Sad Girl

Sad Girl
{Chapter 40}



"Alvaro sayang Aleta dan selamanya akan tetap seperti itu."


Happy Reading ❤


Maaf kalau banyak typo ❤


🍁


Tanpa terasa sudah setahun berlalu setelah kejadian itu, Aleta kini menjalani hari-harinya dengan bahagia karena sudah mempunyai banyak teman, mempunyai Ibu angkat yang sebaik Milka, lalu bersama kembali dengan Reyhan, dan juga memiliki Alvaro di sisinya.


Kini ia juga sudah bisa berjalan setelah belajar berjalan selama beberapa bulan. Alvaro selalu menuntunnya ketika ia belajar berjalan, ketika ia akan terjatuh Alvaro akan langsung memeluknya lalu memberikannya semangat.


Kini ia berada di luar kelas memandangi langit yang tampak mendung, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.


Aleta tersenyum tipis ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, sudah ia tebak orang yang memeluknya itu pasti adalah Alvaro.


Tebakannya itu benar, Alvaro memeluk Aleta dari belakang lalu ia menaruh dagunya di bahu Aleta. "Kenapa di luar? Di luar dingin Ta mending masuk ke kelas," ucap Alvaro pelan.


Alvaro sudah memutuskan untuk pindah ke kelas yang sama dengan Aleta karena ia ingin terus menjaga Aleta, ia tidak akan membiarkan siapapun lagi melukai kekasihnya.


Alvaro melepaskan pelukannya lalu ia beralih ke depan Aleta, ia melepaskan jaketnya lalu ia memasangkan jaketnya ke tubuh Aleta. Ia melipat lengan jaketnya yang tampak kebesaran di tubuh Aleta.


"Gue gak mau kalau lo sampe kedinginan," jelas Alvaro.


Aleta tersenyum menatap Alvaro. "Makasih Al," ucap Aleta tulus.


"Kalian tetep aja romantis ya padahal udah lama kenal, bikin orang iri aja deh," sahut Dewi yang kini berdiri di samping Aleta.


"Ekh katanya guru bakal rapat jadi kita bebas mau ngapain aja," sahut Ratna.


Teman-teman sekelas Aleta kini sudah berkumpul di depan kelas. "Gimana kalau misalnya turun hujan kita hujan-hujanan sama-sama," saran Aleta pada teman-temannya.


Teman-temannya langsung menyetujui ucapan Aleta. "Bener tuh kata Aleta, gue setuju banget," sahut Amel.


"Ide bagus Ta, gue setuju banget, pasti seru banget kalau hujan-hujanan sama-sama ya kan," ucap Dewi.


Aleta menatap Alvaro dengan senyuman lebarnya. "Kamu setuju kan Al?" tanya Aleta.


Alvaro menghembuskan napas kasar lalu ia mengulurkan tangannya menyelipkan anak rambut Aleta ke belakang telinga. "Gak. Gimana kalau nanti lo sakit? Gue gak mau ya ngeliat lo sakit Ta," ucap Alvaro.


"Alvaro perhatian banget ya sama Aleta," ucap Indri yang merasa senang dengan kedekatan Aleta dengan Alvaro.


Aleta mengerucutkan bibirnya lalu ia menampilkan puppy eyes-nya agar Alvaro mengijinkannya untuk hujan-hujanan. "Plis Al, ijinin aku hujan-hujanan ya," pinta Aleta.


Alvaro menghembuskan napas pelan, ia tidak tega kalau sudah melihat Aleta seperti ini, ia tidak akan bisa menolak permintaan Aleta. "Oke, tapi lo harus janji satu hal sama gue," ucap Alvaro.


Aleta menaikkan satu alisnya. "Janji apa Al?" tanya Aleta penasaran.


Aleta tersenyum tipis ketika tiba-tiba Alvaro memeluknya. Orang-orang yang melihat kemesraan Aleta dengan Alvaro hanya bisa beristighfar karena kemesraan Aleta dengan Alvaro selalu berhasil membuat mereka merasa iri, rasanya mereka ingin sekali menjadi wanita seberuntung Aleta yang mendapatkan laki-laki seperti Alvaro.


"Lo harus janji jangan sakit tanpa seijin gue, oke," ucap Alvaro lembut.


Teman-teman Aleta langsung bersorak heboh. "Aduh tolong dong di sini banyak yang jomblo, gak sehat nih buat yang jomblo," sahut Ratna.


Rintik hujan mulai turun. Mereka berteriak senang dan langsung berlari ke tengah-tengah lapangan untuk hujan-hujanan.


Aleta melepaskan jaket yang diberikan Alvaro lalu ia menaruhnya di atas mejanya. Aleta tidak sengaja bertatapan dengan Laura yang tengah duduk sendirian di dalam kelas.


Aleta mendengar kalau baru-baru ini keluarga Laura mengalami bangkrut jadi tidak ada yang mau berteman dengannya lagi.


Aleta mendekati Laura lalu ia mengulurkan tangannya kepada Laura. "Ayo keluar Ra," ajak Aleta sambil tersenyum manis.


Laura hanya menunduk, rasanya ia tidak pantas diperlakukan baik oleh Aleta karena dulu ia sangat jahat pada Aleta.


Aleta menepuk bahu Laura pelan. "Lupain masa lalu, kita buat kisah yang baru sama-sama. Aku udah maafin kamu Ra," ucap Aleta jujur.


Laura mendongakkan kepalanya menatap Aleta. Laura menerima uluran tangan Aleta lalu ia keluar kelas bersama Aleta.


Aleta tersenyum lebar pada Alvaro yang menunggunya di depan kelas. Aleta menggenggam tangan Alvaro dan tangan satunya lagi menggenggam tangan Laura.


Aleta membawa Alvaro dan Laura berlari ke tengah-tengah lapangan bersama teman-teman yang lainnya.


"Aleta! Sini buruan gabung sama kita!" teriak Dewi yang sudah berada di tengah-tengah lapangan.


Aleta, Alvaro, dan Laura sudah bergabung di tengah-tengah lapangan. Aleta menatap Laura sambil tersenyum lalu ia memeluk Laura. "Tumpahin seluruh kesedihan kamu di sini, orang-orang gak bakal tau kalau kamu lagi nangis," bisik Aleta pada Laura.


Laura membalas pelukan Aleta erat. "Makasih Ta, dan maafin gue karena dulu gue jahat banget sama lo, maafin gue Ta," Laura menumpahkan seluruh kesedihannya dan ia menangis dengan keras.


Sebuah lagu terdengar dari speaker sekolah. Lagu indah yang mengalun merdu.


Aleta menatap Alvaro dan Alvaro juga menatap Aleta.


Mereka saling menatap dan mengutarakan isi hati mereka masing-masing tanpa perlu berkata-kata karena mata mereka sudah saling menjelaskannya.


Mereka berdua berdansa di tengah derasnya hujan, mereka menikmati momen-momen seperti ini dalam hidup mereka.


Alvaro memeluk Aleta dari belakang lalu ia membisikkan sesuatu ke telinga Aleta. "I love you my Princess," bisik Alvaro.


Alvaro membalik badan Aleta agar mereka bisa kembali saling menatap satu sama lain.


Aleta tersenyum lebar menatap Alvaro, Aleta terlihat benar-benar bahagia sekarang. Aleta mengulurkan tangannya menyentuh pipi Alvaro lalu ia mengelusnya pelan. "Kamu kebahagiaanku yang paling nyata Al. Kamu benar-benar kebahagiaanku. I love you Alvaro," ungkap Aleta.


Alvaro tersenyum lebar lalu ia mengangkat tubuh Aleta tinggi-tinggi dan berputar sambil terus mengangkat tubuh Aleta. "AlVARO SAYANG ALETA! DAN SELAMANYA AKAN TETAP SEPERTI ITU!" teriak Alvaro di tengah derasnya hujan.


🍁


Gimana part ini? Semoga berhasil buat kalian baper ya :v


Apa kabar kalian? Semoga baik-baik aja ya. Jaga kesehatannya ❤