
Setelah menyelamatkan Asami, banyak usaha pembunuhan dilakukan sebagai upaya balas dendam oleh organisasi gelap. Yang lebih parah lagi, Black Market juga terlibat dalam usaha melenyapkan keluarga Rusdi Tanjung karena hubungan mereka dengan sosok Iron Maiden.
Hal itu sangat berbahaya karena jika Black Market, yang menjadi pusat kegiatan ilegal di seluruh dunia, ikut campur untuk melenyapkan seseorang atau sebuah organisasi, maka tidak ada tempat di dunia ini yang aman untuk target mereka.
Dores adalah dalang dibalik campur tangan Black Market pada masalah ini. Pria besar seperti babi itu merupakan anggota eselon atas Black Market yang dibiarkan hidup sebagai jaminan supaya Karin bisa resmi bergabung di dunia gelap dan mendirikan organisasinya sendiri.
Setiap minggu, setidaknya ada empat hingga enam usaha pembunuhan yang mengancam keluarga Rusdi. Tentu saja, itu membuat kehidupan mereka menjadi tidak aman.
Rusdi telah berusaha keras menyewa pengawal untuk keamanan keluarganya, tapi semua usaha ayah Asami itu sia-sia. Korban dari pihaknya terus berjatuhan, bahkan orang yang tidak terlibat secara langsung, seperti karyawan, pembantu, bahkan tukang kebun yang bekerja pada keluarga Tanjung, juga ikut menjadi sasaran.
Melihat keadaan yang semakin memburuk, Rusdi berniat untuk mengamankan istri dan putrinya ke negara lain. Tetapi sebelum mereka berangkat, tiba-tiba sosok itu kembali menemui Rusdi.
"Sebaiknya anda memikirkan kembali rencana untuk berlindung ke negara lain."
Rusdi dan tujuan orang di dalam ruang tengah rumahnya sangat terkejut saat melihat keberadaan Karin. Mereka sebelumnya tidak sadar dengan keberadaan perempuan dengan ciri khas helm besi di kepalanya itu.
‘Sejak kapan dia datang?’ Pikir setiap orang.
Tempat itu adalah area paling aman di Tanjung Tower. Dengan penjagaan yang begitu ketat, seharusnya tidak ada seorangpun yang bisa masuk tanpa terdeteksi.
Tiga orang, yang merupakan bodyguard baru, segera menodongkan pistol ke arah Karin. Bahkan Rayhan pun hendak melakukan hal yang sama, tapi dia mengurungkan niatnya begitu sadar jika penyusup itu adalah Karin.
"Aiden!"
Berbeda dengan setiap orang yang tegang dengan kedatangan Karin, putri Asami justru menyambut kedatangan penyelamatnya dengan ceria.
Sadar jika kedatangan Karin bukan untuk membahayakan keluarganya, Rusdi meminta pada para bodyguard untuk menurunkan senjata. Ketiga bodyguard menurut, tapi mereka masih tetap waspada.
Para tentara bayaran itu terus memperhatikan Karin. Mereka sangat penasaran dengan sosok yang begitu berani membuat kekacauan besar di pasar gelap. Setelah melihat penampilan Karin dengan kostum pelayan, ketiganya pun langsung dibuat skeptis dengan kebenaran cerita yang sudah mereka dengar.
‘Apa mungkin wanita aneh ini yang telah melenyapkan Serigala Hitam?’ dalam pandangan mereka, Karin terlihat begitu biasa. Tidak terlihat adanya otot kuat maupun bagian tubuh yang mengalami upgrade menjadi Cyborg.
‘Ini pasti sebuah lelucon.’
Karin tetap diam selama beberapa saat hingga Rusdi menyadari jika Karin bermasalah dengan keberadaan tiga bodyguard. Pria itu pun meminta ketiga orang tersebut untuk berjaga di luar.
Namun, perintah Rusdi ditolak oleh ketiga bodyguard dengan alasan keamanan. Mendengar perkataan mereka membuat Rayhan dan Rasya tertawa kecil, tapi keduanya segera berhenti karena lantaran para bodyguard menatap tajam ke arah mereka.
"Jangan khawatir, selama aku di sini tidak akan ada serangan apapun yang dapat mengancam seluruh gedung."
Karin berkata dengan penuh percaya diri, namun ketiga bodyguard menganggap itu sebagai kesombongan. ‘Memangnya siapa dirinya?’ Kata seperti itu terlihat jelas di wajah merah yang menatap Karin dengan sinis.
Melihat jika ketiganya tidak akan pergi dari ruangan itu, Karin pun tidak punya pilihan lain selain menggunakan jalan kekerasan.
"Aku tidak suka berbicara banyak hal dengan para figuran sekali pakai, jadi mari kita selesaikan ini dengan cepat."
Berikutnya, pintu didobrak dengan keras lalu tiga tubuh manusia terlempar keluar dari ruangan dimana kelurga Rusdi berkumpul. Dalam waktu singkat, ketiga bodyguard dilempar keluar oleh Karin.
Setelah menyeret ketiganya keluar ruangan, Karin segera menutup pintu sebelah ketiga bodyguard sempat mencerna apa yang baru saja terjadi.
Setelah orang-orang yang tidak bisa ia percayai dilempar keluar, Karin pun mulai menjelaskan situasi saat ini. Dia mengatakan jika pergi ke luar negeri jauh lebih berbahaya bukan bukan tanpa alasan.
"Anda sudah tahu jika cabang dari Black Market ada di seluruh negara bukan?"
Rusdi mengangguk sebagai jawaban. Dia sadar jika tidak ada tempat yang aman untuk menyembunyikan dua sosok yang sangat dia cintai.
"Tapi aku tidak bisa menyerah."
"Tapi jika kau tetap pergi, artinya bunuh diri. Saranku lebih baik jika anda tetap berada di negara ini karena keadaan Black Market di sini adalah yang paling lemah, karena kekuatan penjahat."
Setiap orang berpikir jika alasan Karin terdengar masuk akal. Penjahat di kota telah menurun drastis akibat pembantaian yang Karin lakukan saat menyelamatkan Asami.
Bahkan salah satu pilar pasar hitam telah hancur hingga mustahil untuk dipulihkan dalam waktu singkat. Keseimbangan dunia hitam di negara ini telah goyah, terbukti dengan maraknya kasus pertikaian antar Genk maupun Mafia yang semakin sering terjadi.
Organisasi hitam yang sudah besar sedang berebut lahan kekuasaan bekas Serigala Hitam. Sedangkan yang kecil mencoba merangkak naik untuk menggantikan Serigala Hitam.
"Kalian beruntung. Kekacauan yang terjadi di dunia bawah negri ini membuat kalian masih bisa hidup hingga hari ini."
Kecuali Asami, wajah setiap orang menjadi pucat. Mereka telah mendapatkan teror tanpa henti selama satu minggu terakhir, tetapi Karin justru mengatakan jika itu adalah sebuah keberuntungan.
Mereka tidak bisa membayangkan betapa berbahayanya black market dalam keadaan normal. "Jika mereka yang melindungi tempat ini," ucap Karin sambil bicara tentang tiga bodyguard yang baru saja dia usir, "kalian mungkin harus terus mengurung diri di tempat ini."
Wajah Asami begitu lemas saat mendengar hal tersebut. Ia kemungkinan tidak bisa keluar dari rumahnya dengan bebas lagi. Gadis itu tidak ingin hidup layaknya burung di dalam sangkar.
"Karena itulah aku datang kemari untuk memberikan penawaran."
Setiap orang saling menatap, mereka penasaran dengan tawaran apa yang akan diberikan oleh Karin. Suasana di dalam ruangan itu perlahan mencekam, lima orang di dalamnya merasa seolah-olah melihat sosok bayangan hitam dibelakang Karin.
"Entah kenapa aku merasa seperti orang yang akan melakukan kontrak dengan iblis," ucap Rayhan dengan sedikit candaan, tapi perkataannya itu justru disetujui oleh yang lainnya.
"Bukankah ini sangat menegangkan?," tanya Asami dengan antusias. Gadis itu seakan tidak memiliki ketakutan pada apapun.
Karin kemudian menjelaskan tawarannya yakni dirinya akan bekerja pada keluarga Tanjung selama dua tahun. Sebagai balasannya dia tidak meminta uang tetapi sepuluh persen saham Tanjung Group.
Terdengar seperti tawaran dengan bayaran mahal, tetapi Ridwan sama sekali tidak keberatan. Faktanya, adiknya yang telah menjadi otak atas penculikan Asami kini telah dipenjara. Saham yang dipegang oleh saudaranya sebesar lima belas persen otomatis diambil oleh Ridwan.
Dia tidak keberatan memberikan hak milik adiknya yang telah berkhianat untuk Karin.
***
[TBC]