Sad Girl

Sad Girl
{Chapter 41}



"Setiap harinya aku selalu bangga punya kamu."


Happy Reading ❀


Maaf kalau banyak typo ❀


🍁


Saat jam menunjukkan pukul satu siang Aleta dan Alvaro memutuskan untuk pulang karena guru mengijinkan murid-muridnya untuk pulang atau tetap berada di lingkungan sekolah.


Hujan masih deras jadi Aleta dan Alvaro tidak mengganti pakaian mereka hanya saja Alvaro memakaikan jaketnya pada Aleta karena seragam sekolah Aleta sedikit tembus pandang.


Alvaro dan Aleta berjalan bergandengan tangan ke arah parkiran.


"Aleta!" panggil Melati di tengah derasnya hujan.


Aleta menghentikan langkahnya lalu ia menoleh ke belakang dimana asal suara itu berasal. Aleta tersenyum pada Melati.


Melati mendekati Aleta. "Kamu kenapa hujan-hujanan? Kalau kamu sakit gimana?" tanya Melati khawatir.


Melati sudah menyadari kesalahannya kalau ia bersikap sangat jahat pada Aleta tapi Aleta selalu bersikap baik padanya dan tanpa sadar sikap Aleta membuatnya mulai menyayangi Aleta.


Aleta menggenggam tangan melati. "Ibu gak usah khawatir ya aku baik-baik aja kok, mending Ibu pergi ke ruang guru, di sini dingin Bu jangan sampe Ibu yang sakit," ucap Aleta lembut.


Aleta menyalami punggung tangan Melati lalu berpamitan pergi pada Melati. "Alvaro, jagain Aleta ya," pinta Melati pada Alvaro.


Alvaro tersenyum lalu mengangguk. Alvaro menaiki motornya lalu ia menyalakan mesin motornya. Aleta naik ke motor Alvaro lalu dengan cepat ia melingkarkan tangannya di perut Alvaro.


Sebelum menjalankan motornya Alvaro lebih dulu mengelus punggung tangan Aleta. "Inget ya, jangan sakit tanpa seijin gue, gue gak suka kalau liat lo sakit. Oke Sayang?"


Aleta tersenyum tipis lalu ia menyenderkan kepalanya di punggung Alvaro. "Iya Sayang," jawab Aleta.


Alvaro melanjutkan motornya dengan kecepatan sedang. Jalanan lumayan sepi karena sedang hujan.


"Al, kamu tau gak? Aku suka banget sama hujan. Hujan tuh hebat ya Al, walaupun dia udah jatuh berkali-kali tapi dia tetap kembali dan siap untuk jatuh kembali. Aku juga pengen seperti hujan saat aku jatuh berkali-kali aku pengen bangkit lagi dan lagi," ucap Aleta.


"Saat lo jatuh, gue bakal langsung ulurin tangan gue buat ngebantu lo bangun, dan gue bakal berdiri di samping lo sambil genggam tangan lo. Lo tau? Gue juga suka hujan, dan yang paling gue suka itu... Tentu aja kamu Sayang," ungkap Alvaro.


Alvaro selalu bisa membuat jantungnya berdebar hebat. "Aku juga suka kamu," balas Aleta.


Alvaro memberhentikan motornya ketika lampu merah. Aleta menatap seorang anak laki-laki yang berumur lima tahun sedang menjualkan jas hujan pada orang-orang yang lewat.


"Al, bisa berhentiin motor kamu dulu? Aku mau beli jas hujan dari anak itu," ucap Aleta sambil menunjuk anak laki-laki itu.


Saat lampu hijau Alvaro kembali memberhentikan motornya di depan sebuah restoran. Aleta turun dari motor lalu dengan segera ia mendekati anak laki-laki itu.


"Dek, Kaka mau beli dong semua jas hujan kamu," ucap Aleta pada anak laki-laki itu.


Anak laki-laki itu tampak senang mendengarnya ia langsung memberikan semua jas hujannya pada Aleta.


Aleta menarik anak laki-laki itu untuk berteduh di sebuah toko. Aleta mencari dompetnya yang ada di dalam tasnya lalu ia memberikan dua lembar uang merah pada anak laki-laki itu.


"Ka, ini kebanyakan uangnya," ucap anak laki-laki itu pada Aleta lalu ia mengembalikan dua lembar uang merah itu pada Aleta.


Aleta tersenyum tipis. "Lebihnya buat kamu simpen aja Dek," balas Aleta sambil mengelus rambut anak laki-laki itu.


Anak laki-laki itu tersenyum lebar lalu ia mencium punggung tangan Aleta. "Makasih Ka," ucap anak laki-laki itu tulus.


Alvaro, Aleta, dan anak laki-laki itu duduk di kramik toko itu kebetulan toko itu sedang tutup. Alvaro memberikan sebungkus makanan pada anak itu. "Ini, dimakan ya Dek," ucap Alvaro.


Alvaro membukakan bungkus makanan Aleta dan anak laki-laki itu. Anak laki-laki itu berdoa sebelum makan lalu setelah itu ia langsung menyantap nasi padangnya.


"Kamu gak makan Al?" tanya Aleta.


Alvaro menggeleng. "Gue gak laper Ta," jawab Alvaro.


Alvaro menyelipkan anak rambut Aleta ke belakang telinga, bukan karena takut anak rambut itu akan menganggu Aleta saatΒ  Aleta makan tapi ia ingin memandangi wajah Aleta tanpa ada penghalang.


Aleta menyodorkan sesuap nasi padang pada Alvaro. Alvaro langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan membiarkan nasi padang itu masuk ke dalam mulutnya, ia tidak akan menolak kalau Aleta yang menyuapinya.


Alvaro menyenderkan kepalanya di bahu Aleta. "Kayanya gue emang gak bakal bisa nolak apapun permintaan lo Ta, tapi ada satu hal yang bisa gue tolak. Yaitu, saat lo nyuruh gue pergi dari hidup lo. Gue bakal langsung nolak itu, gue gak mau pergi karena lo tempat kebahagiaan gue berada Ta," ucap Alvaro pelan.


Aleta mengulurkan tangannya mengelus rambut Alvaro. "Aku gak mungkin nyuruh kamu pergi Al, kamu tau kenapa? Karena kebahagiaan aku tercipta karena ada kamu," terang Aleta.


Setelah selesai makan anak laki-laki itu berpamitan pergi pada Aleta dan tidak lupa anak laki-laki itu juga mengucapkan terima kasih pada Aleta dan Alvaro.


Sebelum anak laki-laki itu pergi Alvaro memberikan tiga bungkus nasi padang untuk keluarga anak laki-laki itu, anak laki-laki itu kembali mengucapkan terima kasihnya pada Aleta dan Alvaro. "Makasih banyak ya Ka, semoga perbuatan baik Kaka dibalas sama Allah," ucap anak laki-laki itu.


"Aamiin," ucap Aleta dan Alvaro.


Saat hujan reda Aleta dan Alvaro berjalan mencari orang yang membutuhkan makanan dan jas hujan.


Aleta dan Alvaro melihat seorang Kakek-kakek sedang mengoyak-oyak tempat sampah. Sepertinya Kakek itu sedang mencari sesuatu.


Aleta dan Alvaro mendekati Kakek itu. "Kek, Kakek cari apa?" tanya Aleta.


Kakek itu melirik Aleta. "Saya lagi cari makanan sisa Dek buat Cucu-cucu saya, kasian Cucu-cucu saya belum makan dari kemarin," jawab Kakek itu.


"Kakek punya Cucu berapa?" tanya Alvaro.


"Saya punya tiga Cucu Dek, Ibu dan Ayah mereka sudah meninggal jadi saya yang harus ngurus mereka. Tapi saya malah memberikan hidup yang tidak layak pada mereka," curhat Kakek itu merasa bersalah pada Cucu-cucunya.


Alvaro memberikan lima nasi padang pada Kakek itu. "Ini buat Kakek dan Cucu-cucu Kakek," ucap Alvaro


Aleta memberikan empat jas hujan dan dua lembar uang merah pada Kakek itu. "Waktu hujan, jas hujannya dipake ya Kek, jangan sampe Kakek sakit. Aku punya sedikit uang buat Kakek diterima ya Kek," ujar Aleta


Kakek itu menerima pemberian dari Aleta dan Alvaro. Kakek itu bersyukur karena masih ada orang yang mau membantunya. "Ya Allah... Makasih banyak ya Dek, makasih," ucap Kakek itu tulus.


Aleta dan Alvaro kembali mencari orang yang membutuhkan, mereka merasa senang karena bisa membantu orang lain.


Aleta dan Alvaro sudah membagikan nasi padang dan jas hujannya pada orang-orang yang membutuhkan, mereka juga memberikan sedikit uang mereka pada orang-orang itu.


Alvaro kembali melajukan motornya dan Aleta kembali menyenderkan kepalanya di punggung Alvaro. "Aku bangga punya cowok sebaik kamu Al," gumam Aleta.


Alvaro tersenyum tipis mendengar itu. "Setiap harinya aku selalu bangga punya kamu Sayang," balas Alvaro. Alvaro memang akhir-akhir ini sering ngomong aku-kamu pada Aleta hanya saja ia masih belum terbiasa.


🍁


Menurut kalian gimana part ini? Coba dong komen πŸ˜„


Apa kabar? Semoga kalian baik-baik aja ya. Jaga kesehatannya ❀