
โก Berusaha terlihat baik-baik saja saat dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. itu berat bro! โก
~Zuriel Queensha Athalis~
๐๐๐๐
ยค
ยค
ยค
ยค
Ditengah hujan yang lebat zuriel masih saja berada di makam orang tersayangnya. dia bahkan tidak lagi memperdulikan dirinya sendiri. dia seperti orang yang kehilangan jiwanya sendiri.
" kalian kenapa ninggalin zuriel sendiri disini? " ucap zuriel sambil memeluk nisan orang tuanya
" kenapa kalian jahat sama zuriel?, kalo kalian mau pergi seharusnya bawa zuriel juga" ucapnya lagi
" zuriel selalu mimpi kalo keluarga kita bakal bisa kumpul bareng lagi"
" sekarang zuriel di sini sama siapa?, gak ada lagi yang peduli lagi sama zuriel hiks" ucap zuriel sambil menitihkan air matanya
" zain lo udah janjikan ama gue kalo kita bakal sama-sama terus tapi kenapa sekarang lo bohong sama gue " ucap zuriel di depan makam saudara kembarnya
" kenapa kalian diem?, kenapa gak jawab pertanyaan zuriel? kenapa hiks.. kenapa" teriak zuriel di depan makam keluarganya sambil terisak
" kalian jahat hiks.. kalian jahat hiks" ucapnya sambil memukul-mukul nisan orang tuanya
" sekarang kalian pergi ninggalin zuriel bahkan zuriel gak tau di mana bang zalfan sekarang. zuriel gak tau harus gimana ngelanjutin hidup zuriel, zuriel gak tau hiks.."
" tiap hari, tiap jam bahkan tiap detik zuriel selalu doa sama tuhan kalo zuriel pengen ketemu kalian, bareng kalian lagi tapi bukan dalam keadaan yang kayak gini"
" bang zalfan lo dimana sekarang?, apa lo tau kalo ayah, bunda dan zain udah gak ada di dunia ini? apa lo juga bakal ninggalin gue sendiri kayak mereka?"
ucap zuriel dengn air mata yang terus menerus keluar
" maaf zuriel selalu ngerepotin kalian"
" maaf zuriel belum bisa banggain kalian"
" zuriel janji kalo kalian bangun lagi, zuriel bakal jadi anak yang baik, yang selalu banggain kalian"
" ayo bangun! jangan tidur terus di tanah di situ dingin ayo bangun hiks.. bangun"
" kalo kalian gak bangun biar zuriel aja yang nyusul kalian ke sana pasti kita bakal sama-sama lagi, tungguin zuriel ya"
Setelah zuriel mengatakan itu dia langsung merogoh saku celananya dan mengambil sebuah pisau lipat. pisau yang selalu di bawanya kemana-mana.
zuriel benar-benar telah hilang akal saat ini. dia benar-benar terlarut dalam kesedihannya. bahkan tubuhnya saat inu hampir membiru karena kedinginan
" tungguin zuriel ya" ucapnya sambil berusaha menggores lengannya sendiri
dunianya hancur jadi untuk apa dia hidup lagi di dunia ini. dia bahkan lupa pada prinsip hidupnya. sekarang yang dia inginkan hanyalah bertemu keluarganya lagi.
" LO GILA HAH!!"
teriak seseorang sambil membuang pisau yang ada di tangan zuriel
" LO BOLEH SEDIH TAPI LO GAK BOLEH NGELAKUIN HAL NEKET KAYAK GINI!!"
" HIDUP GAK SESINGKAT YANG LO KIRA,
WALAU KELUARGA LO UDAH PERGI BUKAN BERARTI HIDUP LO UDAH BERAKHIR DISINI"
teriak seseorang itu pada zuriel sambil memakaikan jaketnya ke zuriel
" masih ada yang peduli sama lo, masih ada temen-temen lo dan masih ada gue" ucap orang itu lembut
" lo tega ninggalin mereka, ninggalin gue lo tega!" ucapnya lagi
zuriel tak membalas perkataan orang itu dia hanya menatap makam keluarganya dengan pandangan kosong.