
Eca yang tadi berencana melarikan diri seketika mengurungkan niatnya, emosinya sudah sangat sangat terpancing, Ia tak peduli apakah sanggup atau tidak ia melawan mereka bertiga yang jelas sekarang ia tak akan membiarkan mereka pergi tanpa cedera.
Prinsip Eca cukup bagus, Ia akan membalas satu mata air untuk setitik air yang diberikan padanya, ia akan membalas dua kali lipat apa yang orang berikan padanya.
Matanya yang besar menatap tajam 3 laki-laki berwajah bengis didepannya yang tengah siap dengan kuda-kuda mereka, Eca yang sudah dikendalikan oleh emosi dan nafsu untuk berkelahi tidak lagi memikirkan konsekuensi dari apa yang akan ia lakukan.
Langkah kakinya pasti untuk menghindar ketika sebuah kaki yang hendak menghantam tubuhnya, Eca mengelak dan melayangkan tendangan pada laki-laki yang hampir saja mendaratkan pukulan sekali lagi di pipinya, Eca terjerembab ketika sebuah kaki menghantam perutnya.
Eca tersenyum tipis, Ah rasa sakit ini sungguh menyenangkan, Eca berlari menuju 3 laki-laki itu dengan gila tanpa peduli tubuhnya yang terhantam ataupun terjatuh ke tanah yang pasti untuk saat ini hati nya sangat sangat puas ia seperti maniak pertempuran yang tak peduli apakah akan hancur atau tidak.
Darah mengalir di sudut bibir Eca dengan wajah putih mulusnya yang sudah lebam-lebam, Eca melemaskan tubuhnya ketika melihat Zayan yang berlari kearahnya, Ia tersenyum ternyata ia masih merasakan perasaan senang dilindungi.
Gerakan santai namun tajam milik Zayan membuat Eca terpana, Kali pertama bagi Eca melihat orang yang sedang berkelahi begitu indahnya.
Eca saja yang perempuan cara berkelahinya terbilang cukup kasar dan brutal berbanding terbalik dengan Zayan yang santai namun tajam.
Zayan berlari kecil ke arah Eca ketika pengganggu tadi melarikan diri dengan tertatih, Dugaan Eca salah ternyata Zayan lebih brutal dari pada bayangannya.
"Lo nggak pa-pa?" pertanyaan klasik yang selalu ditanyakan pemeran utama pria dalam novel, Namun untuk saat ini pertanyaan itu cukup mampu membuat Eca menarik sudut bibirnya sebentar.
"Oh nggak pa-pa banget, Lo liat aja gue oke nggak?" Eca sedikit geram walau tak ia pungkiri ia cukup bahagia mendengarnya.
Eh Zayan menyentuh tengkuknya yang menandakan ia sedikit kikuk terhadap lawan bicaranya, Jelas jelas Eca tidak sedang baik-baik saja kenapa dia malah menanyakan pertanyaan tak penting seperti itu.
"Lo kenapa lama banget baliknya?" Eca berdiri perlahan memegang perutnya yang ngilu, Ugh mantap juga ternyata tendangan bajingan itu awas saja jika lain kali ia bertemu lagi dengan mereka ia akan pastikan membalas semua ini, Tapi kalau ia dalam kondisi yang over power aja hehehe.
"Stand minuman jauh, Ini aja muter-muter baru nemu dan pas balik lo nya kayak gini, Kenapa nggak lari sih?" Zayan mengangkat tubuh Eca ke dalam gendongannya, Wajah yang tadinya mulus sekarang sudah banyak hiasannya, Mulai dari lebam-lebam, Darah kering dan basah, Serta tanah yang ternyata cukup berani untuk menempel di sana.
"Gue capek dan lo pikir mereka bakal lepasin gue gitu aja? Sebenarnya sih gue juga pengen lari eh tau-tau nya bajingan itu malah nonjok pipi gue mana sakit banget lagi, Ya udah gue kalap dan gue kagak peduli lagi akhirnya gimana yang penting amarah gue ada pelampiasan nya" jelas Eca panjang lebar sambil merebahkan kepalanya yang cukup pusing itu di pundak Zayan.
Sakit perlahan menjalar di sekujur tubuhnya, Perutnya terasa lebih ngilu daripada sebelumnya, Pipinya nyeri dan kepalanya sangat pusing, tadi kenape kagak kerasa woi.
Air mata Eca menetes perlahan, Ia benci ketika menangis tapi mau diapakan lagi? Lukanya saat ini terasa sangat nyeri.
"Kita ke mobil gue" Putus Zayan ketika merasakan tubuh Eca bergetar di gendongan nya, Untung saja hari ini ia membawa mobil.
Zayan memaklumi Eca saat ini,Rasa kagum nya pada Eca bertambah drastis, Ia suka gadis ini yang tak membiarkan sembarangan orang menyentuhnya tapi yang membuat Zayan kesal adalah Eca rela mengorbankan dirinya untuk menuntaskan hasratnya ibarat kata memberikan 100% kekuatan pukulan untuk lawan dan 80% kekuatan berbalik ke tubuhnya.
Zayan merasa aneh dengan perasaannya yang sakit melihat Eca terluka.
Zayan membuka pintu mobilnya dan mendudukkan tubuh Eca kemudian berjalan memutar dan duduk di tempat pengemudi.
Zayan mengacak-acak beberapa tempat didalam mobilnya sebelum menemukan kotak P3K.
Zayan menyingkap rambut indah Eca kebelakang ia tak cukup waktu untuk mengangumi keelokan rupa Eca saat ini.
Kapas yang sudah di basahi air bersih mendarat di wajah Eca, Bergerak perlahan namun cukup ampuh untuk membersihkan noda di wajah Eca.
"Awwww" ringis Eca saat Zayan tak sengaja menekan cukup kuat di lukanya.
Zayan tersentak dan refleks meniup luka Eca berharap bisa meringankan rasa sakitnya.
Mata Eca tertutup kala nafas hangat itu menerpa lukanya sangat nyaman, Eca terlena dengan kenyamanan itu sebelum kembali di sadarkan oleh perihnya ketika Betadine bersentuhan dengan lukanya.
Eca menatap Zayan yang terdiam, Ia menyadarkan kebodohannya yang telah mengeluarkan suara ambigu.
Wajahnya memanas seperti kepiting rebus, berlebihan memang tapi itulah faktanya, Ia mempermalukan dirinya lagi dan lagi di depan Zayan.
"Ehm" Zayan berdehem mengatasi kecanggungan yang terjadi sebelum melanjutkan kegiatannya.
"Tahan ya!"
Eca mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya menahan sakit, Walaupun ia sudah akrab dengan rasa sakit but rasanya ternyata masih sama dengan yang sebelumnya.
Eca menggulung rambutnya dan merapikan pakaiannya yang berantakan setelah Zayan benar-benar selesai mengobati lukanya.
Pakaian Eca saat ini terbilang cukup kotor dan tak mungkin ia memakainya untuk berkeliling di taman hiburan lagipula tubuhnya tak mengizinkan.
"Mau ganti baju dulu?" tanya Zayan ketika menyadari Eca yang tengah menggerutu ketika membersihkan sisa sisa tanah yang melekat di pakainya.
Eca menatap Zayan dengan tatapan penuh syukur dan mengangguk cepat, Oh ternyata ini guardian angel nya.
"Gue kabarin yang lain dulu kalau kita balik duluan" Zayan mengontak atik smartphone nya sebelum melajukan mobilnya dengan perlahan meninggalkan kawasan taman hiburan.
Lagu berjudul Heartbreak anniversary yang saat ini cukup populer mengalun di dalam mobil Zayan, Mata Eca sedikit terpejam kala nada lembut mengalun di telinga nya, Perlahan tapi pasti mata indah itu akhirnya tertutup juga karena tubuh yang lelah memaksanya untuk memasuki mode istirahat.
Zayan memandang Eca yang tengah terlelap, Ia bingung mau diapakan nya anak ini, Di antar pulang tapi apa kata orang tua gadis ini nantinya ketika melihat kondisi Eca saat ini, Dibangunin kagak tega wong ini anak udah babak belur.
Akhirnya setelah mempertimbangkan cukup lama dampak dan lain-lainnya Zayan memutuskan untuk membawa gadis kerumahnya untuk pertama kalinya.
......................
Zayan menghentikan mobilnya di halaman mansion keluarganya sebelum membuka pintu dan membawa tubuh Eca yang tertidur pulas kedalam gendongannya.
Zayan menutupi wajah Eca yang lebam dengan jaket kulitnya kemudian baru melangkah memasuki rumahnya.
Pelan tapi pasti Zayan sudah sampai di ruang keluarga aman dan masih sepi, Zayan merasa sudah menyeludupkan barang ilegal saja.
"Itu bawa apaan Boy?" suara manis Mamanya berhasil membuat Zayan yang sedang berjalan cepat menuju tangga sedikit oleng.
Zayan menghentikan langkahnya sebelum berkata dengan jujur. "Anak gadis orang Mam" Zayan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Mamanya yang mematung.
"Boy beneran anak gadis?" Mama langsung menyusul Zayan yang tengah membuka pintu kamarnya kemudian meletakkan tubuh Eca selembut mungkin di atas tempat tidurnya.
Zayan salut pada dirinya sendiri dan Eca, bagaimana tidak untuk pertama kalinya ia membawa gadis ke dalam kamarnya dan gadis pertama yaitu Eca.
"Mama liat sendiri nih" Zayan mengambil jaketnya yang menutupi wajah Eca.
Mama menutup mulutnya karena terkejut melihat di tempat tidur putranya benar-benar seorang gadis dan yang membuat nya lebih terkejut adalah kondisi mengenaskan Eca dengan wajah yang penuh lebam-lebam.
Mata teduh milik Mama Zayan seketika berkilat tajam dengan amarah yang jelas di sana, Ya dia sangat sangat marah sekarang.
...****************...
Happy ya guys jangan lupa dukungannya 😘😘😘