
Dua perubahan besar sedang terjadi di dunia, tetapi tidak semua orang menyadarinya.
Perubahan pertama terjadi di dunia bawah tempat bisnis gelap yang dikuasai oleh gangster dan mafia. Saat ini, dunia bawah tersebut tengah mengalami guncangan besar akibat perang terhadap Tanjung Group.
Namun, mungkin terlalu berlebihan jika mengatakan perang itu melibatkan seluruh organisasi hitam di dunia melawan satu perusahaan milik sebuah keluarga. Faktanya, hanya satu orang yang secara aktif melakukan perlawanan terhadap organisasi hitam.
Walaupun begitu siap yang mengira dampak yang diberikan oleh satu orang bisa menyebabkan badai perubahan yang begitu signifikan. Tatanan dunia bawah perlahan goyah, hanya masalah waktu sebelum benar-benar hancur.
"Aku sebenarnya tidak ingin melakukan ini, kau tahu?" ucap Karin dengan suara tanpa tenaga. Dia tidak tahu pasti apakah perkelahian yang baru saja dia selesaikan membuatnya lemah atau karena sebotol tequila yang membuatnya mabuk.
"Oh yeah?" balas bartender yang berdiri di sebrang meja tepat di depan Karin.
"Sungguh, kau pikir siap yang mau berkeliling dunia hanya untuk menyingkirkan para sampah seperti mereka?" tanya Karin sambil menunjukkan beberapa mayat yang terbujur kaku di lantai.
"Jika mereka tidak lebih dahulu mengganggu keluarga tuanku, maka aku pun tidak akan melakukan semua ini. Sesederhana itu."
Salah satu pekerjaannya adalah melindungi keluarga Tanjung. Namun, cara yang dia lakukan selama menjalankan tugas seringkali dianggap terlalu berlebihan.
Jika ada sebuah kelompok melakukan percobaan pembunuhan terhadap apa yang menjadi tugasnya untuk ia lindungi, Karin akan membalas dengan melenyapkan seluruh bagian kelompok tersebut hingga akar-akarnya.
Selama setengah tahun terakhir, sudah ratusan organisasi hitam yang Karin musnahkan. Tindakannya itu tentu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, bukan hanya dari para penjahat. Orang-orang yang bekerja dengan legalitas terjamin juga mulai mengecam perbuatan Karin.
Namun, apapun yang terjadi, Karin tidak akan berhenti melakukan pekerjaannya. Tangannya sudah penuh dengan darah, tidak akan mungkin bisa berhenti setelah semuanya.
Memastikan keamanan keluarga Tanjung adalah tugasnya. Karin hanya memiliki satu cara untuk memastikan pekerjaannya berjalan dengan baik, yakni melenyapkan semua ancaman yang datang.
Saat ini, Karin berada di Mexico. Dia terbang jauh dari tanah air ke negara yang terkenal dengan peninggalan peradaban kuno Aztek dan Inca yang sangat melegenda, serta makanan tradisional yang telah mendunia seperti taco dan burrito.
Tetapi sayangnya, perjalanannya ke negara tersebut bukan untuk menikmati liburan setelah ujian tengah semester, melainkan untuk menuntut perhitungan atas penyerangan yang dilakukan oleh beberapa karet terhadap perusahaan Tanjung Group.
Bukan hanya Mexico, Karin juga berniat melakukan berbagai perjalanan ke negara lain untuk melakukan hal yang sama. Sepanjang lima bulan dirinya bekerja sebagai kepala keamanan Tanjung Group, Karin sudah membuat catatan panjang berisi nama organisasi maupun individu yang pernah mencoba membuat masalah dengannya.
Selama ini, dia hanya bisa memusnahkan para pengganggu yang berada di dalam negeri dan membiarkan mereka yang berasal dari luar negeri. Hal itu membuat organisasi hitam berpikir jika sang Iron Maiden tidak memiliki keberanian untuk bertarung dengan organisasi besar dari luar negeri.
Tanpa mereka ketahui, alasan dibalik Karin yang tidak melakukan balas dendam pada organisasi luar hanyalah karena kesibukan dunia sekolah yang sepele.
Walaupun dia dikenal sebagai pembunuh paling sadis di dunia bawah, Karin masihlah seorang gadis yang tidak ingin mengecewakan kakeknya. Dia berusaha giat belajar dan mengurangi waktu bolos sekolah demi bisa membuat kakeknya bangga dengan nilai akademis yang dia dapatkan.
Hingga akhir perjuangannya, Karin berhasil meraih ranking pertama bahkan yang tertinggi di sekolah. Namun, dia tidak tahu apakah melakukan kecurangan atau tidak, karena sebagian besar jawaban yang ia kerjakan adalah hasil dari ingatannya dalam kehidupan sebelumnya.
Dalam satu tegukan, Karin menghabiskan minumannya kemudian menjentikkan satu koin emas ke arah bartender. Dia dapat merasakan tatapan penuh kewaspadaan dari setiap orang yang mengawasinya di bar tersebut.
Mereka memiliki senjata, tapi merasa ragu untuk menggunakannya. Jika ada sedikit kesalahan, nasib mereka akan berakhir sama seperti belasan mayat di lantai.
"Sebelum anda pergi, bisakah saya mendengar apa pendapat anda tentang negara ini?" tanya bartender.
Karin menatap pria tua dengan kumis tebal dan bergelombang itu. Dia terdiam sesaat seakan kesulitan memberikan jawaban.
"Aku tidak memiliki banyak kesan bagus karena memang tujuanku kemari bukan untuk berlibur," balas Karin.
"Kalau begitu, bagaimana dengan para ‘Pengusaha’ yang kau targetkan?"
"Mereka hanya para pengecut," kata Karin sambil menatap tangannya. "Tanpa rasa malu, mereka berlindung di balik punggung anak-anak yang dipisahkan dari orang tua mereka."
Mendengar itu, wajah bartender menunjukkan penyesalan. "Tetapi mungkin kau akan menemukan sesuatu yang lebih buruk dari yang kau lihat di tempat ini selama perjalananmu," ucapnya.
"Aku tahu, tetapi tidak masalah karena aku sudah melakukan hal seperti itu ribuan kali," kata Karin. Setelah mengatakan itu, Karin pun meninggalkan cabang Black Market di Mexico.
"Mungkin akan lebih banyak kota seperti itu di negara yang akan aku kunjungi."
Karin tidak menyesal dengan apa yang telah dia lakukan. Semua itu demi menanamkan rasa takut pada lawan-lawannya. Karin akan membuat semua orang mengerti jika berkonspirasi melawan dirinya adalah sebuah kesalahan besar.
Selama satu minggu penuh, Karin berkeliling dunia. Kekacauan terjadi di mana pun dia berada, tindakan balas dendam yang dilakukannya telah menimbulkan korban tak terhitung jumlahnya, sehingga banyak negara memasukkan Karin ke daftar hitam.
Tetapi semua itu tidak dapat menghentikan gadis itu. Kehadirannya bagaikan bencana alam yang secara mendadak, tidak dapat diprediksi apalagi dihentikan.
Hanya dalam satu minggu, gadis itu telah menjadi legenda di dunia bawah. Ada yang menyebutnya sebagai monster, manusia yang tidak boleh dibiarkan hidup bahkan dianggap sebagai jelmaan iblis.
"Jauh lebih baik," gumamnya.
Dianggap sebagai sesuatu yang mengerikan oleh para penjahat, justru membuat Karin merasa bahwa apa yang sudah dia lakukan selama ini adalah sebuah tindakan besar.
***
Masa liburan telah berakhir, Karin kembali ke tanah air dengan membawa berbagai oleh-oleh. Kakeknya datang menjemputnya di bandara. Karin terlihat seperti gadis yang baru saja kembali dari liburan seperti turis pada umumnya.
Tidak ada hal mencurigakan yang dia tinggalkan sedikitpun.
Dampak dari aksinya selama liburan membuat hari-hari yang Karin lalui menjadi lebih damai.
Setidaknya itu yang dia rasakan.
Tetapi tentunya berbeda dengan kehidupan di dunia bawah yang semakin memanas. Perebutan kekuasaan tidak kunjung berakhir sehingga membuat keadaan semakin memburuk. Rasa percaya antara organisasi hitam semakin tipis.
Karin tahu bahwa keadaan itu akan terjadi, sehingga dia mulai merencanakan untuk mengembangkan organisasi miliknya. Walaupun Karin memiliki banyak musuh, tetapi bisnis tidak akan memandang rekan maupun lawan.
Perusahaannya, Black Company, mengalami perkembangan pesat selama bulan-bulan terakhir tahun itu sehingga membuatnya menjadi salah satu yang paling berkuasa di pasar gelap cabang Indonesia.
Waktu tidak terasa berlalu begitu cepat saat Karin begitu sibuk mengurus keluarga Tanjung dan perusahaan miliknya sendiri.
Tahun berganti, dia kembali mendapatkan posisi pertama pada ujian kenaikan kelas. Di hari pertama dirinya menjadi siswa kelas dua, Karin menemukan hal yang sangat berbeda dari apa yang dia rasakan dahulu.
Dia bukan lagi siswi lemah yang menjadi sasaran perundung semua orang.
Dia hanya seorang gadis yang kembali ke masa lalu setelah tugas panjang dari para dewa.
Kesempatan kedua diberikan sebagai hasil kerja kerasnya menaklukkan ribuan raja iblis di ribuan dunia yang berbeda.
Saat ini, apa yang telah dia raih membuatnya disegani, sedangkan apa yang telah dia lakukan membuatnya dibenci sekaligus ditakuti.
Tetapi walaupun dia telah berdiri dipuncak, Karin tahu bahwa kedamaian yang saat ini dia rasakan akan segera berakhir.
Kemudian muncul perubahan terakhir yang tidak begitu disadari, tetapi dapat dirasakan semakin besar efeknya. Mungkin hanya Karin yang saat ini bisa merasakan perubahan itu.
Energi sihir telah bocor ke dunia ini. Walaupun tipis, Karin tidak mungkin bisa keliru dengan energi yang telah digunakannya selama puluhan tahun mengemban tugas sebagai wakil dewa.
Munculnya energi sihir yang seharusnya tidak ada di dunia ini hanya memberikan satu penjelasan jika Dark Age segera akan dimulai.
***
[Bersambung]
Penulis: Ini seharusnya menjadi bab epilog dari Ark pertama.