Sad Girl

Sad Girl
chapter 7



โ™ก Terkadang ada mimpi yang tidak berjalan sesuai dengan keinginan sekalipun telah di perjuangkan โ™ก


~Zuriel Queensha Athalis~


๐Ÿ›†๐Ÿ›†๐Ÿ›†๐Ÿ›†


ยค


ยค


ยค


ยค


Pagi ini zuriel telah sampai di sekolah nya. entah apa yang merasuki zuriel sehingga dia datang kesekolah dengan sangat pagi. padahal saat ini jam baru menunjukkan jam 6.15 wib.


walaupun jam 6.15 masih sangat pagi, tapi di sekolah telah ada beberapa siswa yang telah datang.


saat ini zuriel tengah berjalan melewati koridor sekolah. dia berjalan dengan tangan di masukkan kedalam saku rok, baju di keluarkan, rambut yang di ikat asal-asalan, tali sepatu warna-warni, tas yang hanya di taruhnya di salah satu bahunya, memakai earphon, dan mulutnya sedang memakan permen lolipop.


Dia benar-benar tak mencerminkan layaknya anak sekolahan. dia seperti preman pasar yang sedang memakai baju anak SMA.


" ternyata enak juga datang pagi-pagi kayak gini, tenang!!" gumamnya dalam hati sambil terus berjalan


zuriel memang gadis yang sangat menyukai ketenangan. dia akan menghajar siapapun yang mencoba mengusik ketenangannya.


ketenangannya tiba-tiba tergangu karna ada yang menabraknya hingga dia jatuh terduduk di lantai.


" anjirr bokong gue " ucap zuriel dalam hati sambil mengelus bokongnya


" eh sorry gw gak sengaja, gw gak liat lo soalnya" ucap orang yang menabrak zuriel sambil mengulurkan tangannya


bermaksud menolong zuriel tapi uluran tangan itu tak di perdulikan zuriel


" hm" gumam zuriel sebagai tanda dia memaafkan orang itu


" Elo!!" teriak orang itu


dan hanya di tanggapi dengan menaikkan satu alisanya oleh zuriel seolah menanyakan sesuatu


" lo yang waktu itu nabrak gw kan" ujar orang itu


yaps! orang itu adalah cowok yang di tabrak oleh zuriel


" kenapa?, masalah " ucap zuriel datar


" ya jelaslah masalah" ucap cowok itu kesal


cowok itu hanya diam mebisu. memang benar apa yang di ucapkan oleh zuriel bahwa dia sudah bertanggung jawab dengan berbuatannya. tapi tetap saja cowok itu tak terima di perlakukan seperti.


" yaudah damai mau?" ujar cowok itu karna dia merasa tertarik pada zuriel


" imbalannya?" tanya zuriel


" gw bakal jadi temen lo, gimana?" ucap cowok itu


" hm, terserah" ucap zuriel


" yaudah deal, sekarang lo temen gw!" seru cowok itu


" kita belum kenalan kan?, yaudah sekarang kita kenalan!" ucapnya


" gw Zalfan Raenald Smith, panggil aja zalfan" ucap cowok itu memperkenalkan diri


" Elo?" tanya cowok itu


"Zuriel" ucap zuriel singkat


" cantik, kayak orangnya" ucap zalfan


zuriel tak manggapi ucapan zalfan dia malah berjalan tanpa memperdulikan zalfan


" eh tunggu dulu!" teriak zalfan sambil mengejar zuriel yang mulai menjauh


zuriel pun berhenti dan membalikkan badannya dan bertanya" kenapa?"


" gw murid baru di sini, bisa gak lo tunjukin di mana ruang kepala sekolah" pinta zalfan


" ikut gw" ucap zuriel


zalfan yang medengar itupun langsung mengikuti zuriel. di dalam perjalanan menuju ruang kepala sekolah tak ada satu pun pembicaraan yang di lakukan keduanya.


zalfan kelihatan seperti tidak nyaman dengan suasana canggung tersebut. tapi tidak dengan zuriel dia terlihat sangat santai.


" duh awkard banget ni susana, mau ngomong tapi ngomong apaan?, orang di sebelah gw aja kayak kagak peduli ama gw" ucap zalfan dalm hati


dia pun mencoba memulai pembicaraan tapi dia urungkan karna tiba-tiba zuriel berhenti di sebuah ruangan.


" sampe, gw duluan" ucap zuriel


" thanks yak" ucap zalfan


Lalu zuriel melangkah kakinya menuju kelas setelah mangantarkan zalfan.