Sad Girl

Sad Girl
chapter 12



โ™ก gue gak mau berharap ama siapapun,


karan emang berharap ama manusia itu paling menyakitkan!โ™ก


~Zuriel Queensha Athalis~


๐Ÿ›†๐Ÿ›†๐Ÿ›†๐Ÿ›†


ยค


ยค


ยค


ยค


" sorry gue telat!" ucap seseorang yang sedang di tunggu raka


" lama amat sih lo" ucap raka kesal pada orang itu


" tadi gue ada urusan bentar, jadinya telat gue kesininya" ucap orang itu


" halah alasan lo bilang aja lo tadi tidurkan terus lupa waktu, benerkan?"


ucap dean


" hehe tau aja lo dede" ucap orang itu


" dede-dede, enak aja lo ngubah nama gue yang kece jadi nama kampungan inget yah nama gue Dean Rayendra Faris bukan dede!" ucap dean tak terima


" selow bro jangan ngegas nanti tabrakan" ucap orang itu


" udah-udah lo mah kalo ketemu pasti ribut mulu tapi giliran gak ketemu kayak anak nyari emaknya, heran gue" ucap zelan


" STOP!! lo siapa sih?" ucap raisa sambil menunjuk orang itu


" kenalin gue zalfan, temennya tu anak-anak monyet" ucap zalfan


" ngajak gelut lo hah!" ucap raka


" hehe sorry becanda bro" ucap zalfan


" oh jadi ini orang yang lo tungguin tadi bang" ucap raisa


dan hanya di balas anggukan oleh raka.


" kenalan dulu dong" seru zafa


lebih tepatnya raisa, rissa, dan zafa saja. zuriel? dia masih saja sibuk dengan gamenya. bener-bener kalo udah ketemu game pasti bakal lupa dunia.


" eh iya nama lo siapa?" tanya zalfan ketika menyadari ada orang lain selain teman-temannya


" gue zafa" ucap zafa sambil mengulurkan tangannya dan di balas oleh zalfan dengan uluran tangan juga


" gue raisa adek bang raka" ucap raisa sambil melakukan apa yang di lakukan oleh zafa


" gue rissa" ucap rissa dengan nada juteknya


buset nih anak jutek amat! batin zalfan


" dan yang lagi maen game namanya zuriel" ucap zafa mengenalkan zuriel karna dia yakin zuriel takkan mengenalkan dirinya


" eh ternyata ada zuriel juga ya?" tanya zalfan


" lo udah kenal?" tanya raisa


" udah dia waktu itu pernah nabrak gue di jalan" ucap zalfan


" hah lo pernah tabrakan kok gak mati aja sekalian!" ucap dean


" entar kalo gue mati lonya kangen lagi" ucap zalfan


" idih sorry ya gue masih suka semangka dari pada pisang" ucap dean


mereka yang mendengar ucapan dean pun langsung tertawa tapi tidak dengan zuriel. sebenarnya diam-diam zuriel juga memperhatikan apa yang sedang teman-temannya bicarakan.


" memperhatikan dalam diam, kadang lebih menyenangkan karna gue bisa nilai mana yang tulus dengan yang modus" itulah yang selalu di lakukannya.


" gue duluan" pamit zuriel tiba-tiba


" kok cepet amat neng? kan gue baru aja dateng" ucap zalfan


" mau kemana emang" tanya rissa


" job" ucap zuriel singkat, padat dan jelas


setelah mengatakan itu dia langsung melenggang pergi dai cafe. di sela-sela dia berjalan tangannya mengampil tutup kepala yang ada di belakang Hodiee nya lalu memakainya hingga separuh wajahnya tertutup oleh tutup kepala itu. tangannya dia masukka ke dalam saku yang ada di Hodie yang dia pakai.


tanpa dia sadari ada orang yang sedang memperhatikan gerak gerik zuriel dari tadi.


"siapa lo?, kenapa gue gak asing ama wajah dan aura lo?" batin seseorang yang tengah memperhatikan zuriel hingga bayangan zuriel menghilang dari pandangannya