
FLASHBACK ON
Saat Alvaro baru sadar dari komanya ia langsung menyebut nama Aleta. "Aleta," gumam Alvaro.
Maria mengepalkan kedua tangannya kesal, kenapa Alvaro selalu saja memikirkan Aleta bahkan saat baru sadar dari komanya.
"Ma, dimana Aleta?" tanya Alvaro.
Maria molongos malas, ia menyilangkan tangannya di depan dada. "Bisa gak sih kamu gak usah sebut nama wanita itu! Mama muak dengernya! Gara-gara dia kamu jadi kaya gini, gara-gara dia Mama hampir kehilangan kamu!" omel Maria.
Alvaro tersentak mendengar ucapan Maria, yang ia tahu Maria sangat menyukai Aleta dan menyayangi Aleta tapi kenapa tiba-tiba Maria seperti ini?
"Apa maksud Mama? Aleta gak salah apa-apa Ma, dia juga korban," bela Alvaro.
"Kamu selalu saja bela wanita itu walaupun kamu udah celaka gara-gara dia! Cukup Alvaro! Mama gak mau kamu inget-inget dia lagi, kamu harus lupain Aleta dan mulai mencintai Rin," ucap Maria.
"Apa maksud Mama aku harus mecintai Rin? Bukannya Mama pernah bilang kalau Rin itu sepupu jauh aku?" tanya Alvaro yang tidak mengerti dengan ucapan Maria.
"Rin bukan sepupu kamu tapi dia calon istri kamu. Mama mau kamu nanti nikah sama Rin, mulai sekarang kamu harus jauhin Aleta, dan mulai mencintai Rin," perintah Maria.
"Gak Ma! Gimana bisa aku jauhin orang yang aku sayang dan orang yang paling pengen aku lindungin di dunia ini!" tolak Alvaro cepat.
Maria menghembuskan napas kasar, ia sudah menduga Alvaro akan seperti ini. Maria mengambil pisau yang tergeletak di atas nakas di samping brankar Alvaro.
Maria mendekatkan pisau itu ke arah lehernya. "Kalau kamu gak mau jauhin Aleta lebih baik Mama mati aja. Buat apa Mama hidup kalau anak Mama sendiri udah gak mau nurutin apa kata orang tuanya."
Alvaro tersentak ketika melihat Maria melukai lehernya sendiri. "Stop Ma! Oke, aku bakal jauhin Aleta!" ucap Alvaro cepat.
Maria tersenyum senang mendengarnya, ia segera menjauhkan pisau tadi dari lehernya. "Gitu dong, kalau kamu deketin Aleta Mama gak akan segan-segan melukai Aleta dan membunuh diri Mama sendiri," ancam Maria.
Alvaro tidak menyangka Mamanya akan seperti ini, bagaimana bisa ia menjauhi Aleta? Itu seperti siksaan baginya.
"Aku bakal pura-pura gak inget Aleta. Aku bakal jauhin Aleta tapi Mama gak berhak nyuruh aku buat berhenti mencintai Aleta," ucap Alvaro dengan nada dingin.
FLASHBACK OF
Alvaro merasa tersiksa saat melihat Aleta menangis karenanya. Ia ingin sekali memeluk wanitanya itu.
Aleta berdiri di samping Alvaro sambil menggoyang-goyangkan lengan Alvaro pelan. "Al, aku mohon jangan becanda. Becanda kamu gak lucu Al," ucap Aleta.
Aleta menatap Rin dengan mata yang terus mengeluarkan air mata. "Rin, Alvaro kenapa? Kenapa dia nyebut kamu sebagai pacar dan tunangannya? Kenapa Rin?" tanya Aleta.
Alvaro menahan tangannya agar tidak menghapus air mata Aleta. Tapi ia tidak bisa.
Aleta tersentak ketika jari tangan Alvaro menghapus air matanya. "Jangan nangis," ucap Alvaro lembut.
Alvaro melirik Rin. "Sayang, tolong dong kamu bawa dia pergi dari sini. Aku ngerasa keganggu karena dia nangis," pinta Alvaro pada Rin.
"Ayo Ta, kita keluar," ajak Rin. Rin membawa Aleta melangkah keluar tapi belum sampai luar sosok Maria datang menubruk tubuh Aleta dengan sengaja.
"Kamu ngapain sih di sini?! Gangguin anak saya lagi pacaran aja!" sinis Maria.
Maria menatap Aleta dengan sinis, ia menyilangkan tangannya di depan dada. "Kalau jadi cewek itu harus punya harga diri, tapi kamu malah gak tau malu nemuin anak saya padahal kamu udah tau dia udah punya tunangan, dasar *****," cetus Maria.
"Mama cukup! Rin, bawa dia keluar!" ucap Alvaro.
Setelah Aleta dan Rin pergi Alvaro langsung memarahi Maria. "Ma, Mama kenapa sih?! Apa Mama selalu ngomong kaya gitu ke Aleta pas aku koma?! Aku udah nurutin mau Mama, jadi aku mohon Mama jaga ucapan Mama ke Aleta," ujar Alvaro dengan nada dinginnya.
Alvaro memikirkan Aleta, apa Aleta baik-baik saja? Sudah pasti Aleta terluka. "Maaf Ta," batin Alvaro.
Rin membawa Aleta ke taman rumah sakit, Rin dan Aleta duduk berseblahan di kursi panjang yang ada di taman rumah sakit.
"Sebenernya apa yang terjadi sama Alvaro?" tanya Aleta.
"Ada hal yang harus gue ceritain ke lo Ta. Sebenernya... Gue emang tunangan Alvaro. Tante Maria tau lo bakal sakit hati kalau lo tau gue tunangan Alvaro makanya Tante Maria waktu itu bilang ke lo kalau gue sepupunya Alvaro," bohong Rin.
Aleta tidak dapat menahan keterkejutannya mendengar ucapan Rin. "Terus kenapa Alvaro juga bilang kalau kamu sepupunya?!" tanya Aleta dengan nada yang sedikit meninggi.
Rin menghembuskan napas kasar. "Mungkin karena dia pengen main-main dulu sama lo, tapi sekarang Alvaro balik lagi ke gue, karena kita memang ditakdirkan bersatu. Gue harap setelah ini lo jauhin Alvaro Ta," ujar Rin serius.
Aleta tertawa pelan tapi air matanya kembali menetes. Alvaro mempermainkannya? Apa itu benar? Kenapa sulit baginya untuk mempercayai ucapan Rin.
"Terus kenapa Alvaro seakan-akan gak inget aku?" tanya Aleta.
"Karena dia gak tau harus mutusin lo gimana, dia gak enak sama lo makanya dia pura-pura gak inget sama lo," jawab Rin. Tentu saja ucapannya itu kebohongan belaka hanya agar Aleta mau menjauhi Alvaro.
Aleta menutup wajahnya dengan kedua tangannya lalu ia menangis. "Kenapa? Kenapa Alvaro kaya gini sama aku? Aku bener-bener sayang sama dia, bagi aku dia duniaku, tapi dia hanya anggep aku sebagai mainannya?" gumam Aleta.
Aleta menghapus air matanya lalu ia berdiri. Ia menatap Rin. "Makasih Rin, karena kamu udah mau jelesin ini semua sama aku. Aku jadi ngerti sekarang, bener kata kamu, sepertinya aku emang harus jauhin Alvaro karena Alvaro udah jadi milik kamu dari dulu," setelah mengatakan itu Aleta melangkah pergi dari rumah sakit.
Rin menatap punggung Aleta yang semakin menjauh, jujur saja hatinya tidak enak karena telah membohongi Aleta. Tapi hatinya tidak bisa bohong kalau ia ingin memiliki Alvaro karena ia mencintai Alvaro.
"Maaf Ta, gue harap lo nemenuin laki-laki yang lebih baik dari Alvaro karena Alvaro cuma milik gue," gumam Rin.
Aleta tersenyum sinis, apa ia percaya dengan ucapan Rin? Tentu saja tidak. Karena ia percaya pada Alvaro, pasti ada sesuatu yang membuat Alvaro melakukan ini padanya. Ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Alvaro cuma milik aku, aku gak bakal biarin kamu ngerebut Alvaro dari aku Rin," gumam Aleta.
🍁
Jangan lupa votenya ❤