
♡Tidak ada hidup tanpa adanya perjuangan! seperti diriku yang selalu berusaha mendapat kebahagian walau belum tentu aku dapatkan♡
**~Zuriel Queensha Athalis~
🛆🛆🛆🛆**
¤
¤
¤
¤
Di jalanan yang cukup ramai terlihat seorang gadis yang tengah mengendarai motor hitamnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
gadis itu terlihat sangat terburu-buru untuk pergi kesuatu tempat. walaupun jalanan cukup ramai tapi gadis itu dengan mudah meliak-liukan motornya.
siapa lagi kalau bukan zuriel. dialah gadis yang menjadi pemetan utama dalam cerita ini dan juga pemeran utama dalam kehidupannya.
pagi-pagi sekali zuriel pergi ke bandung untuk mendatangi tempat yang telah di beritahukan oleh orang asing yang bernama daffa.
dia bahkan tidak sekolah hari ini dan juga dia tidak perduli jika dia di keluarkan dari sekolah. karna baginya sekolah merupakan tempat bermain ketika sedang bosan saja.
toh dia juga sudah kaya jadi untuk apa lagi sekolah. dia bersekolah hanya untuk mengisi waktu luangnya saja dan juga agar bisa sedikit lupa dengan masalah yang di alaminya.
sekarang tempat yang akan di datanginya adalah hal paling penting saat ini. karna bisa jadi tempat itu merupakan tempat berakhirnya penantian yang selama ini dia lakukan. dia hanya berharap kebahagiaannya akan segera dia dapatkan kembali.
Zuriel POV
gue sekarang dalam perjalanan buat masti'in apa bener yang selama ini gue cari ada di sana?. kalian pasti nanya apasih yang selama ini gue cari?. oke gue kasih tau jawabannya selama ini gue nyari dimana keberadaan keluarga gue. jika emang keluarga gue masih hidup dimana mereka sekarang?. tapi kalo udah gak ada, dimana makam mereka?
tapi gue bener-bener berharap keluarga gue yang selama ini gue cari masih ada. tapi kalo udah gak ada, ahh.. entahlah gue gak tau harus gimana jalanin hidup gue.
salah satu motivasi terbesar gue buat masih ada di dunia ini adalah keluarga gue. My family is my life!
bagi gue kelurga gue adalah segala-galanya.
Author POV
Zuriel saat ini telah sampai di tempat yang di berikan oleh daffa. dia benar-benar di hantui oleh rasa penasaran yang sangat tinggi.
" anda nona zuriel?" tanya salah orang itu
" ya?" ucap zuriel
" kami di perintahkan oleh tuan daffa untuk mengantarkan anda ketempat yang telah di beritahukan oleh tuan daffa" ucap orang itu
zuriel hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. sebelum dia kesini memang daffa sudah memberitahukan kepada zuriel bahwa ada orang yang akan mengantarkannya.
"baiklah ikut kami!" ucap orang itu
zuriel hanya menurut saja. di perjalanan zuriel hanya sibuk mengamati tempat di sekitarnya. hingga dia berhenti berjalan ketika melihat tempat yang akan di masukinya yang dapat membuat hatinya berkecambuk.
Zuriel POV
gue sebisa mungkin buat berpikir positif. tapi pikiran gue kalah sama rasa takut gue.
" sudah sampai, baiklah kami permisi undur diri"
tiba-tiba orang yang nganter gue tadi pamit buat pergi. gue cuman diem gak jawab omongan mereka, pikiran gue melayang saat ini. gue cuman terpaku sama sesuatu yang ada di depan gue. 3 gundukan tanah dengan nama yang gak mau gue liat. gue bener-bener berharap ini cuman mimpi buruk. mimpi buruk yang bisa bikin hidup gue hancur.
gue ada sekarang ada di TPU. ya gundukan yang gue bilang tadi adalah tempat peristirahatan terakhir orang tua dan saudara kembar gue.
gue jatuh di depan makam orang yang gue sayang. kaki gue bener-bener gak bisa nahan badan gue sendiri. air mata gue keluar tanpa seizin gue. perasaan gue campur aduk saat ini marah, sedih, putus asa. otak gue gak bisa lagi buat berpikir jernih. hari ini adalah hari paling hancur sehancur-hancurnya hidup gue.
"AAGRHHH"
gue lampiasin semua apa yang gue rasai'in saat ini lewat teriakkan. mungkin orang yang liat gue kayak gini nganggep gue sebagai orang gila. gue gak peduli orang-orang nilai gue gimana sekarang. mereka gak bakal pernah tau apa yang saat ini gue rasa'in saat ini.
Author POV
setelah zuriel berteriak hujan pun turun dengan sangat lebat. seakan-akan bumi ikut merasakan juga apa yang saat ini zuriel rasakan.
zuriel pun hanya duduk terjatuh di atas tanah dengan pandangan kosong menatap nama nisan kedua orang tuanya.
kebahagian yang selama ini dia harapkan hancur seketika. apa yang di takutkannya selama ini pun terjadi.
tuhan seakan-akan tak mengizinkan dia untuk bahagia.
sekarang alasan untuk hidup tidak ada lagi baginya. dia lelah untuk tetap bertahan di dunia ini sendirian tanpa ada yang mengerti dirinya.