Return From God Quest

Return From God Quest
27. Pilar Baru (End Arc 1)



Lobi dipenuhi mayat, noda merah berceceran menghiasi dinding serta genangan darah membasahi lantai. Keadaan markas Serigala Hitam begitu mengerikan, Saskia merasa memasuki dunia yang berbeda saat melangkah semakin dalam.



"Ini bahkan lebih buruk dari apa yang terjadi di aula utama."



Membandingkan keadaan markas Serigala Hitam Saskia menyadari jika pertarungan di aula utama memakan lebih sedikit korban jiwa. Sebagian besar dari mereka yang mencoba melawan Karin berakhir dengan dilumpuhkan. Banyak yang masih hidup tetapi tidak dapat bertarung selama beberapa bulan karena terluka parah.



Tetapi keadaan di markas Serigala Hitam tidak demikian.



"Seakan seekor monster baru saja lepas kendali."



Saskia menutup hidung dan mulut saat berjalan melalui lorong, bau anyir yang begitu kuat dan pemandangan potongan tubuh yang berceceran membuat Saskia merasa mual.



"Bagaimana jika selama pertarungan sebelumnya di aula utama perempuan itu hanya menahan diri?."



Wajah Saskia mulai pucat, dia merasa tidak tahan berada di dalam area itu lebih lama.



"Aku tidak bisa membayangkan betapa kuatnya Iron Maiden jika memang dia menahan diri selama ini."



Saskia merasa beruntung saat mendapati ruangan di dalam lift masih bersih, padahal dia sempat berpikir jika mungkin saja akan menemukan adegan horor di mana tumpukan mayat yang termutilasi memenuhi lift.



"Mungkin aku akan pingsan jika hal semacam itu benar-benar terjadi."



Menggunakan lift Saskia menuju lantai tiga, keadaan di lantai itu bahkan lebih buruk dari yang dibawah. Saskia sudah menduga ini akan terjadi, dia berkesimpulan jika anggota Serigala Hitam yang ada di markas dikumpulkan di lantai teratas untuk melindungi para petinggi dan bos.



Tetapi melihat dari keadaan saat ini Saskia dapat menyimpulkan jika usaha pertahanan mereka berakhir dengan buruk.



"Cih."



Lidahnya berdecak kesal saat tanpa sengaja sepatunya menginjak bongkahan daging yang menyemburkan darah saat terinjak, alhasil sepatunya kotor oleh cairan berwarna merah.



"Padahal aku sudah berhati-hati." Saskia lebih peduli dengan sepatunya yang kotor daripada mayat yang ia injak. "Untuk apa bersimpati pada mayat yang sudah tidak bisa digunakan? Lagi pula hal semacam ini sudah sering terjadi, yang berbeda hanya sekala nya saja." Pikirnya.



Saskia berhenti di depan pintu besar, di sekitar pintu banyak wajah yang ia kenali sebagai anggota kelas atas serigala hitam. Mereka pasti diperintahkan untuk melindungi orang-orang penting di dalam.



"Jika mereka bahkan tidak selamat artinya Serigala Hitam sudah dipastikan akan hancur."



Pintu diketuk, suara seorang wanita terdengar dari dalam memberi izin untuk masuk. Begitu pintu dibuka Saskia merasakan suasananya yang sangat berbeda, dia tidak melihat noda darah sedikitpun di ruang itu, bau amis di luar seketika lenyap digantikan oleh aroma terapi yang menenangkan.



Melihat sekitar Saskia menemukan lima orang termasuk Iron Maiden yang sedang duduk di depan televisi tanpa pakaian, sementara seorang perempuan bertopeng kelinci berusaha mengobati lukanya.



Mereka semua mengenakan topeng binatang yang berbeda kecuali satu gadis, saat melihat wajah gadis tanpa topeng Saskia dengan mudah mengenalinya karena dia begitu terkenal akhir-akhir ini sebagai korban penculikan.



Melihat keberadaan putri dari pengusaha kaya Rusdi Tanjung di tempat itu membuat Siska mulai berpikir tujuan kedatangan Iron Maiden ke pasar gelap.



"Kau pasti sudah menyadarinya bukan?."



Karin berkata sambil terus menontonnya televisi, Rasya disampingnya membalut luka ditubuhnya dengan perban. Sementara tiga lainnya menatap Saskia dengan curiga.



"Apa hanya itu yang ingin kau ambil?."



Rayhan dan Rasya menatap marah pada Saskia karena ucapannya seakan mengaggap Asami hanya sebuah barang.



"Benar, tapi tidak juga."



Jawaban Karin terdengar ambigu.



Karin pun menjelaskan jika memang tugasnya hanya untuk menyelamatkan Putri klien, tetapi setelah masuk kedalam pasar gelap dia menjadi tertarik dengan bisnis ditempat ini.



Saskia mengernyitkan dahi mendengar perkataan Karin, dia tidak tahu apa yang direncanakan perempuan itu. Tidak mungkin ada yang akan mengijinkannya bergabung ke dalam komunitas bisnis gelap setelah apa yang dia lakukan menimbulkan banyak kerugian bagi banyak pihak.



‘Kecuali...’



Mata Saskia terbelalak setelah memikirkan kemungkinan yang ada, lalu saat menatap Karin, Saskia pun sadar jika perempuan berhelm besi itu memikirkan hal yang sama dengannya.



"Mereka sedang berkumpul di satu tempat bukan?."



Sekali lagi Saskia dibuat terkejut mengetahui Karin berniat menghabisi semua orang yang berpotensi menolak keberadaannya di pasar gelap. Bahkan mungkin niatnya dari awal memang untuk melenyapkan semu organisasi gelap.




Pertanyaan Saskia sontak membuat semua orang terdiam, hingga Karin mengalihkan pandangannya dari televisi ke arah wanita berkacamata itu.



"Aku tidak tahu bagaimana cara kau berpikir hingga berakhir pada kesimpulan itu."



Benar Saskia telah salah melempar pertanyaan. Keempat orang yang bersamaan Karin mempertanyakan apakah penglihatan Saskia terganggu hingga dia tidak melihat banyaknya mayat di aula utama dan gedung ini.



Pembantaian adalah sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang Pahlawan.



"Aku hanya seorang pebisnis, bergerak hanya demi keuntungan." Karin menegaskan.



Saskia mengangguk seakan mengerti, dia bersyukur karena Karin bukan seseorang yang mencoba memberantas organisasi gelap hanya karena alasan keadilan, menganggap semua yang dia lakukan bertujuan demi kebaikan namun tidak mau tahu akibat buruk jangka panjang yang bisa terjadi.



"Jadi apa yang kau rencanakan?."



Kirain diam mendengar pertanyaan itu, Saskia dapat melihat senyuman dibalik helem besinya.



"Aku akan meruntuhkan semua pilar lalu mendirikan yang baru."



Dia merencanakan reformasi pada pasar gelap. Saskia berpikir jika rencana Karin sangat mustahil dilakukan, tetapi bukannya tidak mungkin. Banyak masalah yang akan mencoba menghalangi rencana Karin.



'Tetapi jika diingat tentang kekuatan prempuan itu kira-kira masalah seperti apa yang mampu menghentikannya?.'



Jantung Saskia berdebar, dia merasa sesuatu yang aneh seperti Semangat. Dia berpikir mungkin saja bisa memanfaatkan si Iron Maiden untuk tujuannya sendiri.



‘Benar mungkin aku bisa berteman dengannya.’



Keduanya pun memulai kesepakatan, selanjutnya Karin ikut bersama Saskia bertemu dengan ketua organisasi yang masih ada.



Beragam emosi ditunjukkan oleh para pemimpin organisasi ketika melihat Karin datang bersama Siska. Banyak yang marah dan ketakutan, namun mereka juga penasaran dengan sosok perempuan di balik helm.



Karin memberikan alasan pada mereka semua jika penyerangan yang ia lakukan didasari oleh kebutuhan penyelesaian misi. Mendengar alasan itu membuat mereka jengkel dan menuntut ganti rugi.



"Minta saja ganti rugi pada Serigala Hitam yang membuatku terpaksa masuk ke lubang got ini!."



Balasan Karin semakin membuat mereka marah.



"Setelah kau membantai seluruh anggota Serigala Hitam?l, bagaimana kami bisa meminta ganti rugi?." Salah satu pemimpin berkata dengan nada sinis,



"Oh, itu mudah." Karin mencabut pedangnya, melihat itu sontak membuat semua orang merinding ngeri.



"Kau bisa meminta ganti rugi pada Serigala Hitam di alam baka." Suara Karin terdengar begitu ceria, tetapi dalam pendengaran para pemimpin organisasi hanya mendengar malaikat maut yang hendak mencabut nyawa.



Semua orang sadar jika komplain terus dilakukan maka Karin tidak akan segan membungkam mereka dengan pedangnya. Cara yang sangat mudah dimengerti terutama bagi mereka yang berkutat pada bisnis kotor.



Karena tidak ada yang berani mengutarakan keberatan saat Saskia mengatakan pembentukan organisasi baru milik Karin dengan itu Iron Maiden resmi menjadi bagian dari Pasar gelap dengan organisasi miliknya sendiri.



Black Company.



"Terimakasih karena telah mengizinkan aku bergabung. Semoga kita bisa bekerja sama di masa depan."



Karin berperilaku seperti seorang karyawan baru. Pemimpin lainnya hanya menatap dengan apatis, Karin tahu jika setelah ini akan banyak masalah yang harus dia tangani, terutama tentang balas dendam dari pihak Black Market pusat.



"Itu akan sangat merepotkan."



Tingkatan pasar gelap pusat sangat berbeda dengan cabang. Dia harus bertambah kuat untuk menghadapi semuanya, Karin sana sekali tidak berencana untuk mati sebelum kedatangan Dark Age.



\*\*\*



\[Arc 1 End\]



\*Pesan Author: akhirnya berakhir juga arc pertama. Beneran deh kenapa justru jadi seperti ini ceritanya? Rencana awal saya ingin membuat Dark Age terjadi tidak lama setelah MC melakukan Regrasi. Tetapi karena tidak ingin meloncat begitu saja ke dalam kekacauan, saya pun membuat detail kecil menceritakan masa sebelum Dark Age terjadi, eh tapi malah keterusan hingga full satu Arc (tepuk jidat). Harapan saya semoga para pembaca tidak bosan karena jalan cerita yang terlalu bertele-tele.



\*Tambahan: tolong berikan komentar apa pun karena itu akan membuat author menjadi bersemangat untuk menulis. Seringkali author merasa insecure saat melihat kolom komentar kurang dari sepuluh, itu pun kebanyakan komentar dari author sendiri yang membalas komentar orang lain.



Jadi tolong komen.