
Baiden hanya dapat menyaksikan penjaga yang seharusnya melindunginya justru membuatnya begitu khawatir. Itu karena saat ini perempuan yang memperkenalkan diri sebagai Aiden telah menyebabkan kerusuhan besar di pasar gelap.
"No..nona Aiden, aku sarankan lebih baik kau serahkan amplop itu...." Baiden yang sudah pusing menghitung berapa kerugian dari kerusuhan akhirnya memilih untuk merelakan amplop hitam miliknya.
Tetapi sepertinya Aiden tidak sependapat dengannya.
"Sungguh setelah sejauh ini?."
Ketika perhatian Aiden tertuju pada bosnya, belasan pria segera melancarkan serangan. Tombak, pedang, golok dan berbagai jenis senjata jarak dekat menuju kearahnya. Tanpa keraguan semua serangan itu bertujuan untuk membunuh Aiden.
Dalam kondisi seperti itu manusia biasa pasti akan langsung terbunuh, namun sayangnya saat ini yang berada di posisi itu adalah seorang dengan pengalaman dan keahlian dari ribuan peperangan yang jauh lebih mematikan.
Sehingga serangan pengepungan dari anggota mafia maupun Genk kelas rendah di depannya hanyalah permainan anak-anak di mata Aiden.
Setiap serangan dia hindari, gerakannya seperti sebuah tarian. Dengan sebilah Katana miliknya Aiden mulai membalas serangan.
Jeritan kesakitan kembali terdengar bersahutan, sudah jelas jika itu bukan berasal dari Aiden. Satu persatu lawan yang mengepungnya mulai roboh dengan luka sayatan di area viral.
Korban terus berjatuhan.
"Aku tidak yakin mereka akan melupakan semua ini hanya dengan menyerahkan amplop." Balas Aiden yang kini berdiri ditengah mayat dan orang sekarat.
Tentu apa yang dia katakan sangat masuk akal. Organisasi gelap naba yang akan diam saja ketika anggota mereka dibunuh. Mungkin akan ada beberapa yang mengaggap kematian anggotanya adalah sesuatu yang sangat remeh.
Tetapi berbeda dengan organisasi besar yang mengaggap setiap anggota pekerja mereka adalah aset berharga.
Lalu fakta jika orang yang telah melukai anggota mereka adalah anggota dari organisasi kecil tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena itu bisa mencoreng nama baik mereka.
"Bukan hanya Badak Lore, dia juga melawan Kalong Kulon dan Serigala Hitam... Dia benar-benar ingin mencari masalah dengan semua orang."
Baiden begitu khawatir, takut jika dirinya pun akan mendapatkan masalah karena Aiden memiliki hubungan dengannya.
Perempuan itu masuk ke pasar gelap melalui dirinya, dan amplop hitam yang ia lindungi juga adalah miliknya.
Sudah dapat dipastikan jika semua organisasi yang Aiden serang menjadikannya sebagai musuh, maka Baiden pun akan merasakan dampak buruknya juga.
"In...ini tidak bisa dibiarkan."
Dipenuhi oleh ketakutan akan pembalasan organisasi hitam, Baiden memilih untuk menghentikan Aiden.
Ia memerintahkan pengawalnya untuk membantu melawan perempuan itu, tetapi tidak ada satupun yang berani untuk maju.
Sikap pengawal Baiden bisa dipahami karena mereka sudah merasakan sendiri bagaimana brutalnya Aiden saat memberikan pelajaran pada lawannya.
"Dasar tidak berguna." Pada akhirnya Baiden pun hanya bisa memaki pengawalnya yang pengecut. Tetapi dia belum menyerah, Baiden tidak ingin semua milikinya hancur.
Bisnisnya yang telah di kembangkan dari nol, seluruh hidupnya dia dedikasikan semuanya untuk itu. 'Tidak, aku tidak akan membiarkan itu hancur begitu saja!.' dengan tekad yang kuat Baiden bersiap untuk menusuk prempuan berhelm besi dari belakang.
"Hem... Ada apa?." Aiden menoleh ke belakang ketika tiga orang didepannya hendak menyerang dengan berbagai senjata.
Perempuan itu seakan tidak peduli dengan lawan yang ia hadapi dan justru berbalik memunggungi mereka untuk melihat Baiden.
Dalam sekejap keberanian yang telah Baiden kumpulkan menghilang seketika, tubuhnya bergetar hebat ketika ditatap oleh mata dibalik helm besi. Dia tidak bisa bergerak seperti tikus didepan seekor ular.
"Berani kau menunggui kami!."
"Rasakan pembalasan dari Serigala Hitam!."
Tiga orang yang sebelumnya tengah Aiden hadapi menjadi marah karena lawannya justru berpaling seakan menganggap remeh keberadaan mereka.
Serangan mereka dapat dengan mudah mengenai Aiden, tetapi semua itu hanya sekedar imajinasi. "Berisik." Umpat Aiden yang kemudian berputar 360 derajat dengan cepat.
Berikutnya ketiga orang itu merasa sensasi panas di perut mereka yang dengan cepat berubah menjadi rasa sakit teramat parah, detik berikutnya mereka sadar jika perut mereka telah terbuka dengan isi yang mulai keluar.
Baiden hanya terdiam melihat tiga orang yang terkenal begitu kuat dari organisasi berbeda yakni Serigala Hitam, Badak Lore dan Kalong Kulon terbunuh begitu mudah.
‘Jika para eksekutif organisasi besar saja dibunuh begitu cepat, lalu bagaimana denganku?.’
Baiden tidak dapat mengendalikan dirinya, dia begitu takut manakala Aiden bergerak menghampirinya, dia bahkan merasa tidak tahan untuk membasahi dirinya sendiri.
"UMM... Aku rasa ini akan berguna untuk mu." Pria tua itu menawarkan pisau yang hendak dia gunakan untuk menusuk Aiden.
Perempuan itu hanya terdiam sejenak menatap pisau ditangan Baiden hingga akhir dia pun mengambilnya. "Ya kurasa ini akan berguna." Ucap Aiden, tidak lupa ia pun berterima kasih pada Baiden lalu kembali menghadapi musuh yang datang.
"Berakhir, semuanya sudah berakhir."
Baiden semakin putus asa, dia yakin semua orang pasti melihatnya memberikan pisau pada Aiden. Itu artinya dalam pandangan mereka Baiden telah mendukung penuh Aiden. Dia tidak mungkin bisa mengelak, setelah perempuan itu ditangani maka giliran dirinya yang akan ditargetkan.
Tetapi bagaimana jika Aiden mampu bertahan, ‘Apakah itu mungkin?.’. Baiden mulai memikirkan efek yang mungkin di timbulkan akibat kemenangan Aiden.
‘Itu bisa saja menaikkan derajat perusahaan ku. Walaupun nantinya banyak organisasi gelap yang menaruh dendam tetapi mereka tidak mungkin macam-macam jika Aiden melindungi ku.’
Baiden masih mengaggap kemenangan perempuan itu mustahil, tetapi ia masih menaruh harapan walaupun sedikit. "Ah!" tiba-tiba dia berteriak dengan matanya terbelalak seakan mengingat sesuatu yang penting.
"Di mana mereka?." Baiden melihat sekeliling mencari tiga penjaga swasta rekan Aiden, jika ketiganya sekuat perempuan berhelm besi itu makan menaklukkan pasar gelap bukanlah sesuatu yang mustahil.
Tetapi entah sejak kapan ketiga menghilang entah kemana.
***
Setelah memasuki pasar gelap, rencana penyelamatan yang Karin berikan memiliki dua cabang berbeda yang bisa dipilih sesuai situasi.
Cabang pertama adalah cara paling aman yakni mengikuti lelang dimana sesuai informasi yang Karin dapat jika Asami akan dijual pada pelelangan itu. Mereka akan membeli Asami dengan bantuan Baiden.
Kemudian cabang kedua adalah cara yang paling beresiko. Tidak perlu pembahasan lebih jauh tentang rencana kedua karena saat ini rencana itulah yang sedang digunakan.
Karin tidak mengira jika keadaannya menjadi kacau seperti ini. Dia sendiri jika memungkinkan lebih memilih cara pertama yang aman.
Tetapi siapa mengira jika Baiden adalah orang terpilih yang akan mendapatkan amplop hitam. Karena keadaan menjadi begitu berantakan ia terpaksa melangkah ke stage berikutnya.
Disaat Karin tengah membuat keributan di pasar gelap, ketiga rekannya akan mencari tahu lokasi Asami. Rencana yang terlihat sederhana tetapi sangat menyulitkan.
Satu-satunya cara untuk mengetahui lokasi Asami adalah dengan melakukan interogasi pada anggota Serigala Hitam. Karin sudah memberitahu wajah pera petinggi dan anggota berpengaruh dari Serigala Hitam yang mungkin memiliki petunjuk lokasi Asami.
Ketiganya harus mendapatkan informasi itu dengan cepat, karena entah seberapa lama lagi Karin bisa bertahan menghadapi semua orang yang hendak membunuhnya.
***
[End]