
Beberapa hari kemudian. Setelah Mercia kembali pulih sepenuhnya. Pencarian tentang kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu mulai di lacak. Akan tetapi tidak ada satu pun petunjuk pelaku.
Jika musuh yang sudah lama menjadi musuh enam kerajaan besar, yaitu Duke Sahara. Akan tetapi duke sahara tidak memiliki sihir bayangan, atau pun mana sihir untuk mengendalikan suatu benda.
Di dalam sejarah tercatat. Bahwa mana sihir bayangan tersebut hanya dimiliki oleh Penyihir yang dijuluki si jenius, dari kerajaan monopan, yang terletak di bagian timur dari arah kerajaan Norea.
***
Semua penyihir tingkat Rycle dan tingkat Nirycle di perintahkan untuk berpatroli, dan mencari apakah ada sesuatu yang aneh terjadi lagi. Keadaan kafe Knightone sementara di blokir, dan dianalisa oleh para penyihir bagian pencarian.
Karena kejadian yang tidak menyenangkan tersebut para pelajar sihir di liburkan untuk sementara. Sedangkan keadaan Mercia telah sepenuhnya pulih.
Sedangkan lelaki yang membantu dan menyelamatkan Mercia, adalah putra tunggal kerajaan orion yang merupakan salah satu dari kerajaan enam besar.
Dengan kemampuan khusus kerajaan Rose yaitu memanipulasi musuh dengan mengalirkan mana sihir lewat mata.
Karena putra tunggal ia adalah penerus selanjutnya dari kerajaan itu bisa di bilang kerajaan orion adalah pemimpin dari enam kerajaan besar.
nama dari pangeran tersebut adalah Karvein Len De Orion.
Setelah kejadian yang terjadi beberapa hari yang lalu. Mercia dan karvein mulai dekat bagaikan teman yang telah berteman sejak lama. Mercia yang terlihat lemah saat karvein datang Mercia merasa malu. Karena memperlihatkan keadaan lemahnya pada seorang laki laki.
Karena Mercia selalu terlihat energi. Walaupun Mercia tidak terlalu peduli dengan kehidupannya itu, yang dulunya ia selalu tenang dengan kedamaian dunia dan tiba tiba terjerumus ke dunia yang masih di era Perang.
Karena para pelajar di liburkan Mercia dan kedua temannya di perintahkan untuk pergi mencari tahu tentang sihir bayangan tersebut. Kelompok Mercia yang terdiri dari Mercia, Mary, dan Hyerin. Tiba - tiba di gabungkan dengan kelompok dari karvein yang terdiri dari Orlando Shin De Harcein, Lucas Ian De Forkyend dan karvein juga termasuk.
Karvein di tunjuk sebagai pemimpin dari anggota gabungan tersebut dan di ketuai oleh marvin Khan de shinra.
Marvin adalah anak dari Marquis Shinra. Yang merupakan anggota inti kerajaan, dan kemampuannya juga tidak bisa di remehkan. Bisa di bilang ia juga salah satu penyihir muda hebat dari kerajaan Rose.
Keesokan harinya dimana di hari pencarian dimulai. Para anggota sudah berkumpul di depan gerbang masuk Academy.
"Dimana perempuan satu itu ( Mercia ) kenapa lama sekali, " Cetus karvein.
"Oh! Sepertinya orang yang baru di bicarakan muncul, " Jawab Lucas
"Mungkin Ciachi panjang umur, " Ucap Mary sembari tertawa yang tak tertahan lagi.
"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut sekali, " Tanya Mercia yang baru saja muncul.
"Kau lama sekali Mercia! Hampir saja kami akan meninggalkanmu, " Hentak Orlando sembari meregangkan tangannya yang pegal karna menunggu.
"Ah... maaf aku tadi aku tidak ingin pergi tapi aku kepikiran mungkin kalian masih menungguku. Jadi aku pergi dengan SANTAI," Jawab Mercia sembari menggelengkan kepalanya.
"Apa! Apa kau mau membunuh kami. Menunggumu di tengah hari seperti ini, " Cetus Lucas.
"Apa? Apa kamu mau protes hah?" Tanya Mercia sembari memasang menakutkan.
Setelah lamanya bertikai. Mereka akhirnya pergi untuk memulai pencarian. Mereka pergi ke kafe Knightone. Karena disanalah kejadian tersebut terjadi.
"Ada apa Mercia?" Tanya Marvin sang ketua kebingungan.
"Hah? Apa... kalian tidak melihat tadi ada bayangan yang yang mendekati karvein?" Tanya Mercia sembari kebingungan.
"Kami tidak melihat apa - apa, " Jawab Mary.
"Tapi tadikan jelas - jelas aku melihat sendiri dengan mataku. Jelas ada bayangan yang mendekat. Sebenarnya ada apa? Apakah ini sihir mimpi?" Gumam Mercia.
Terlihat Marvin yang melihat ke arah Mercia dengan tatapan serius. Setelah itu Marvin memerintahkan untuk kembali ke ke academy dan melapor pada ketua Raiya.
***
Sesampainya di kantor ketua Raiya dan melapor. Setelah melapor para anggota di perintahkan untuk kembali ke asrama. Sedangkan Marvin melaporkan pada Raiya apa yang terjadi pada Mercia. Setelah menjelaskan panjang lebar dari awal sampai akhir.
"Jadi apakah hanya Mercia yang bisa melihat bayangan itu?" Tanya Raiya
"Sepertinya begitu. Saat Mercia mengeluarkan penghalang kacanya sesaat saya melihat matanya berubah warna menjadi hijau toska bagaikan safir, " Jawab Marvin dengan sopan.
"Apakah mata safirnya akan bangkit? Tetapi mata safir hanya bisa bangkit saat mana sihir sepenuhnya bisa di kendalikan. Sedangkan mana sihir Mercia tersegel sebagian. Apa maksudnya ini. Aku harus melapor kepada paman ( ayah Mercia) " Sembari memasang wajah khawatir.
Sedangkan keadaan Mercia kebingungan dengan apa yang terjadi pada matanya. Mercia yang melihat ke cermin sembari memeriksa matanya apakah ada yang salah.
"Sebenarnya ada apa dengan mata ini. Sesaat tadi mata ini terasa dingin dan merasa bisa melihat semuanya yang tersembunyi atau pun yang tidak bisa di lihat oleh orang orang sekitar, " Gumam Mercia kebingungan.
Setelah memeriksa matanya yang tidak terjadi apapun. Sesaat Mercia teringat dengan kalung salib kaca mawarnya itu.
Mercia melihat kalung itu sembari terbaring di kasurnya yang luas. Mercia melihat seperti ada suatu perbedaan. Kalung itu tidak seperti biasanya, yang membuatnya berbeda adalah lebih bersinar. Salib itu terlihat lebih bersinar dari biasanya. Memang setiap harinya salib itu terlihat sangat berkilau karena salib itu terbuat dari kaca crystal yang tidak biasa dan tidak mudah pecah.
Beberapa menit kemudian Mercia tertidur kelelahan karena pencarian sihir bayangan seharian.
***
Terlihat seorang perempuan cantik dengan rambut hitam pekat yang berkilau, dan mata biru safir yang sangat jarang di miliki seorang bangsawan. Perempuan itu terlihat bagaikan sang dewi yang sangat menawan dan cantik.
Perempuan tersebut terlihat seperti mengatakan sesuatu, akan tetapi tidak terdengar apa yang di bicarakan nya. Di saat yang sama terlihat seorang anak perempuan yang cantik sembari memeluk perempuan dewi cantik itu. Dalam sesaat bayangan itu hancur dan berakhir dengan berlumur darah merah yang mengalir tanpa henti, dan anak perempuan itu menangis sembari memeluk dewi cantik itu. Sang dewi cantik berbicara dengan perlahan pada anak perempuan itu dengan keadaan yang buruk, akan tetapi tidak terdengar suara sekecil apa pun.
***
Tiba - tiba Mercia yang tidur lelap terbangun dalam sesaat sembari bergumam "Apa yang barusan itu mimpi yang terlihat seperti nyata,"
Tiba - tiba mengalir air mata di wajah Mercia tanpa henti. Mercia yang kebingungan dengan apa yang baru saja ia lihat di mimpinya, yang terlihat nyata dan mengalirnya air mata.
"Apakah aku kelilipan saat tidur tadi, kenapa air mata ini tidak berhenti, " Gumam Mercia sembari menghapus air matanya yang tidak berhenti.
HALO HALO PARA READER SILAKAN
MEMBACA " REBORN AS A PRINCESS OF NOREA " TERIMA KASIH TELAH MENDUKUNG NOVEL INI DAN TERUS BERI DUKUNGAN YAH DENGAN CARA KOMEN, VOTE, DAN LIKE☺