Return From God Quest

Return From God Quest
25. Kekuatan tak Terduga



Rayhan memasuki markas organisasi Serigala Hitam yang berada di pasar gelap. Keadaan tempat itu menjadi begitu ricuh karena banyak anggota yang bersiap untuk pergi melawan Karin. Memanfaatkan keadaan itu Rayhan dengan leluasa melakukan penyusupan.



"Sekarang kemana aku harus mulai?."



Markas organisasi Serigala Hitam adalah sebuah gedung yang memiliki tiga lantai, banyak kamar dan ruangan yang membingungkan pemuda Itu. Karena tidak ingin membuang waktu dengan memeriksa satu persatu ruangan, dia pun memiliki cara paling mudah yaitu dengan bertanya.



"Malu bertanya, sesat di jalan." Pikir pemuda Itu.



Rayhan pun bertanya pada seorang anggota Serigala Hitam yang hendak melewatinya. Menggunakan informasi dari Karin tentang seseorang bernama Dores yang kemungkinan berniat membeli Asami, Rayhan pun bertanya mengenai orang itu.



Dia mengatakan jika datang ketempat itu untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting dengan Dores, lalu tanpa curiga sedikitpun anggota Serigala Hitam segera memberitahu yang ia ketahui.



"Dores. Si babi itu pasti saat ini sedang bersenang-senang dengan gadis yang beberapa Minggu lalu dibawa ketempat ini."



Rayhan langsung tersulut emosi begitu mendengar jawaban tersebut, tetapi dia berusaha untuk menahannya karena tidak ingin terlihat mencurigakan.



"Terimakasih."



Setelah mendapatkan lokasi keberadaan Dores, Rayhan pun segera menuju ke lokasi yang diberitahukan padanya. Dalam perjalanan dia tidak henti-hentinya berharap untuk keselamatan Asami.



Tanpa menggunakan lift, Rayhan segera menuju lantai tiga. Sesampainya di sana dia merasakan perbedaan besar antara lantai tiga dan lantai yang sebelumnya dia lewati.



Tempat itu terlihat lebih mewah, aroma aneh yang memabukkan tercium di seluruh lorong. Rayhan kesulitan menahan fokusnya begitu menginjak kaki di tempat itu.



"Aroma ini dari obat perangsang..."



Rayhan dapat mendengar suara wanita dari beberapa kamar, dia sama sekali tidak ingin tahu apa yang terjadi di dalam kamar-kamar itu walaupun adik kecil dan debaran jantung tidak berkata demikian.



Pemuda itu berusaha menenangkan diri dengan mengingat beberapa kejadian dimasa kecilnya bersama Asami. Rayhan dan Rasya berasal dari panti asuhan, kedua sama sekali tidak tahu siapa orang tua mereka.



Pertemuan mereka dengan Asami terjadi saat keduanya tidak sengaja menyelamatkan gadis itu dari serangan anjing liar, ‘Aku dan Rasya bergegas menyelamatkan Asami karena mendengar suara teriakannya.’



Setelah kejadian tersebut sebagai rasa terimakasih karena menyelamatkan putrinya, Rusdi pun mengadopsi dua saudara kembar itu dan menjadikannya pengawal Asami.



‘Tetapi aku justru mengkhianati kebaikan semua kebaikan keluarga itu...’



Rayhan masih tidak dapat memaafkan dirinya, dia menganggap jika kewajiban untuk melindungi Asami adalah tugasnya, sehingga semua hal buruk yang terjadi pada gadis itu adalah kesalahannya.



"Kyaaaaa!."



"Asami!."



Suara jeritan yang sangat dikenali Rayhan, jeritan yang sama saat mereka pertama kali bertemu, suara yang merubah hidupnya dan adiknya.



Rayhan segera menuju sumber suara yang terletak pada salah satu ruangan dengan pintu terlihat berbeda dari yang lain. Pemuda itu pun segera menendang pintu dengan keras tanpa peduli jika ada anggota serigala hitam akan menyadari aksinya.



"Hah?." Suara keras dari pintu yang di dobrak membuat Dores terkejut.



Saat memasuki ruangan Rayhan melihat pria gemuk berada diatas ranjang mencoba untuk melucuti pakaian seorang gadis yang tidak lain adalah Asami.



"Rayhan!."



"Menyingkir darinya!."



Kemarahan Rayhan meluap tak terkendali, pukulannya diarahkan pada Dores, tetapi pria gemuk itu berhasil menghindar dan bahkan melakukan serangan balik.



Rayhan terpental hingga menabrak dinding akibat serangan balik Dores. Pemuda itu merasakan sesak luar biasa di dadanya akibat pukul yang sama sekali tidak ia duga.



"Sialan, siapa kau berani mengganggu ku!."



Rayhan hanya terdiam, dia mencoba mengatur nafas dan menahan rasa sakit yang mulai dia rasakan. Dia berpikir tulang rusuknya retak akibat pukulan Dores.



Asami begitu khawatir dengan kondisi Rayhan, melihat itu Dores pun mulai ingat pernah bertemu sebelumnya dengan Rayhan ketika dirinya mengajukan kontrak kerjasama dengan Rusdi Tanjung.



Tetapi seperti yang diketahui jika kontrak itu berakhir dengan kegagalan hingga Dores menyimpan dendam. Pada akhirnya penculikan Putri Rusdi pun terjadi.



"Apa kau mencoba menjadi pahlawan?." Senyum Dores mengembang menjadi terlihat begitu menjijikan. Dia baru saja mendapatkan ide untuk membuat keadaan menjadi lebih menyenangkan untuknya.



"Ahahaha... Kau ingin menyelamatkan gadis ini bukan!."



Dengan kasar Dores menarik rambut Asami hingga membuatnya kesakitan. Rayhan kembali dikuasai oleh emosi saat melihat Asami menderita. Dia kembali menyerang tetapi Dores dengan mudah membalikkan serangan itu lalu menghajar Rayhan secara bertubi-tubi.



"Gahahahaha....." Dores tertawa begitu keras saat kepalan tangannya menghantam seluruh tubuh Rayhan, membuat keadaan pemuda itu menjadi begitu kritis.



Asami memohon sambil menangis agar Dores menghentikan pukulannya, tetapi pria babi itu tidak peduli.



"Berisik!." Merasa terganggu Dores menampar Asami. "Tunggu giliran mu sialan." Lanjutnya.




Namun Reyhan tidak akan menyerah semudah itu. Walaupun seluruh tubuhnya terasa begitu sakit dia tetap harus bertahan. Rayhan teringat pada sosok kuat telah membantunya menemukan Asami.



Perempuan berhelm besi yang memperkenalkan diri sebagai Aiden. Rayhan memandang perempuan itu bukan sebagai manusia melainkan monster, dia tidak dapat berpikir jika seseorang yang mampu membunuh puluhan orang masih memiliki sisi kemanusiaan dalam diri.



‘Tetapi bukankah justru itu yang membuatnya menjadi begitu kuat?.’



Rayhan teringat dengan kata-kata adiknya saat mereka membicarakan tentang Aiden.



'Apa dengan menghilangkan sisi kemanusiaan membuat seseorang menjadi kuat?.:



Rayhan menatap pria gemuk yang kembali naik ke ranjang, Asami semakin ketakutan melihat pria itu mulai membuka pakaiannya. Rayhan berusaha untuk bangkit, tidak akan dia biarkan Asami mengalami hal mengerikan.



Tatapan Rayhan tertuju pada Dores yang memunggunginya, ‘Dia juga tidak terlihat seperti manusia. Apa karena itu juga yang membuatnya begitu kuat?.’



Pistol yang selama ini ia simpan di belakang akhirnya Rayhan gunakan. Dia selalu berharap agar tidak menggunakan senjata api untuk selamanya, tetapi saat ini Rayhan tidak memiliki pilihan lain. Lawan yang dia hadapi memiliki keahlian tinggi dalam pertarungan tangan kosong.



'Tidak ada cara lain,'



Setelah menegaskan pikirannya Rayhan pun menarik pelatuk, dia bersiap untuk mencabut nyawa seseorang. Tetapi satu tembakan saja tidak cukup untuk membunuh Dores, pria itu berteriak keras begitu punggungnya tertembak.



Dipenuhi amarah Dores segera melompat turun ke ranjang, "Brengsek, kau berani menembak ku!." Dia masih bisa bergerak walau sudah tertembak. "Akan ku bunuh kau sialan!."



Rayhan hendak menembak untuk keduanya, tetapi Dores berhasil menghindari peluru, sesuatu yang terlihat mustahil dilakukan oleh pria yang begitu gemuk.



"Ini balasan dari tembakan tadi!."



Pukulan Dores menghantam perut Rayhan dengan sangat kuat membuat Rayhan sulit mempertahankan kesadarannya. Dia hampir saja pingsan oleh serangan Dores, tetapi pukulan lainnya menyadarkannya.



Pukulan demi pukulan kembali menghantam tubuh Rayhan seperti samsak tinju. Dores kali ini tidak akan berhenti sebelum pemuda itu terbunuh, Asami hanya bisa menangis keadaan Rayhan, dia ingin melakukan sesuatu untuk menyelamatkan orang yang pernah menyelamatkan hidupnya.



\[Kau bisa melakukannya, coba saja\]



Suara yang entah datang dari mana seakan memberikan dorongan kuat pada Asami. Dia tidak ingin Rayhan mati, karena itu dua harus berhenti menangis dan segera mengambil tindakan.



‘Aku berharap bisa sekuat perempuan itu.’



Pikirannya kembali mengingat pertarungan yang ia lihat di televisi, gadis yang begitu kuat mengalahkan belasan pria dewasa seorang diri. Asami mencoba mengingat setiap gerakan gadis itu lalu...



"Ghaaak!"



Tinjunya menghantam dada besar Dores yang terluka akibat tembakan, hantam itu mendorong peluru yang telah bersarang di tubuh Dores hingga melukai organ dalam.



"Brengsek!."



Dores mengayunkan tangan pukulannya kearah Asami tetapi segera dihindari. Rayhan yang terlepas segera mengambil kesempatan, tetapi sayangnya pistolnya telah terjatuh. Tidak ada cara lain dia harus menggunakan tangannya sendiri.



Dores yang perhatiannya teralihkan pada Asami, tidak menduga jika Rayhan yang telah dia buat babak belur akan kembali menyerang.



"Gyaaaa!."



Rayhan menusuk mata Dores dengan jarinya membuat pria gemuk itu begitu kesakitan.



"Bajingan, akan aku bunuh kalian semua!."



Walaupun penglihatannya telah dirusak tetapi Dores masih bisa menentukan lokasi Rayhan dan Asami. Dia hendak menyerang Asami tetapi Rayhan segera memasang badan untuk melindunginya.



Pukulan kali ini lebih kuat dari sebelumnya karena Dores tidak menahan diri lagi. Jika terkena serangan itu bisa berakibat fatal bagi Rayhan yang keadaan tubuhnya sudah begitu buruk.



Rayhan pun sadar akan hal itu, tetapi dia akan tetap berusaha melindungi Asami sampai akhir.



Ketika Rayhan bersiap menghadapi serangan Dores, tiba-tiba....



Tap!



Suara seperti seorang menangkap sesuatu terdengar didepan Rayhan, lalu pukulan yang dua tunggu pun tidak kunjung datang. Kemudian saat Rayhan memberanikan diri membuka mata, dia melihat pukulan Dores telah dihadang oleh seseorang.



"Kau!."



Rayhan begitu terkejut melihat orang yang telah menyelamatkannya.



\*\*\*



\[End\]