
Taman Mester Tanjung Tower.
Ketiga murid Maiden bersiap untuk menjalani latihan harian, tetapi kali ini berbeda dari biasanya karena Maiden yang ikut bergabung dalam latihan mereka hari ini telah mengatakan akan mengajari mereka teknik baru.
“Aku mendengar jika ada insiden kebakaran di sekolah. Ada yang bisa menjelaskan detailnya?.”
Dia pura-pura tidak tahu karena sebenarnya Maiden atau Karin sendiri berada di lokasi kejadian saat awal kebakaran terjadi.
Mendengar pertanyaan Maiden, dua gadis Asami dan Rasya melirik Rayhan yang terlibat langsung dalam kejadian tersebut. Tanpa ada yang ditutup-tutupi, Rayhan pun mulai menceritakan apa yang dia ketahui.
Cerita pemuda itu membuat Asami dan adiknya sendiri sulit percaya dengan penjelasan Rayhan, lantaran bagaimana seseorang bisa bertahan dan tetap bertarung ketika tubuh mereka terbakar?.
“Aku sendiri heran bagaimana orang Itu bisa melakukan membakar dirinya sendiri tanpa terlihat merasakan sakit, tapi justru semakin kuat.” ujar Rayhan.
“Ciri-ciri yang kak Rayhan katakan menginginkan aku pada ulti Hero Legenda Mobil tertentu.” celetuk Rasya.
“Oh itu yang bawa tongkat panjang terus suka ‘nyodok’ yah?.” Asami mengatakan sesuatu yang ambil dengan wajah polos.
Madam segera melanjutkan pembahasan sebelum pembicaraan ketiga muridnya melenceng dari tujuan. “Aku akan memberitahu kalian sebuah rahasia yang saat ini masih disembunyikan pemerintah.” ucapnya dengan nada yang sedikit berat membuat suasana agak mencekam.
“Apa itu tentang Super Smar?.” wajah Rayhan terlihat pucat saat bertanya.
“Bukan!.” Seru Maiden dengan suara agak tinggi. “Apa hubungannya rahasia negara Konoha dengan latihan kita.” lanjutnya.
“Akan lebih cepat jika aku memperlihatkan pada kalian secara langsung.”
Ctak! Maiden menjentikkan jari lalu di telapak tangannya api mulai berkobar. Melihat itu ketiga muridnya bertepuk tangan seperti anak-anak yang melihat pertunjukan sulap.
“Ini bukan sulap yang menggunakan trik, tapi sebuah sihir asli yang dihasilkan dari energi Mana.”
Api di telapak tangan Maiden semakin membesar hingga seukuran bola basket, melihat diameter dan bentuk lingkaran sempurna api itu membuat ketiganya mulai sadar jika ada sesuatu yang aneh.
‘Bagaimana Maiden bisa membentuk api yang merupakan masa gas menjadi bentuk seperti itu.’ pikir ketiganya.
“Apa guru ingin bilang jika energi Mana adalah zat rahasia yang bisa digunakan untuk menciptakan sihir seperti bola api itu?.”
Rasya terlihat begitu tertarik. Diantara ketiganya memang Rasya yang paling banyak pengetahuan tentang sihir. Pengetahuan itu Rasya dapat dari hobinya membaca cerita manga dan film fantasi
Tentu informasi yang Rasya dapat dari budaya pop culture tidak terbukti 100% benar. Tetapi setidaknya bisa memberikan gambaran besar bagaimana sihir bekerja.
“Tepat seperti yang Rasya katakan.”
“Uwaa... sihir di dunia nyata.”
Rasya begitu senang karena impiannya sejak kecil untuk menjadi seorang gadis penyihir akhirnya bisa terwujudkan, meskipun kakak lelakinya dan Asami masih berpikir jika semua ini hanya candaan Maiden.
Tetapi pandangan keduanya semakin lama semakin berubah seiring dengan berjalannya pelatihan mengolah energi Mana di dalam tubuh mereka.
“Oh iya, aku mendengar jika Rayhan telat masuk kelas. Kira-kira kenapa yah?.” pertanyaan Maiden sontak membuat ketiga mematung.
Rayhan segera memberikan alasan jika dirinya telat karena melakukan pertarungan dengan pemuda berapi-api. Tetapi Maiden mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi pada akhirnya memberikan hukuman pada Rayhan.
\*\*\*
Hari demi hari berjalan seperti biasanya, tidak ada serangan besar terhadap keluarga Tanjung yang membuat Karin harus turun tangan.
Namun munculnya beberapa organisasi baru di pasar gelap membuat Karin agak khawatir. Pasalnya mereka bukan organisasi sembarangan yang baru terlahir, tetapi sebut organisasi tua yang sudah berusia ribuan tahu.
“Bukan hanya di permukaan, mereka juga masuk kedalam dunia gelap ini.”
Para pendatang dari dunia lain, Karin sadar jika mereka sedang mempersiapkan datangnya Dark Age. Tapi yang membuat Karin bertanya-tanya adalah apa untungnya bagi mereka jika Dark Age terjadi.
‘Manusia hanya mengingat pada tuhan saat mereka mendapatkan cobaan.’
“Jika kalimat itu benar maka semuanya akan menjadi masuk akal.”
Menurut Karin, entitas seperti malaikat dan iblis akan mengambil kesempatan saat Dark Age terjadi, mereka akan menarik para manusia yang sedang kebingungan ke dalam kelompoknya mereka.
“Tapi mereka justru meminta perang.”
Keadaan yang relatif kondusif membuat Karin berniat mengajak Panji bermain bersama, sudah cukup lama gadis itu tidak berbicara dengan mantan rekan kerja.
Meskipun saat ini Panji bekerja di kantornya, tapi dia tidak mungkin memberitahu pada Panji jika dirinya adalah bos dari tempatnya bekerja.
Singkatnya Karin mengajak Panji untuk bertemu di taman kota, perjanjian pun dibuat antara keduanya. Tetapi saat Karin hendak menuju pertemuan tiba-tiba ia mendapatkan kabar jika sebuah organisasi hendak melancarkan serangan dengan target yang merupakan karyawan perusahaan Black Company.
Dan target itu tidak lain adalah Panji.
Karin yang tidak ingin hal buruk terjadi pada Panji, ia pun berusaha untuk menghentikan usaha pembunuhan, namun sayangnya usahanya tidak sepenuhnya berhasil.
Panji yang berusaha menyelamatkan seorang anak kecil dari tertabrak mobil berisi orang-orang yang ingin membunuhnya. Meskipun Panji masih selamat, tetapi dia mendapatkan luka fatal di kepala hingga membuatnya mengalami koma.
Sudah satu bulan berlalu sejak kejadian itu, tapi hingga sekarang Panji masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera sadarkan diri.
“Aku mengerti apa yang kalian pikirkan, karena aku pun melakukan hal yang sama saat debut ku. Tetapi....”
Di tengah tumpukan mayat dengan bentuk dan kulit aneh tidak seperti manusia. Karin dengan identitasnya sebagai Maiden berbicara dengan orang tua yang saat ini kepalanya berada di bawah kakinya.
Sosok orang tua itu tidak seperti manusia pada umumnya dimana kulitnya berwarna merah gelap dengan dua tanduk di kepala, sangat cocok dengan gambaran umum sosok iblis.
“Yang membedakan kau dan aku adalah kebodohanmu ketika memilih target!.”
Karin terus menginjakkan kakinya ke kepala Iblis hingga darah keluar dari mata dan hidung makhluk itu.
“Hentikan!.”
Suara seorang wanita memasuki ruangan, bersama dengan tebasan pedang yang begitu cepat. Karin beraksi cepat dengan membelokkan tebasan pedang menggunakan katana miliknya.
Belasan pisau Karin lempar ke arah wanita dengan kulit biru dan sebuah tanduk di kepalanya. Semua pisau bisa ditangkis, tetapi begitu Karin menembakan sebuah shotgun dengan jarak begitu dekat, wanita itu pun tidak dapat berkutik.
Suara jeritan wanita itu terdengar begitu keras saat tubuhnya penuh lubang akibat tembakan dari Karin. Wanita iblis biru itu menjatuhkan pedangnya tidak kuat menahan rasa sakit, darah membasahi bajunya.
“Hentikan, kumohon!.” teriak iblis tua begitu melihat Karin menodongkan shotgun kearah kepala anaknya yang terduduk lemas menahan sakit.
Ceklik.
Jdor!
Tanpa peduli sedikit dengan ucapan iblis merah, Karin menarik pelatuk, meledak kepala wanita iblis.
“Kurang ajaaaar!.” kemarahan iblis merah meledak hingga suhu di ruangan itu naik drastis. “Kau tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Meskipun kali ini kau telah membunuhku dan seluruh keluargaku, tetapi...”
“Kalian masih bisa kembali jika banyak manusia sesat memuja kalian. Apa Itu yang ingin kalian katakan?.”
Iblis tua kehabisan kata-kata. Semua yang Karin katakan memang benar. Baik iblis maupun malaikat jika terbunuh, mereka akan dihidupkan kembali di alam yang berbeda.
Kedua ras bisa kembali ke bumi lewat berbagai ritual yang dilakukan oleh para pengikut manusia.
“Aku akan melakukan hal yang sama, berulang-ulang. Membunuh semua keluargamu di depan matamu sendiri meskipun sampai ribuan kali, hingga kalian memutuskan untuk tetap diam bersembunyi di sudut terdalam lubang Neraka.”
Kata-kata penuh intimidasi hingga iblis tertua sekalipun merasakan jiwanya bergetar oleh ketakutan. Dia hanya bisa menatap saat sol sepatu Karin jatuh tepat di wajahnya.
Krack!
Kepala Iblis itu remuk diinjak oleh Karin.
\*\*\*
(Bersambung)
\*Author: sepertinya bakal saya time skip lagi.