
♡ Lari dari masalah adalah pilihan paling tepat saat kamu sudah tak sanggup lagi mengahadapi masalahmu, walau itu terdengar seperti seorang pengecut ♡
~Zuriel Queensha Athalis~
🛆🛆🛆🛆
¤
¤
¤
¤
Di dalam kamar zuriel tengah sibuk mempersiapkan dirinya. dia akan sekolah hari ini, walau hatinya masih menolak untuk pergi kemana-mana.
Dia akan berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikan luka yang tengag di rasakannnya. dia tak ingin terlihat lemah di depan orang-orang yang di sayangi. dia berusaha untuk tidak terlarut dalam kesedihannya.
" semangat!!, seorang zuriel gak boleh terlihat lemah di depan orang-orang, harus kuat pokoknya" gumam zuriel menyemangati dirinya sendiri
setelah itu dia keluar kamar dengan setelan yang biasa dia gunakan untuk pergi kesekolah.
*~ Skip ~
《 Sekolah》*
zuriel mulai melangkahkan kakinya menuju kelasnya. dia seperti terlihat sangat baik-baik saja, seperti sedang tak mendapatkan sebuah masalah apapun.
saat dia berjalan, banyak orang mulai memperhatikannya. dan jangan lupakan bisik-bisk tetangga yang mereka ucapkan ketika melihat zuriel.
zuriel tak menghiraukan mereka, dia mulai merogoh sakunya dan mengambil earphone miliknya dan memakainya di telinga. agar dia tak mendengar ucapan-ucapan yang tak enak untuk didengarkan.
" WOY RIEL LO KEMANA AJA SIH?, TAU GAK LO ITU BIKIN KITA KHAWATIR, HP GAK AKTIF, DATENG KESEKOLAJ JUGA KAGAK, KEMANA AJA SIH LO?" teriak
zafa heboh saat melihat zuriel masuk kekelas
" iya kemana aja sih lo riel, udah 3 hari lo gak ada kabar" ucap raisa
" lo ada masalah ya?, kalo emang punya masalah cerita kekita, jangan lo pendem sendiri" ucap rissa
lama kelamaan dia mulai terusik dengan pertanyaan yang di lontarkan teman-temannya.
" tanya ke zafa, gue capek mau istirahat dan jangan ganggu gue" ucap zuriel lalu merebahkan kepalanya kemeja
lalu raisa dan rissa mengalihkan pandanganke ke arah zafa. zafa yang di pandang pun paham, dia mulai menceritakan tentang apa yang zuriel alami sebelum dia menghilang tanpa kabar.
~ 5 menit kemudian~
" jadi gitu, tapi gue gak tau kemana dia 3 hari kemarin" ucap zafa setelah menceritakan masalah zuriel
" mungkin dia butuh waktu buat nerima semua itu" ucap rissa bijak
" tumben lo bijak ris, biasanya tu mulut cuman lo gunain buat ngeluarin kata-kata pedes" sindir raisa
" gak boleh hah" ucap rissa geram
" udah woy jangan pada ribut di sini, kasian noh zuriel dia butuh waktu sendiri"
" harusnya kita sebagai temennya itu nyemangati dia saat masa terpuruknya kayak gini, bukannya malah ribut " ucap zafa
" elah lo sok puitis banget"
" tapi iya sih gue setuju ama apa yang lo omongin" ucap rissa
" udah kita biarin aja zuriel sendiri, kalo udah mendingan baru kita samperin lagi" ucap raisa
" lo harus kuat riel, lo gak boleh larut dalam kesedihan lo, masih ada yang sayang sama lo kok" ucap raisa sambil mengelus kepala zuriel
" bener, you are strong girl so don't be sad" ucap rissa sambil menepuk pundak zuriel
" lo dengerkan apa yang mereka ucapin, sesuai ucapan gue lo gak sendiri masih ada mereka, ada gue" bisik zafa di telinga zuriel
tanpa mereka bertiga sadari, zuriel dari tadi mendengarkan apa yang mereka ucapkan. dia benar- benar merasa beruntung memiliki teman seperti mereka.
" gue gak sedih, gue cuman masih gak nyangka aja, makasih banget buat kalian bertiga yang selalu suport gue, entah apa yang terjadi sama gue kalo gak ada kalian" ucap zuriel dalam hati sambil menitikan air mata