Sad Girl

Sad Girl
chapter 9



♡ Jangan membandingakan satu sama lain, karna manusia di ciptakan berbeda dengan keunggulan masing-masing ♡


~Zuriel Queensha Athalis~


🛆🛆🛆🛆


¤


¤


¤


¤


Saat ini zuriel tengah berdiri di tengah lapangan sambil hormat ke tiang bendera. dia menjadi totonan murid-murid yang lewat. banyak sekali cibiran yang mereka berikan kepaa zuriel.dan zuriel terlihat masa bodoh dengan semua itu.


karna motonya adalah..


'ini hidup gue!, jadi terserah mau gue gimanain hidup gue. gue bakal ngelakuin sesuatu yang bisa bikin hidup gue bahagian. soo terserah lo pada mau niali gue gimana karna itu gak ada faedahnya buat hidup gue. my life is mine!.'


tidak lama kemudian bel mulai berbunyi itu tandanya murid-murid boleh di istirahatkan dan juga hukuman artinya hukuman zuriel juga telah selesai.


kringgg kringgg


bertepatan dengan suara bel itu, Buk Meri pun datang menghampiri zuriel yang tengah melakukan hukumanya.


" ternyata anak itu bertanggung jawab dengan apa yang di lakukannya, hanya saja sifat berandalnya menutupi semuanya" ucap Buk meri dalam hati


seperti yang kalian tau walapun zuriel berandalan tapi dia selalu mempertanggung jawabkan apa yang di lakukannya.


" baiklah kamu boleh istirahat dan ingat kerjakan tugas apa saja yang di berikan oleh guru mengerti!, dan jangan membolos lagi" ucap Buk meri tegas


dan hanya di jawab dengan gumaman oleh zuriel. setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju kantin untuk memberi makan peliharaannya yang tengah demo wkwk.


" Ibu harap kamu bisa berubah zuriel karna kamu itu sebenarnya adalah anak yang baik" ucap Buk meri lirih sambil melihat punggung zuriel yang mulai menjauh


¤


¤


¤


Saat ini di kantin tepatnya di meja paling pojok terdapat 3 orang tengah menunggu kedatangan zuriel.


ya mereka merupakan teman rasa saudara zuriel yaitu raisa, rissa, dan zafa.


" WOYY RIEL SINI!" teriak zafa ketika melihat zuriel


akibat teriakan tersebut orang-orang langsung melihat kearah zuriel. zuriel langsung saja memberikan tatapan membunuh kepada siapa saja yang melihatnya. mereka yang melihat tatapan membunuh zuriel langsung saja menundukkan kepalanya tak berani melihat zuriel.


" anjirr ngapain sih lo pake jitak-jitak pala gue" ucap zafa tak terima


" karna lo berisik! sakit nih kuping gue" ucap rissa


" kalo sakit ya tinggal obatin lah susah amat!" ucap zafa


" lo itu ya-


belum sempat rissa menjawab ucapan zafa, raisa langsung melerai pertengkaran mereka.


" udah-udah gak usah pada berantem, gue disini mau makan bukan mau ngeliatin kalian berantem"


" berisik!, cepet pesen makan!" ucap zuriel ketika sampai di meja tempat mereka berkumpul


" yaudah gue pesen dulu" ucap zafa


" lo pada mau mesen apa" sambungnya lagi


" nasgor minumnya jus alpukat, gak pakek lama!" ucap rissa


" emang gue pelayan lo apa" ucap zafa kesal


" gak usah mulai" ucap raisa ketika melihat mereka mulai bertengkar kembali


" iya deh iya " jawab mereka berdua


" lo mau mesen apa sa?" ucap zafa


" bakso sama es jeruk" jawab raisa


" lo riel mau mesen apa?" tanya zafa kepada zuriel


" samain" jawab zuriel sambil tetap fokus kepada gamenya


memang sejak tadi zuriel tak menggubris pembicaraan teman-temannya dia malah sibuk dengan dunia gamenya.


" yaudah tunggu ya" ucap zafa sambil berlalu pergi


5 menit kemudia zafa telah kembali sambil membawa nampan yang berisikan makanan dan minuman tadi yang di pesan.


" nih makan" ucap zafa sambil meletakkan nampan tadi di atas meja


mereka pun langsung saja mengambil makanan yang ada di nampan. begitupun dengan zuriel dia dengan khitmad menyantap makanannya.


saat mereka sedang asyik makan tiba-tiba meja mereka di gebrak oleh seseorang.


BRAKK