
♡ Terkadang berdamai dengan masa lalu merupakan pilihan terbaik dalam hidup, tapi apakah semudah itu melakukannya? ♡
~Zuriel Queensha Athalis~
🛆🛆🛆🛆
¤
¤
¤
¤
FlashBack》**>>**
Di taman tempat biasa yang sering digunakan untuk tempat berkumpulnya keluarga zuriel ketika sedang waktu libur.
" abang, zain main petak umpet yuk" ajak zuriel kecil pada kakak-kakaknya
" ayok!! tapi bilang dulu sama ayah dan bunda" ucap zain semangat
" bang zalfan aja ya yang bilang" ucap zuriel
" iya-iya apasih yang gak buat zizinya abang" ucap zalfan sambil mencubit pipi gembul milik zuriel
" ahh abang sakit tauk" rengek zuriel sambil mengelus pipinya
" udah-udah kapan mainnya kalo kalian becanda terus" ucap zain kesal
" yaudah abang bilang dulu ya sama ayah dan bunda" ucap zalfan sambil berlari menuju tempat ayah dan bundanya sedang duduk
" bunda, ayah kita mau main petak umpet boleh kan?" ucap zalfan pada kedua orang tuanya
" iya hati-hati ya, jangan jauh-jauh mainnya" ucap bunda zalfan lembut sambil mengelus kepala zalfan
" siap bos" ucap zalfan sambil hormat kepada orang tuanya
" hahaha bisa aja kamu" ucap ayah zalfan sambil tertawa geli melihat tingkah konyol anaknya
" bisa dong kan anak ayah serba bisa hehe" ucap zalfan sambil cengengesan
" ABANG CEPET!!" teriak zuriel
" IYA-IYA BENTAR" teriak zalfan tak kalah kencang
" tuh adik kamu udah marah cepet kamu kesana entar ngambek loh dia" ucap ayah zalfan
" iya ayah, zalfan kesana dulu ya bye" ucap zalfan
setelah mengatakan itu zalfan langsung berlari meninggalkan orang tuanya lalu menuju ketempat adik-adiknya berada.
kedua orang tuanya pun hanya bisa tersenyum melihat ke akraban anak-anaknya.
" lama amat sih abang" ucap zain kesal karna bosan menunggu
" iyadeh maaf"
" siapa nih yang mau jaga" ucap zalfan
" gimana kalo kita suit aja? yang kalah yang jaga" usul zain
" ayok suit" ucap zuriel bersemangat
mereka pun mulai bersuit hingga..
" yahh aku kalah" ucap zuriel lesu
" yeey zuriel yang jaga"
" udah sana ke pohon terus hitung sampe 10 ya, jangan ngintip" ucap zain
setelah itupun zuriel menghitung sampai 10. lalu dia pun mulai mencari keberadaan kakak-kakaknya.
dia mulai mencari di sekitar semak-semak tapi dia tidak menemukan siapa-siapa. hingga dia mulai mencari di balik pohon dan..
" Dorr" teriak zuriel mengagetkan zain yang sedang bersembunyi di balik pohon
" haha zain ketahuan" ucapnya lagi sambil tertawa
" cepet banget sihh nemuinnya" ucap zain
" iya dong kan zuriel hebat" ucap zuriel sombong
" sekarang zain bantuin cari abang ya" sambungnya
" iya-iya"
" aku kesana, kamu kesana ya" ucap zain sambil menunjuk arah kanan dan kiri
zuriel hanya menganguk. dia mulai mencari keberadaan zalfan di mana. lama-kelamaan dia mulai kesal karan tak menemukan zalfan dimana pun. rasa kesal itupun makin lama menjadi rasa khawatir. lalu dia berlari mencari keberadaan zain untuk menanyakan apakah zalfan telah di temukan.
" zain kamu udah ketemu belum sama abang" ucap zuriel ketika melihat keberadaan zain
zian pun hanya menggelengkan kepalanya. sambil berkata " enggak, gimana kalo kita cari di tempat ayah sama bunda mungkin abang ada di sana"
zuriel hanya menganggukkan kepala. lalu mulai berlari menuju tempat dimana ayah dan bundanya sedang duduk. zain pun mengikuti langkah zuriel dari belakang.
" ayah, bunda liat abang gak" tanya zuriel pada orang tuanya
" loh bukannya kalian tadi lagi main ya" ucap ayah zuriel
" iya kita tadi lagi main petak umpet tapi pas kita nyari abang gak ketemu-temu" ucap zain menjelaskan
" hah kok bisa sih, kan bunda udah bilang jangan jauh-jauh mainnya" ucap bunda zuriel
" hiks.. ini semua karna zuriel, kalo bukan zuriel ngajak main pasti abang gak akan hilang hiks.." ucap zuriel sambil menangis
" cup cup bukan salah kamu kok, pasti abang masih ada di sekitar sini" ucap ayah zuriel sambil menenangkan zuriel
" kita pulang dulu, trus kita lapor ke pihak berwajib" sambungnya
mereka pun mulai memasuki mobil dan berjalan menuju mansion mereka. zuriel tertidur di dalam mobil karna lelah meanangis terus. mobil mereka pun berhenti di depan mansion yang cukup mewah tapi elegan.
" ayah mau ke kantor polisi dulu ya" ucap ayah zuriel setelah menaruh zuriel ke dalam kamar
" bunda ikut ya yah" ucap bunda zuriel
" zain juga mau ikut, boleh ya yah" ucap zain
" gak usah kamu di rumah aja sama zuriel temenin dia" ucap bunda zuriel
" enggak pokoknya mau ikut" paksa zain
" yaudah ayo, kita berangkat sekarang" ucap ayah zuriel
mereka mulai pergi meninggalkan mansion lalu menuju kantor polisi. tapi sayangnya sebelum mereka sampai di tempat tujuan, mereka mengalami kecelakaan beruntun yang di akibatkan olengnya sebuah truk besar. jasad mereka entah kemana karna mobil mereka masuk ke dalam sebuah sungai di tepi jalan.
zuriel yang medapat kabar itu langsung menangis sejadi-jadinya. dia mengurung diri di dalam kamar tak berniat keluar walau cuman seseti saja. dia selalu menyalahkan dirinya karna kejadian itu. hanya ada bik ina yang selalu merawatnya sampai sekarang.
itulah awal mulai berubahnya sifat zuriel. zuriel yang dulu selalu ceria dan tersenyum, menjadi zuriel yang berwajah datar dan dingin.
dia menutup diri dari kehidupan luar dan mulai membangun dunianya sendiri. hingga muncullah teman-teman zuriel yaitu raisa, rissa dan zafa. mereka yang perlahan-lahan merubah sifat zuriel menjadi lebih terbuka sedikit. dan jadilah dia yang sekarang.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
**pasti bingungkan apasih yang terjadi sama zuriel.
nih sekarang author kasih informasinya.
selamat membaca:)**