Sad Girl

Sad Girl
chapter 17



โ™ก Kadang manusia harus sampai kepada titik "KEHILANGAN" untuk mengerti arti sebuah kehadiran, kasih sayang, dan kesetiaan โ™ก


~Zuriel Queensha Athalis~


๐Ÿ›†๐Ÿ›†๐Ÿ›†๐Ÿ›†


ยค


ยค


ยค


ยค


" Lo tau gak sih apa yang lakuin tadi? sadar riel sadar! hidup lo masih panjang. ikhlasin mereka yang udah pergi ninggalin lo, masih ada banyak yang sayang sama lo riel" ucap orang itu menasehati zuriel


zuriel tak bergeming. dia benar-benar larut dalam kesedihannya.


" heh lo emang mudah ngomong kayak gitu, karna lo gak tau apa yang saat ini gue rasain" ucap zuriel sambil tersenyum kecut


" mereka ninggalin gue sendiri, dengan luka yang belum pernah mereka sembuhin"


" harapan yang selama ini gue harapin udah hancur bersama kepergian mereka" sambungnya tanpa menatap lawan bicaranya


" jangan bodoh riel! tuhan pasti ngasih kebahagiaan sama hambanya suatu saat nanti. mungkin sekarang dia ngasih ujian tapi bisa jadi besok dia ngasih kebahagiaan. tuhan gak mungkin ngasih cobaan yang di luar batas kemampuan hambanya" ucap orang itu


" STOP ZAFA!! GAK USAH LO PEDULI'IN GUE. GUE MINTA LO PERGI SEKARANG, GUE MAU SENDIRI!!" teriak zuriel pada zafa


zafalah yang menyelamatkan zuriel dari tindakan bodoh yang di lakukannya. zafa ke pemakaman ini karna dia mau mengunjungi makam neneknya. dia tak sengaja melihat sosok yang tengah bergumam tak jelas sambil menangis. dia seperti mengenali sosok itu, karna sosok itu terasa sangat familiar baginya. dengan rasa penasaran yang tinggi dia mulai mendekati sosok itu. dia terbelalak kaget ketika sosok yang di lihatnya itu merupakan temannya zuriel. dan yang lebih kagetnya lagi dia melihat zuriel mencoba bunuh diri.


" GAK! GUE GAK MAU, GUE GAK MAU LO NGELAKUIN HAL NEKAT KAYAK TADI" teriak zafa


" GUE BILANG PERGI!!" teriak zuriel pada zafa


tiba-tiba zafa langsung menarik zuriel kedalam pelukankannya. awalnya zuriel memberontak tapi ketika mendengar apa yang di katakan zafa dia mulai tenang dan menagis dalam pelukan zafa.


" gak perlu di tahan riel, gue tau lo sedih kalo lo mau nangis, nangis aja ada bahu gue buat sandaran lo. keluarin apa yang lo rasain sekarang, jangan di pendem sendiri


" mereka ninggalin gue sendiri zaf hiks.." ucap zuriel sambil menangis sejadi-jadinya


runtuh sudah pertahanan yang di buat zuriel. dia menyuruh zafa pergi karna dia tidak mau zafa melihat keadaannya sekarang. zuriel benar-benar kacau bajunya kotor terkena lumpur, mata sembab, rambut acak-acakan.


tak hanya penampilannya saja yang kacau tapi hatinya juga kacau.


" sstt mereka gak ninggalin lo, mereka ada disini di dalem hati lo mereka selalu ada di sana" ucap zafa sambil menunjuk dada zuriel


" lo harus kuat, lo gak maukan mereka sedih karna ngeliat lo sedih kayak gini"


sambungnya sambil tersenyum kepada zuriel


zuriel hanya menganggukan kepalanya dan melepaskan diri dari pelukan zafa.


saat ini dirinya mulai sedikit tenang.


" yaudah sekarang kita pulang" ajak zafa


" lo duluan, gue mau kesuatu tempat dulu sebelum pulang" tolak zuriel


" tapi-


ucapan zafa terhenti karna zuriel langsung menyela.


" tenang gue oke kok dan juga gue gak bakal nyoba bunuh diri karna gue gak mau buat lo sedih" ucap zuriel sambil tersenyum. senyum tulus yang jarang di tunjukkannya pada siapapun


" okelah gue duluan udah basah juga baju gue hehe" ucap zafa sambil cengengesan


" hati-hati!, awas lo kalo nekat kayak tadi lagi!" amcam zafa


dan hanya di balas anggukan dari zuriel. setelah mendengar apa yang dikatakan zafa dia langsung pergi meninggalkan pemakaman dan berjalan menuju tempat motornya di parkirkan. begitupun dengan zafa, dia pun langsung menuju mobilnya .


" gue bakal jaga lo zaf, jaga rissa dan raisa juga gue gak bakal biarin kalian sakit. gue janji!!" ucap zuriel dalam hati sambil menaiki motornya