
Majelis Dewa (Council of the God).
Sebuah dimensi yang diciptakan untuk menyatukan semua entitas tertinggi. Tidak peduli Dewa atau iblis, Monarc maupun Guardian semua di dimensi ini memiliki kekuatan dan pengaruh besar di alam semesta.
Sidang Celestial mendadak diadakan karena permintaan salah satu makhluk agung dengan gelar kebangsawanan Neraka.
Arcdemon Astaroth, terlihat seperti seorang raja yang berwibawa, mahkota di kepalanya berkilau begitu indah, sedangkan seekor ular melilit tangan kirinya.
Grouur!
Singa hitam dengan sayap dan ekor ular mengaum di samping Arcdemon itu. Dari raut wajah Astaroth dengan mudah dapat diketahui jika iblis itu tengah dalam suasana hati yang buruk.
“Iblis, kenapa kau memanggil kami begitu mendadak. Apa kau tahu jika saat ini beberapa dari kita sedang sibuk dengan persiapan Dark Age?.”
“Aku tahu persis keadaan saat ini, Thor.” bala Astaroth dengan sinis pada Dewa guntur mitologi Nordik.
“Sungguh? Jadi ini pasti bukan tentang kerusuhan yang terjadi di Muspelheim.” Thor menunjukkan senyum besar seakan lega telah terhindar dari masalah yang dia sebabkan.
“Siapa yang peduli pada kerusuhan yang kau buat, dasar pemabuk.”
Karena sadar jika semua entitas di pertemuan ini sedang sibuk, Astaroth pun langsung mengatakan alasannya memanggil mereka.
“Utusanku telah dimusnahkan oleh manusia bumi itu.”
Semuanya kebingungan dengan perkataan Astaroth. Hingga sosok bola emas dengan dua sayap melempar pertanyaan pada iblis itu.
“Berapa yang terbunuh?.” pertanyaan bola bersayap memantik rasa penasaran yang lainnya.
“Semuanya.” sebuah jawaban singkat namun dengan cepat segera merubah keadaan ruang pertemuan.
Hampir semua orang tidak percaya dengan perkataan Astaroth. Namun sebelum ada yang bertanya jika ia sedang bercanda atau tidak, Astaroth segera mengatakan,
“Kalian pikir aku sampai menggunakan Memorandum miliki hanya untuk melakukan prank!.”
Memorandum surgawi, adalah sebuah perintah yang dapat meminta Entitas manapun untuk bertemu dengan pemilik memo. Sebuah item yang sangat sulit didapatkan bahkan untuk para Dewa sekalipun.
Itu membuktikan jika pertemuan yang Astaroth lakukan menggunakan Memorandum miliknya memang begitu penting.
“Kau percaya itu, ada manusia melenyapkan pasukan iblis tanpa energi sihir.”
“Tapi bukankah energi sihir sudah tersebar di sana?.”
“Tapi jumlahnya terbatas karena hanya kebocoran kecil, dan itu belum genap dua bulan.”
“Meskipun pinalti membebani bawahan Kita, tetapi tetap saja bisa apa manusia yang tidak memiliki kekuatan sistem.”
“Ini terlalu konyol untuk menjadi kenyataan.”
Pertemuan itu berubah menjadi perdebatan panas, tuduhan Astaroth mengenai adanya kecurangan yang dilakukan pihak Dewa semakin memperburuk keadaan.
Pihak Dewa yang telah memiliki sejarah buruk dengan pihak iblis tidak tinggal diam saat dituduh telah melakukan kecurangan.
“Kalian para daging panggang ingin memulai perang lagi!.”
“Gasken, mulai Ragnarok two poin O.”
Peperangan antara Iblis dan Dewa hampir pecah, sementara itu entitas lain hanya menonton seakan tidak peduli, bahkan diantaranya ada yang terlihat senang.
“Perang? Terdengar seperti pekerjaan yang menyusahkan.”
Seorang pria tua memasuki ruang pertemuan. Melihat keberadaan sodok itu seketika seluruh kerusuhan mendadak terhenti, terutama Thor yang baru saja berniat menghantam Astaroth dengan palunya.
“Father, kau mengatakan jika tidak akan datang.”
Pemimpin Asgard, Dewa Odin. Posisinya yang lebih tinggi dari sebagian besar entitas di dalam ruang pertemuan membuat keadaan menjadi begitu tenang hanya karena kedatangannya.
Tidak ada yang berani membuat masalah dengan orang tua setengah botak dan mengenakan penutup mata disebelah kiri.
Setelah mendengar alasan yang menyebabkan keributan, Odin pun memberikan saran untuk memanggil penanggung jawab yang mengatur even dan penjaga lintasan dimensi.
“Aku tahu akan menjadi seperti ini.”
Crile Ceo menghela nafas panjang saat mendapatkan undangan, atau lebih tepatnya sebuah perintah untuk datang ke pertemuan para Celestial.
Administrator itu sudah bisa menebak apa yang membuat mereka ingin bertemu dengannya. Lalu seperti yang telah dia tebak, para Celestial memiliki masalah dengan dunia yang saat ini tengah diperebutkan.
“Aku bisa memastikan jika yang melenyapkan semua iblis utusan tuan Astaroth hanya manusia biasa, tidak ada kaitannya dengan pihak manapun di ruangan ini.”
Pernyataan Crile Ceo tentu mendapatkan pertentangan keras dari Astaroth yang tidak ingin dianggap lemah karena pasukannya dibantai oleh manusia tanpa kekuatan sihir.
“Tentunya dia bukan sekedar manusia biasa bukan?.” Odin bertanya, dua menunjukan ketertarikan pada masalah ini.
“Tentu itu karena dia adalah seorang Regression.” ujarnya.
Keributan seketika pecah, semua entitas dipertemuan begitu terkejut karena ada sosok seperti itu di dunia yang baru saja akan dijadikan tempat mereka bertani.
Sebagian merasa bersyukur karena belum memutuskan untuk berinvestasi, tetapi sebagian lainnya menjadi sangat marah karena sudah menanamkan banyak modal pada dunia itu.
“Kau sejak awal tahu, tapi sengaja tidak mengatakan adanya manusia Regresi dunia itu!.” Astaroth berkata mewakili entitas yang telah menanamkan modal.
Seseorang yang kembali dari masa depan adalah halangan yang sangat merepotkan untuk bisnis mereka. Ingatan yang dimiliki dapat membongkar rencana mereka untuk mendapatkan para pengikut.
Bahkan mungkin lebih buruk lagi pihak mereka memiliki pertentangan dimasa depan dengan si Regressor hingga menimbulkan dendam.
Tatapan kecurigaan setiap dari mereka terarah pada Crile Ceo. Namun pemuda itu tidak begitu peduli, dia mengatakan jika bukan kewajiban Admin untuk menjelaskan secara rinci ala saja yang terdapat pada‘Produk’ yang mereka jual.
“Bukankah aku telah memberikan waktu lima bulan untuk kalian melakukan survei. Tapi yang kalian lakukan justru berlomba-lomba untuk membangun kekuatan dan pengaruh di dunia itu sebelum Dark Age dimulai, jadi jangan salahkan aku atas kecerobohan yang kalian buat.”
Astaroth begitu marah karena Crile Ceo menimpakan semua kesalahan padanya. Tapi memang itulah faktanya. Lima bulan sebelum Dark Age terjadi, admin akan membuka gerbang dimensi agar para Dewa bisa mengirim utusan untuk melakukan survei.
Tetapi waktu lima bulan itu justru disalahgunakan oleh beberapa entitas untuk mencuri start. Mereka membangun kekuatan bahkan sebelum manusia mendapat kekuatan untuk bertahan dari para utusan.
Hasilnya kekuatan manusia akan semakin melemah sehingga untuk bertahan mereka tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti para utusan.
“Itu adalah sebuah pelanggaran.”
Crile Ceo mengingatkan aturan permainan, setiap entitas hanya diperbolehkan membangun kekuatan setelah Dark age dimulai.
“Persetan dengan peraturan.” ungkap Astaroth penuh makian. Membuat banyak tatapan sinis tertuju padanya.
“Tanpa aturan kau hanya akan menjadi kaum bar-bar sekali lagi.”
Astaroth merasa emosi mendengar perkataan itu, tapi dia menelan emosinya begitu melihat sosok yang telah berkata demikian.
Sosok raksasa yang tubuhnya terbakar hingga menjadi arang, Surtr raja dari Muspelheim. Astaroth tidak mungkin memiliki keberanian mengungkapkan emosinya pada rajanya sendiri.
Disaat semua entitas tengah berdebat, satu Dewi justru melamun, tidak ada seorangpun tahu apa yang sedang ia pikirkan.
“Regression. Mungkinkah itu Batarakala?.”
Dewi itu mengucapkan nama seorang dewa yang tidak hadir dalam pertemuan.
\*\*\*
{Bersambung}