sama dengan siswa yang lainnya. hanya saja bedanya dia sangat santai sedangkan siswa lainnya terlihat terburu-buru.
tiba-tiba langkah kaki zuriel berhenti di depan sebuah ruangan. ruangan itu merupakan kelas zuriel. tangannya mulai telulur dan memegang gagang pintu dan mulai memtutar gagang pintu hingga pintu terbuka.
susana kelas yang tadinya berisik kini tiba-tiba hening setelah zuriel memasuki kelasnya.
" tumben lo masuk kelas? " tanya rissa ketika melihat kedatangan zuriel
" udah tobat mungkin" celetuk raisa
" lo pada gimana sih zuriel bolos salah kagak bolos juga salah, jadi maunya apa?" ucap zafa membela zuriel
" ya gak gimana-gimana sih, tapi kan aneh aja gitu dia masuk kelas" ucap rissa
" jadi gw gak boleh masuk kelas?" tanya zuriel
" boleh kok boleh banget" seru raisa
" gw seneng lo udah tobat" lanjutnya lagi
" palingan juga besok tu penyakit bolos kumat lagi" ucap rissa
" kok lo ngomong gitu sih?" ucap zafa
" kenapa?, omongan gw bener ya" ucap rissa
" bener banget gw setuju ama omongan lo haha" ucap zafa sambil ketawa
raisa hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakukan rissa dan zafa. raisa memang yang paling tenang dan bijaksana di antara mereka ber 4.
sedangkan zafa merupakan orang yang paling berisik dan alay di antara mereka ber 4. walaupun seperti itu tapi dia merupakan orang yang ber solidaritas tinggi
Zuriel? kalian bisa menilai sendiri hehe..
~ Back to topic~
zuriel tak lagi menggapi ocahan teman-temannya toh dia juga tidak peduli apa yang di bicarakan teman-teman berisiknya itu.
zuriel melangkah kan kakinya menuju meja yang terletak dekat jendela. tempat duduk ini merupakan tempat duduk favoritnya selain rooftop sekolah.
zuriel kemudian mendudukkan bokongnya di tempat duduk itu dan mulai memandang keluar melalui jendela yang ada dekat tempat duduknya.
dia tak lagi memperdulikan keadaan sekitarnya. dia seperti terhanyut dengan dunia nya sendiri.
kelas yang tadinya berisik itupun tiba-tiba terdiam setelah melihat Buk Meri masuk ke dalam kelas.
" pagi semuanya!!" ucap Buk meri setelah masuk ke dalam kelas
" pagi Buk!!" ucap para murid kecuali zuriel
" sekarang kumpulkan tugas yang ibu beri minggu lalu" ucap Buk meri
setelah mendengar apa yang di ucapkan Buk meri para murid mulai mencari tugas mereka dan mengumpulkan kedepan.
" baiklah, siapa yang tidak mengumpulkan tugas" ucap Buk meri
" saya" jawab seseorang yang tak mengumpulkan tugas
" kamu lagi, kamu lagi, kamu itu sebenarnya niat gak sih sekolah! kerjaannya bikin masalah aja!" ucap buk meri pada murid yang mengumpulkan tugas
"enggak" jawab murid itu
" zuriel!! kamu itu ya selalu saja menjawab omongan saya" ucap buk meri marah
yaps murid yang tak mengumpulkan tugas itu adalah zuriel.
" sudahlah saya capek debat sama kamu, sekarang kamu keluar dan hormat di depan tiang bendera sampai jam pelajaran selesai, jika saya tidak melihat kamu disana saya akan menambahkan hukuman kamu" ucap buk meri tegas
zuriel pun berdiri dari tempat duduknya dan mulai melangkah keluar kelas.
BRAKK
bunyi suara pintu yang di banting oleh zuriel.
semua orang yang ada di dalam kelas itu pun terkaget karekan suara keras itu. ada yang jatuh terduduk dan ada yang refleks membaca istigfar.