
โก Biarkan aku sendiri sebentar saja, aku tak sanggup bila harus terlihat kuat di depan kalian โก
~Zuriel Queensha Athalis~
๐๐๐๐
ยค
ยค
ยค
ยค
kringg kringgg
bel istirahat mulai berbunyi nyaring di sekolah Tunas Bangsa. inilah yang di tunggu-tunggu oleh murid-murid di sekolah ini. bagi mereka ini adalah surga dunia ke 2. yang pertama adalah bel pulang sekolah.
murid-murid mulai berbondong-bondong menuju kekantin. termasuk juga zuriel and the gank. mereka ber 4 telah duduk di kursi favorit mereka yang ada di kantin.
" mau mesen apa, biar gue yang mesenin" ucap raisa
" bakso sama es jeruk, gak pake lama!!" ucap zafa
" gue disini bukan babu lo ya!, kalo mau cepet pesen aja sendiri " ucap raisa marah
" wowo selow respon bro " ucap zafa
" zafa lo itu ya!! ngeselin banget " ucap raisa
jadilah mereka berdua berdebat, zuriel? dia sudah masuk ke dalam dunia gamenya sejak tadi. sedangkan rissa dia hanya memperhatikan zafa dan raisa berdebat, namun lama kelamaan dia mulai risih ketika mendengar teriakan zafa yang membahana.
" woy!! diem kenapa sih, mesen makanan aja di permasalahin. sini gue aja yang mesen!, nunggu kalian keburu mati kelaperan gue!!" ucap rissa pada zafa dan raisa
raisa dan zafa hanya diam tanpa suara. mereka tak berani menjawab ucapan rissa, jika mereka menjawab maka rissa akan memulai ceramah panjangnya.
" elo sih " ucap zafa menyalahkan raisa
" kok gue, kan lo yang mulai " ucap raisa tak terima dia salahkan
" diem gak!! " ucap rissa
" cepetan mau mesen apa?" sambungnya lagi
" nasgor sama jus alpukat " ucap raisa
" gue bakso sama es jeruk " ucap zafa
" zuriel, mau apa lo?" tanya rissa pada zuriel yang masih sibuk dengan gamenya
" terserah" ucap zuriel acuh tak acuh
" hm" gumam zuriel sebagai jawaban
setelah mendengar itu rissa langsung mengantri untuk memesan makanan.
tak lama dia kembali menuju meja teman-temannya dengan sebuah nampan yang berisi makanan.
" nih " ucap rissa sambil menaruh nampan tadi di atas meja
" azekk makan!! " ucap zafa
" norak banget sih lo " ucap rissa mengejek zafa
" serah guelah, orang hidup-hidup gue!" ucap zafa
rissa mengalah kali ini, dia sedang tak ada mood untuk meladeni zafa.
lalu mereka makan dengan tenang dan di temani guyonan garing dari zafa.
mereka tertawa, tapi tidak dengan zuriel. biasanya dia akan tersenyum saat mendengar guyonan yang teman-temannya lakukan. tapi tidak kali ini, dia hanya menunjukkan raut wajah datar tanpan ekspresi, seperti sebuah mannequin yang sedang di pajang.
" hai!, boleh gabung gak?" ucap seseorang dari arah belakang mereka
" oh abang! gabung aja" ucap raisa
ya! orang itu adalah raka and the gank. padalah banyak meja yang masih kosong di kantin. mungkin hanya modus mereka saja!
" boleh kan? " tanya raisa pada teman-temannya
" boleh " ucap zafa
satu kata yang di ucapkan zafa sudah mewakilkan teman-temannya. zuriel tak mau mengucapkan kata-kata apapun. mulutnya terasa sangat berat untuk mengucapkan sebuah kata.
dampak kematian orang tuanya, sangat besar padanya. zuriel yang dulu sudah dingin kini bertambah dingin.
raka and the gank pun langsung duduk ketika sudah di perbolehkan oleh zuriel and the gank.
tiba-tiba ada yang menabrak zuriel sehingga hp yang di genggamnya pun terlepas dari tangannya.
" sorry gue gak sengaja, sorry ya gue bakal gak ganti kok " ucap orang itu meminta maaf pada zuriel
" gak usah " ucap zuriel lalu pergi meninggalkan teman-temannya
moodnya benar-benar hancur sekarang. dia berusaha agar selalu terlihat kuat di hadapan teman-temannya.
dia memilih pergi sebelum dia lepas kendalinya. dia melangkah tanpa tujuan, dia pasrah mengikuti kakinya yang membawanya entah kemana. dia butuh waktu sendiri saat ini.
To Be Continue:)