
Mercia dan Karvein telah menyelesaikan misi tingkat duanya, dan mereka akan segera kembali ke academy dengan senang, karena telah berusaha menyempurnakan sihir gabungan itu.
"Hei kakek, apakah Kirai bisa ku bawa ke Norea? " Tanya Mercia kepada Ganboku sannin dengan tatapan serius.
"Boleh saja jika Kirai rela berpisah denganku, " Jawab Ganboku sannin dengan percaya diri.
"Tentu saja, kenapa aku harus tidak rela berpisah denganmu kakek tua. Aku sudah besar dan kuat, tidak perlu perlindunganmu, " Cetus Kirai melukai hati Ganboku sannin.
"Ahahaha... " Tawa Mercia.
"Baiklah, ayo Mercia kita pergi, " Ajak Karvein kepada Mercia.
"Huh? Apakah Armado juga ikut pulang? " Tanya Mercia dengan bingung.
"Iya jika ku biarkan si kirai sendirian dia bisa kesepian, " Jawab Armado dengan percaya diri.
Mercia, Karvein, Armado, dan Kirai. Kembali ke academy dengan selamat, tapi keadaan Kekaisaran Norea sedang kacau karena perselisihan dengan duke sahara.
Untuk menyelesaikan perselisihan itu kedua belah pihak setuju mengadakan pesta di istana Norea. Menghadirkan semua anggota bangsawan entah itu dari Norea atau pun kerajaan enam besar lainnya.
Tujuan mengadakan pesta ini adalah untuk melihat apakah perselisihan itu bisa di selesaikan dengan cara voting. Apakah itu berdamai atau tidak tergantung pada voting itu sendiri.
Rumah Duke Sahara
Terlihat duke sahara dan putrinya Karin sedang membicarakan sesuatu.
"Dengar Karin jika kau bisa mendapatkan hati pangeran karvein. Mungkin saja kita bisa menghancurkan si Norea s*alan itu. Jika Norea hancur keluarga sahara akan menjadi pemimpin baru dengan bantuan Kekaisaran Orion, " Ucap Duke Sahara pada putrinya Karin dengan serakah.
"Tenang saja ayah, jika aku bisa menggunakan Mercia aku pasti bisa mendapatkan Karvein dengan mudah, " Jawab Karin dengan percaya diri dan raut wajah licik.
Academy
Mercia dan Karvein kembali dengan selamat dan mendapatkan kekuatan barunya yaitu Doble magic sword, akan tetapi Mercia yang baru saja kembali dari gunung Kiriano, langsung mendengar kabar buruk.
"Dengar Mercia, paman Michelle sekarang sedang kesusahan. Lebih baik kau cepat bantu kekaisaran Norea mengerjakan kerjaan yang menumpuk itu, " Ucap Raiya menyarankan Mercia dengan serius.
"He... aku tidak tau kalau duke sahara akan bergerak sekarang, " Ucap Mercia dengan licik.
"Jangan kau remehkan duke sahara dan putrinya itu. Apa kau tidak tau, kejadian kau menghilang itu juga perbuatan Duke Sahara, " Ucap Raiya dengan tatapan kesal.
"Kalau kau menyuruhku jangan remehkan Duke Sahara, maka jangan remehkan aku karena aku seorang perempuan yang pemalas, " Cetus Mercia dengan kesal dan tatapan dingin.
Brak! suara pintu tertutup. Raiya yang hanya bisa diam melihat sepupunya itu yang bertingkah seakan akan bisa mengatasi masalah dengan mudah.
( Raiya adalah anak dari adik Michelle )
Terlihat Mercia yang sedang kesal berjalan di tengah ibu kota. Mercia merasa kesal karena perbuatan dari Duke Sahara dan putrinya Karin, yang terus terusan menekan reputasi Kekaisaran Norea.
Mercia merasa terganggu dengan masalah yang melibatkan Kekaisaran Norea. Karena Mercia cemas Mercia langsung pergi menuju ke istana utama Norea.
"Eve! kenapa kau ada di sini? apakah kau sudah selesai latihan di gunung Kiriano? " Tanya Kevin yang baru saja selesai mengerjakan tugasnya.
"Iya, aku sudah menyelesaikan semua misi ku dengan mudah, " Bangga Mercia dengan penuh perasaan senang.
"Apa kau mau membantuku Eve? " Tanya kevin sambil tersenyum tulus.
"Boleh saja, membantu apa? Apakah aku harus menyiapkan makanan untuk para pekerja? " Tanya Mercia dengan penuh semangat yang membara.
"Bantu mendesain hiasan untuk perjamuan nanti malam. Nah itu saja tolong yah, aku masih banyak pekerjaan, " Jawab Kevin dan langsung pergi.
Setelah Mercia menyelesaikan semua tugasnya. Mercia pergi ke kamarnya, akan tetapi di tengah jalan menuju kamarnya. Mercia di panggil oleh ayahnya Michelle.
Ruangan Michelle
Terlihat Michelle yang tengah sibuk mengerjakan semua pekerjaannya itu sendirian. Michelle yang merasa terlalu mengabaikan putrinya itu, karena terlalu sibuk. Michelle merekrut seorang asisten pribadi untuk Mercia yang sudah di latih keras.
"Mercia, maaf karena ayah terlalu mengabaikanmu dan tidak pernah menemanimu. Karena aku terlalu sibuk untuk memperhatikanmu, aku merekrut seorang asisten pribadi untukmu. Dia sudah di latih bertahun tahun dalam bela diri dia juga seorang perempuan, jadi jika kau ingin melakukan misi kau harus membawanya juga, " Jelas Michelle kepada Mercia.
"Ayah, kau tidak perlu melakukan semua ini, aku sudah ada hewan sihir. Hewan sihir ku juga mengikitiku kemana pun, " Jawab Mercia dengan tatapan serius.
"Dengar Mercia, kau adalah putri ku dan Claudya. Dengan status yang mencolok itu kau akan di cari oleh orang orang yang berniat jahat, asisten yang ku siapkan ini hanyalah untuk berjaga jaga saat kau ke sulitan, " Kata Michelle bersi keras.
"Baiklah, baiklah dimana dia sekarang? " Ucap Mercia dengan terpaksa.
" Masuklah Lilyer, " Panggil Michelle.
Terlihat seorang perempuan dengan rambut coklat dan mata hijau tua masuk ke ruangan Michelle.
"Yang mulia saya Lilyer Tasius. Mantan murid mendiang Yang mulia ratu Claudya, "
"Ho... apa kau murid ibuku? " Tanya Mercia dengan penuh penasaran.
" Iya, mohon bantuannya Yang mulia Putri, " Salam Lilyer sambil membungkukkan badan dengan anggun.
Kamar Mercia
Terlihat Mercia yang sedang bersiap siap untuk pesta nanti malam di aula dansa istana Norea.
Para pelayan yang sibuk mendandani Mercia yang merupakan seorang putri Raja Norea.
"Lilyer ambilkan aku teh melati, " Ucap Mercia yang sedang di dandani.
"Putri anda tidak boleh memakan atau meminum apa pun sampai selesai, " Jawab Lilyer dengan sopan.
Mercia yang pasrah dan kelaparan karena tidak di perbolehkan memakan atau meminum apa pun.
Beberapa saat kemudian...
Mercia yang biasanya selalu terlihat polos tanpa hiasan apa pun, sekarang terlihat sangat cantik bagaikan dewi Aphrodite.
Aula pesta
Banyak para bangsawan dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi berkumpul di tengah tengah aula dansa.
"Keluarga enam Kekaisaran masuk ke aula dansa!? " Ucap seorang pengawal memberitahu anggota keluarga enam kerajaan masuk.
Terlihat Mercia dengan gaun biru yang polos tapi mengkilap, dan tiara yang di hiasi crystal biru. Baru pertama kali para bangsawan melihat Mercia muncul dengan mencolok seperti ini.
Semua orang yang dulunya merasa jika Karin lah perempuan tercantik di negara Norea, langsung berubah pikiran saat melihat Mercia dengan penampilan yang polos tapi mengkilap dengan rambut dan matanya yang langka terlihat sangat menawan, anggun, dan cantik.
"Pst... apakah itu putri dari Kekaisaran Norea yang jarang muncul itu? " Bising para bangsawan membicarakan Mercia.
"Ternyata yang mulia putri Mercia lebih cantik dari yang aku bayangkan. Bahkan lebih cantik dari Karin yang merupakan perempuan tercantik di Norea, " Ucap salah satu seorang bangsawan.
Karin yang terlihat menahan rasa kesalnya saat melihat Mercia muncul sambil menggigit salah satu jarinya.