Sad Girl

Sad Girl
{Chapter 36}



"Allah selalu tahu bagaimana caranya membuat hambanya bahagia."


Happy Reading ♥


Maaf kalau banyak typo ♥


🍁


Tanpa terasa Aleta sudah seminggu di rumah sakit, luka-lukanya belum sembuh total. Aleta ingin sekali ke makam Oma tapi Alvaro tidak mengijinkannya karena ia belum sembuh total.


Aleta mendengar kalau Reyhan sekarang tinggal di rumah Niki, ia senang karena masih ada orang baik yang mau menolong Reyhan.


Aleta melirik brankar di sampingnya yang terdapat wanita seumuran dengannya. Ada tiga brankar di sini dan tiga-tiganya sudah di tempati termasuk oleh dirinya.


"Mama aku bosen makan ayam terus, aku pengen makan spageti atau ramen gitu," ucap Anastasia seorang perempuan yang dirawat di sampingnya.


"Iya Sayang nanti ya kalau kamu udah sembuh," balas Mamanya.


Aleta mendengar kalau Anastasia sakit tipes dan perempuan yang dirawat di depan Anastasia memiliki penyakit maag kronis.


"Bu, aku pengen makan ayam! Pokonya aku mau makan ayam!" pinta Sasha perempuan yang memiliki penyakit maag kronis itu.


Pika yang merupakan Ibu Sasha hanya bisa menunduk. "Maaf Nak, Ibu belum punya uang buat belinya," ucap Pika merasa tidak enak pada anaknya sendiri.


"Ibu gak berguna banget sih! Aku lagi sakit Bu, aku pengen makan ayam goreng!" sentak Sasha.


Aleta melirik Pika kasian lalu ia menatap plastik hitam di atas laci rumah sakit yang ada di sampingnya, plastik itu berisi ayam goreng yang telah dibeli oleh Alvaro untuknya. Alvaro sedang berbicara dengan polisi yang sedang mencari keberadaan Mia di luar.


Aleta turun dengan perlahan dari brankar lalu ia duduk di kursi rodanya yang ada di sampingnya. Sebelum itu ia menaruh cairan infusnya di tiang infus yang sudah tersedia di kursi rodanya.


Aleta mengambil plastik yang berisi ayam goreng tadi lalu ia mendorong kursi rodanya sendiri mendekat ke brankar Sasha. "Sahsa," panggil Aleta ketika sudah di dekat brankar Sahsa.


Sahsa melirik Aleta. "Ada apa Aleta?" tanya Sahsa.


Aleta menyodorkan plastik hitam tadi ke arah Sahsa. "Ini buat kamu," ucap Aleta sambil tersenyum.


Sahsa mengerutkan keningnya bingung. "Apa itu Ta?" tanya Sahsa bingung.


"Di dalemnya ada sebungkus nasi terus lauknya ada ayam goreng, kamu mau ayam goreng kan? Udah ini buat kamu aja," jelas Aleta.


Sahsa tersenyum lebar lalu ia mengambil pelastik hitam itu dari tangan Aleta. "Serius kan buat aku? Kamunya gimana? Kamu udah makan?" tanya Sahsa.


"Akumah gampang, udah kamu makan aja," jawab Aleta masih sambil tersenyum lebar.


Pika memegang tangan Aleta. "Makasih Nak, makasih," ucap Pika tulus.


"Makasih ya Aleta, lo baik banget sama gue," ucap Sahsa.


Aleta merasa bahagia jika ia bisa memberi orang lain seperti ini. "Sama-sama. Sahsa aku boleh minta sesuatu?"


Sahsa mengernyitkan alisnya. "Minta apa Ta?" tanya Sasha.


"Aku minta kamu jangan bentak Ibu kamu lagi ya, kasian Ibu kamu. Bagaimanapun Ibu kamu yang udah nemenin dan ngurus kamu setiap hari di sini. Hargain pengorbanan Ibu kamu ya," terang Aleta.


Pika tersenyum tipis lalu ia memeluk Sasha. "Gak papa Nak, kamu gak perlu minta maaf sama Ibu. Harusnya Ibu yang minta maaf karena belum bisa beliin apa yang kamu mau, Maafin Ibu ya Nak, tapi Ibu bakal terus berusaha agar bisa beliin apapun yang kamu mau," ucap Pika.


Sasha membalas pelukan Pika. "Sekarang aku gak mau apa-apa lagi, aku cuma mau Ibu tetep di samping aku nemenin aku dan jangan tinggalin aku karena aku cuma punya Ibu di dunia ini," balas Sasha.


Aleta tersenyum tipis melihat kedekatan Sahsa dan Pika. Ia jadi teringat Oma, ia sangat merindukan Oma.


Aleta tersentak ketika tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, Aleta menolehkan kepalanya ke belakang. "Hai Sayang," sapa Milka.


Aleta tersenyum. "Mama ngapain di sini?" tanya Aleta.


"Mama cuma mau jengukin kamu. Oh ya, ada orang lain juga yang mau jengukin kamu," ungkap Milka.


Aleta mengerutkan keningnya bingung. "Siapa Ma?"


"Assalamu'alaikum," Aleta menolehkan kepalanya ke arah sumber suara. Ia tersentak ketika teman-teman sekelasnya datang bersama Melati.


Teman-teman sekelas Aleta langsung mendekati Aleta. "Apa kabar Aleta? Lo udah baikan?" tanya Putri salah satu teman sekelasnya.


"Kalian jengukin aku?" tanya Aleta merasa tidak yakin kalau mereka benar-benar menjenguknya. Apakah ini mimpi?


"Iya dong, kita di sini mau jengukin lo Ta. Sebelumnya kita semua minta maaf ya karena dulu kita pernah jahat sama lo, tapi kita semua udah sadar kalau selama ini kita semua salah sama lo. Maafin kita ya Ta," ungkap Zahra.


"Maafin kita Ta," ucap kompak teman-teman sekelasnya.


Tanpa sadar Aleta meneteskan air matanya. Ia tidak pernah menyangka hari ini akan datang, dimana semua orang menghargai keberadaannya.


"Lo kenapa nangis Ta? Ada kata-kata kita yang nyakitin lo ya?" tanya Putih khawatir.


Aleta menggelengkan kepalanya. "Aku cuma bahagia, bahagia banget. Makasih kalian udah mau nerima aku," ucap Aleta tersenyum lebar.


Teman-teman sekelas Aleta membalas senyuman Aleta. "Kita kira lo gak bakal maafin kita karena kita semua udah jahat banget sama lo Ta. Tapi ternyata kita salah, lo maafin kita dengan tulus. Makasih banyak ya Ta, lo bener-bener orang baik," sahut Atika.


Aleta mengobrol dengan teman-teman sekelasnya dan juga Melati. Milka tersenyum tipis ketika melihat Aleta yang terlihat sangat bahagia.


Tanpa terasa hari sudah sore, teman-teman sekelas Aleta memutuskan untuk pulang. "Kita pulang dulu ya Ta, cepet sembuh ya biar lo bisa masuk sekolah lagi. Kita janji di sekolah kita semua bakal jagain lo kalau ada yang mau bully lo," ucap Angga.


Aleta tersenyum tipis. "Makasih temen-temen, kalian hati-hati ya pulangnya," ucap Aleta.


Alvaro masuk ke dalam ruangan Aleta ketika teman-teman sekelas Aleta sudah pulang semua.


Alvaro mendekati Aleta, ia berlutut di depan Aleta lalu ia mengulurkan tangannya mengelus pipi Aleta. "Gue seneng ngeliat lo bahagia gini Ta," ucap Alvaro.


Aleta tersenyum lebar. "Aku seneng banget Al. Ini semua kaya mimpi, aku gak nyangka mereka mau nerima aku sebagai teman mereka. Aku bersyukur banget Al, Allah selalu tau cara buat hambanya bahagia," ujar Aleta.


Alvaro tersenyum tipis. "Gak cuman temen-temen sekelas lo yang bisa bikin lo bahagia Ta, tapi gue juga bakal terus berusaha buat lo bahagia setiap hari," terang Alvaro.


🍁


Aku seneng deh ngeliat temen-temen sekelas Aleta udah mau nerima Aleta gitu. Kalian seneng gak?


Gimana kabar kalian? Semoga sehat selalu ya. Jaga kesehatannya ❤