
โก Orang menangis bukan karena lemah. tapi, mereka menangis karena telah berusaha kuat dalam waktu yang lama( johnny Depp) โก
~Zuriel Queensha Athalis~
๐๐๐๐
ยค
ยค
ยค
ยค
" gimana dok keadaannya" tanya bik ina pada orang yang tengah memeriksa zuriel
" dia sepertinya terkena tekanan mental yang cukup parah, sehingga mengakibatkan kekebalan tubuhnya menurun" ucap dokter yang tengah memeriksa zuriel.
menghela nafas sebentar lalu melanjutkan ucapannya.
" dia mengalami Indiopathic Thrombocytopenic Purpura atau ITP gejala yang sering muncul adalah mimisan"
" jadi gimana dok?, bahaya gak?" tanya bik ina
" penyakit ini cukup berbahaya jika tidak di tindak lanjuti, saya sarankan untuk menjalankan pengobatan lebih lanjut" ucap dokter
" baiklah, ini saya berikan obat untuk mencegah agar pendarahan yang terjadi tidak terlalu banyak" lanjut dokter sambil menyerahkan beberapa obat-obatan
" tolong diminum dengan teratur dan usahakan pasien jangan terlalu setres, baiklah saya permisi " pamit dokter
" baik dok, mari saya antar" ucap bik ina
tak lama setelah bik ina keluar dari kamar, zuriel bangun dari pingsannya.
" gue kira, gue bakal mati tapi nyatanya tuhan masih mau main sama gue" ucap zuriel dalam hati
lalu tiba-tiba matanya menangkap obat-obatan yang di berikan oleh dokter.
" kenapa ada obat, perasaan gue gak pernah naruh obat disini " gumamnya sambil memperhatikan obat yang di berikan dokter
Ceklek
pintu kamar zuriel dibuka dan memperlihatkan bik ina yang sedang membawa sebuah nampan.
" non udah bangun?" ucap bik ina
" itu punya enon, tadi non pingsan terus bibik telpon dokter buat meriksa gimana keadaan non" ucap bik ina menjelaskan
" terus?, zuriel kenapa?" ucap zuriel
bik ina tak menjawab dia, dia menaruh nampan sambil menghela nafas.
" non sakit ITP, dan penyakit ini bakal parah kalo gak di obatin lebih lanjut lagi" ucap bik ina dengan sedih
" owh gitu ya, ternyata zuriel emang gak dibolehin bahagia ya" ucap zuriel sambil memandang ke arah jendela
" non gak boleh ngomong gitu, bibik tau non sedih tapi non juga gak boleh nyiksa diri non sendiri, non harus semangat" ucap bik ina
zuriel tak menjawab perkataan bik ina. dia tak perduli lagi pada dirinya sendiri. zuriel yang selalu berusaha kuat kini sudah tidak ada lagi.
" sekarang non makan ya, terus minum obat biar sakit non gak semakin parah" ucap bik ina sambil memberikan nampan berisi makanan yang sengaja di siapkan bik ina untuk zuriel
" gak laper bik" tolak zuriel
" jangan gitu non, non mau liat ayah dan bunda sedih gara-gara non nyiksa diri non sendiri " ucap bik ina
zuriel paling tak bisa menolak apapun yang sudah menyangkut tentang ayah dan bundanya.
dengan terpaksa zuriel memakanan makanan yang telah disiapkan bik ina.
" ini non minum dulu obatnya" ucap bik ina sambil menyodorkan obat tadi
" gak bik" tolak zuriel mentah-mentah
" tapi non nambah sakit, kalo non sakit ayah, bunda dan temen-temen non jadi sedih" bujuk bik ina
selalu saja itu yang menjadi ancaman bik ina. zuriel muak dengan itu semua. walau tak bisa dia pungkiri bahwa dia tak mau melihat orang terdekatnya sedih. dengan berat hati dia meminum obat itu.
" bibik keluar ya non, kalo butuh apa-apa panggil bibik aja, bibik gak pulang nanti, bibik mau jagain non disini " ucap bik ina
" hmm" balas zuriel
setelah itu bik ina pun keluar dari kamar zuriel. kini hanya zuriel dan keheningan saja yang tersisa.
" sepi emang pantes jadi temen sejati gue, dia gak bakal pernah ninggalin gue sendiri " ucap zuriel dalam hati sambil tersenyum tipis, sangat tipis bahkan sampai tak terlihat jika dia sedang tersenyum.
To be Continue
ig : Ruwaida_Zulfi_Amalia029