
♡ Entahlah, gue berusaha buat bisa bertahan di dunia ini sendirian tapi nyatanya setiap gue udah bisa bertahan, tuhan selalu mendatangkan masalah yang selalu bisa bikin gue nyerah sama hidup gue♡
~Zuriel Queensha Athalis~
¤
¤
¤
¤
Athor POV
Di dalam sebuah ruangan yang cukup gelap, hanya ada sebuah cahaya yang menerangi kegelapan tersebut. cahaya itu merupakan cahaya yang di hasilkan oleh komputer yang sedang di otak-atik oleh seorang gadis. sesekali gadis itu menyeringai sambil menatap layar komputernya.
gadis itu adalah zuriel! dia saat ini sedang duduk di meja dengan komputer di depannya. yaps! dia saat ini sedang berada di dalam markasnya untuk melakukan misi yang di minta daffa.
sebenarnya dia tidak ingin melakukan misi kali ini karna dia sangat tidak suka di paksa tapi setelah mendengarkan penjelasan yang di berikan oleh daffa dia mulai sedikit tertarik dan apa lagi setelah dia mendengar imbalan yang di berikan daffa dia mulai semangat untuk melakukan misi ini.
zuriel tidak takut jika identitasnya terbongkar hanya saja dia lebih suka seperti ini duduk dalam kesendirian dan tak di ganggu oleh siapapun. sebisa mungkin dia menjaga ketenangannya jadi karena itu dia akan melakukan apapun agar ketenangannya tetap terjaga.
dan jika sampai daffa membocorkan identitasnya dia akan mengejar daffa hingga ke ujung dunia sekali pun. dan akan pelan-pelan menyiksanya hingga dia akan memilih kematian dari pada hidup dalam penderitaan.
zuriel menyeringai saat menemukan apa yang dia cari. pekerjaan ini seperti hiburan tersendiri untuk dirinya.
semua data-data yang diminta oleh daffa sekarang telah berada di tangannya.
《Room chat》
Zuriel
apa yang lo minta udah gue kirim
sekarang imbalan gue!
Daffa
oke udah masuk
tenang aja gue gak bakalan nipu lo kok
Zuriel
Daffa
sabar nih
jln mentari pagi, Bandung
apa yang lo cari ada di situ, dan itu semua asli karna gue sendiri yang mastiin sebelum gue kasih ini ke lo
Setelah menerima pesan dari daffa. zuriel tak lagi membalasnya. dia langsung mematikan semua komputer miliknya yang masih menyala. setelah di rasa semua komputernya sudah mati dia langsung bergegas keluar dari markasnya.
sesampainya dia di luar markas dia langsung menaiki motornya dan melesat pergi dari markasnya.
di tengah jalan dia mulai memikirkan apa sebenarnya yang ada di tempat itu?
apa benar yang selama ini dia cari ada di tempat itu?
bagaimana jika semuanya berakhir dengan sebuah kekeceawaan kembali?
apakah kebahagiannya akan kembali seperti apa yang selama ini di harapkannya?
dari mana daffa mengetahui semua itu?
apa yang di berikan oleh daffa itu asli atau semuanya hanyalah akal-akalnnya saja?
dan siapa daffa sebenarnya?
semua pertanyaan itu saat ini ada dalam benaknya. dia memikirkan semua itu hingga dia tidak sadar telah sampai di depan mansionnya.
dia berencana besok baru akan pergi ke bandung untuk mencari semua kebenaran dan jawaban atas semua pertanyaan yang ada di dalam benaknya.
sesampainya dia di dalam mansion dia langsung masuk kedalam kamarnya. setelah sampai di kamarnya dia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasurnya.
di dalam kamar dia kembali memikirkan apa yang sebenarnya ada di tempat itu.
sangking lamanya dia memikirkan itu, rasa kantuk mulai mengahampirinya dan lama kelaman dia terlelap ke dalam dunia mimpi.