Romeesa Syabani

Romeesa Syabani
Ending



Hari berganti, kehidupan kembali berjalan sebagaimana mestinya.


Tenang kembali Eca rasakan, setelah kejadian beberapa hari yang lalu Eca tak lagi menemukan Om Rayan yang mendatangi rumah mereka.


Semuanya kembali seperti sediakala, untuk sekarang nggak tau kedepannya, yang Eca harapkan ini bukanlah tenang sebelum badai saja.


2 hari yang lalu tepatnya 1 hari setelah perdebatan panjang dengan Om Rayan Bunda bertanya pendapat ku,ia menanyakan bagaimana perasaan ku setelah kejadian beberapa Minggu belakang ini.


Aku menjawab seadanya,aku mengatakan aku setuju dengan apapun keputusannya. memangnya aku harus bilang apa ketika Bunda menatap ku dengan binar mata seolah olah dia sedang jatuh cinta.


Aku mencoba bersikap dewasa disini,aku tak mungkin mematahkan penantian Bunda hanya karena ego ku bukan.


Elin? dia tak banyak komentar hampir sama lah seperti ku.


Mungkin ini yang terbaik kan?


...****************...


Malam ini dihalaman rumah ku yang tak seberapa sudah terparkir 2 mobil yang terbilang mewah sangat malahan.


Aku berdiri diam disebelah Bunda,oh jadi ini finalnya pikirku setelah melihat Om Rayan turun dari salah satu mobil.


Mereka akan kembali bersama itulah kata yang terlintas dibenak ku kala melihat senyum tipis bunda dan juga senyum Om Rayan yang sangat sangat lebar.


Mereka mengucapkan salam sebelum masuk kedalam rumah yang lebar nya tak seberapa untung yang datang bersama Om Rayan juga tak banyak.


"Pertama kedatangan kami kesini tak lain tak bukan untuk melamar kembali saudari Aulia Marianti untuk menjadi istri dari saudara Rayan karena suatu keadaan yang membuat mereka terpisah walaupun tanpa niat" ujar seorang lelaki paruh baya yang bisa ku tebak kalau dia pasti berprofesi sebagai penghulu.


Aku terdiam kala Bunda dan yang lainnya menatap ku.


What?why? aku kah yang harus menjawabnya.


Bagaimana kalau ku katakan tidak, bagaimana reaksi mereka.


"Saya terserah Bunda, bagaimana baiknya saja " jawabku seadanya.


Great akhir yang sangat indah bukan?


Semuanya kembali sebagaimana mestinya, keluarga lengkap yang beranggotakan ayah,ibu,dan anak anaknya.


...****************...


Seperti kesepakatan 2 hari lagi, sekarang disini di rumah Papa ya harus Papa kata Bunda acara nya dilangsungkan.


Tidak perlu rame orang yang penting sakral dan tentunya mereka kembali berkumpul bersama lagi.


Setelah ijab kabul yang untuk kedua kalinya dalam hidup mereka di lantunkan tepat pukul 1 siang tadi sekarang kami telah beberes di rumah Papa.


Setelah pertimbangan dan perdebatan Papa dengan tampang melasnya mampu memboyong kami ke rumahnya.


Kami akhirnya hidup bahagia layaknya keluarga lain, walaupun sedikit telat dan berurai air mata tapi tak papa yang penting sekarang semuanya bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih untuk yang sudah setia nungguin author update.


mungkin banyak dari readers yang kecewa dengan author karena jarang update tapi percayalah untuk membuat satu bab aja untuk saat ini author nggak sanggup.


Karena kondisi pikiran author yang lagi nggak baik-baik saja, besar pengharapan author kepada readers semua untuk memaafkan author dengan ending yang author tau sengat tidak memuaskan.


Terimakasih sekali lagi terimakasih banyak


Author sayang kalian


🥺🥺🥺🥺🥺🥺


Mungkin untuk beberapa waktu ini author vakum dulu nulis, mulai dari awal ngumpulin ide lagi.


terimakasih