
Berkat bantuan dari Ganboku sannin, Mercia dan Karvein berhasil melewati tahap pertama untuk membuat kombinasi gabungan sihir.
Mercia dan Karvein tinggal menyelesaikan tahap terakhir dari kombinasi gabungan sihir, yaitu membuat satu jurus sihir gabungan dengan mana sihir, yang ada dalam tubuhnya masing - masing atau mana sihir yang ada dalam pedang kaca es mawar dan pedang hitam api.
Terlihat Mercia dan Karvein sedang terbaring di rerumputan yang hijau. Mercia dan Karvein melakukan latihannya dengan baik, akan tetapi tahap akhir ini sangatlah susah untuk di selesaikan dan harus menyiapkan jurus sihir macam apa yang akan di buat.
"Hei Mercia, " panggil Karvein sambil terbaring di rerumputan hijau.
"Ada apa? " Tanya Mercia yang terbaring sambil melihat langit biru.
"Bentuk jurus seperti apa yang kau inginkan? kenapa kau menerima latihan ini, bukankah ini terlalu berat untuk tubuhmu yang lemah itu? " Tanya Karvein sembari mengulurkan lengannya ke atas.
"Hm...entahlah, aku hanya ingin mempunyai sihir yang bisa melindungi teman - temanku dan dunia dari kehancuran, kegelapan, dan kehampaan. Aku menerima latihan ini karena kau menerimanya, jika kita lain pendapat bukankah itu merepotkan?. Juga... di latihan ini ada untungnya untukku, " Jawab Mercia dengan santai, dan dalam sesaat sebelum Mercia menjawab pertanyaan dari karvein tiba tiba Mercia kepikiran Iriano Tsuna yang ada dalam mimpinya beberapa bulan lalu.
Karvein langsung terdiam setelah mendengar jawaban Mercia sambil tersenyum.
"Kau pasti bisa mengabulkannya Mercia, jadi... ayo latihan lagi dan secepatnya membuat sihir gabungan baru untuk melindungi dunia dan teman - temanmu itu, " Ucap Karvein bangkit dari rerumputan itu dan mengulurkan tangannya ke arah Mercia.
Mercia yang tersenyum sambil memegang tangan Karvein dan bangkit dari rerumputan hijau itu.
Mercia dan Karvein berusaha membuat sihir barunya dan bergabung melindungi dunia dari kehancuran, kegelapan, dan kehampaan.
Kirai dan Armado yang tergerak saat melihat Mercia dan Karvein berusaha mati - matian. Untuk membuat sihir gabungan baru, langsung pergi latihan dan sama - sama mendukung sebagai partner baru.
Malamnya...
Karena Mercia dan Karvein terlalu memaksakan diri. Sehingga lengannya terluka akibat mana sihir yang terlalu kuat.
"Shh... apa kau mau membunuhku hah!? Jika kau tidak tulus membalut lukaku akan ku lakukan sendiri!? " Ucap Karvein yang kesakitan akibat luka yang di dapatnya saat latihan.
"Hah... kau ini bukankah kau pernah bilang kalau kau itu pria sejati? Kenapa luka ringan seperti ini saja kau terlihat sangat menderita," Cetus Mercia yang membuat Karvein teringat saat di kamar Mercia ( di bab Festival).
"Hah!? itu kan karena kau membalut lukaku dengan kasar! Apakah kau tidak bisa menjadi seorang perempuan pada umumnya, seperti... karin putri duke saha... *terpotong, " Cetus Karvein dengan nada menghina.
"DIAM! JIKA KAU TIDAK INGIN MATI, " Ucap Mercia dengan penuh amarah sambil mengikat kuat pembalut luka Karvein.
"Ah....!? " Jerit karvein yang kesakitan.
"Hump! jangan pernah membandingkan aku dengan wanita gila itu. Jika kau lebih suka si putri Duke Sahara itu yang mengobati lukamu, lebih baik kau secepatnya pergi ke tempatnya dan jangan muncul kembali, " Kata Mercia dengan kesal dan langsung pergi tidur.
"Haih... kenapa bisa - bisanya aku suka dengan perempuan kasar seperti ini. Tapi aku merasa senang karena Mercia bisa menjadi partner kombinasi gabungan sihir denganku, " Gumam karvein di dalam hatinya, sembari tersenyum ke arah Mercia yang tertidur di sampingnya.
Paginya...
Terlihat Mercia yang masih sedikit kesal dengan Karvein tadi malam. Karvein yang hanya bisa menciut dan diam tidak bicara sepatah kata pun sembari menggerakkan tubuhnya untuk pemanasan.
Suasana yang canggung tanpa suara dan senyap. Mercia yang acuh tak acuh, sedangkan karvein diam tanpa suara.
"Ada apa dengan kalian berdua? kenapa diam tanpa suara? Tidak seperti biasanya yang selalu ribut dan tidak menghiraukan ku ( padahal dirinya yang tidak menghiraukan orang yang di latihnya), " Tanya Ganboku sannin dengan nada mengejek.
Tidak ada suara dan dan jawaban, diam tanpa suara sedikitpun.
"Kakek mereka baru saja bertengkar semalam karena mengungkit nama Karin putri Duke Sahara, " Bisik kirai dengan singkat kepada Ganboku sannin.
"Hm... seperti itu kah? Kalau begitu aku akan mengirim kalian berdua kembali ke academy, dan berhenti melatih kalian berdua, " Ucap Ganboku sannin dengan licik.
Mercia dan Karvein yang tadinya tidak bersuara langsung heboh, karena Ganboku sannin tidak ingin melatih mereka jika mereka tidak akur.
"Hah!? tu-tunggu kakek kami akan latihan dengan serius, maafkan kami, " Ucap Mercia dan Kevin bersamaan.
"Hahaha! Trik seperti ini memang yang terbaik dan mempan! " Seru Ganboku sannin sambil tertawa lepas.
Mercia dan Karvein membeku karena termakan trik sederhananya itu.
Setelah Mercia dan Karvein berbaikan kembali, langsung melanjutkan latihannya. Lama kelamaan Mercia dan Karvein berhasil membuat sihir gabungannya.
Walaupun masih belum sempurna, Mercia dan Karvein berusaha menyempurnakannya.
Seminggu telah berlalu...
Terlihat lengan Mercia dan Karvein di penuhi luka goresan. Walaupun di penuhi luka Mercia dan Karvein tetap berusaha menyempurnakannya.
"Hei Karvein setelah sihir gabungan ini terbentuk sempurna, kau akan menamai jurus sihir apa? " Tanya Mercia sambil mengelus tangannya yang di penuhi goresan luka.
"Lebih baik kau saja yang membuat namanya. Aku tidak pintar dalam membuat nama atau sebutan. " Kata Karvein sambil duduk dan menatap matahari yang hampir terbenam.
"Hm... Aku tidak kepikiran nama apa yang bagus untuk sihir ini saat sempurna nanti. Aku mendapatkan nama jurus pedang ku juga. Karena mana sihir yang di keluarkan pedang ku, seperti bentuk naga api berwarna biru dan warna biru melambangkan diriku sekali sedangkan naga melambangkan bentuk sihir yang di keluarkan pedang kaca es mawar ini. " Jelas Mercia dengan tatapan serius.
Setelah mendengar penjelasan Mercia, Karvein terpikir nama yang melambangkan sihir gabungannya itu.
Dua hari berlalu, akhirnya Mercia dan Karvein menyempurnakan sihirnya itu.
"Akhirnya! akhirnya kita menyempurnakan sihir ini Karvein! Jadi nama apa yang sudah kamu pikirkan? " Tanya Mercia dengan semangat api yang membara.
"Hm... aku memikirkan nama ini saat kau membicarakan bagaimana kau mendapatkan nama untuk sihirmu, aku ingin sihir yang kita buat bersama memiliki lambangnya sendiri. Walaupun ini sedikit asal - asalan. Aku yakin nama ini sangat melambangkan kita berdua. Nama sihir ini sangat cocok dengan bentuknya yang tajam bagaikan pedang milikku dan milikmu, aura yang dingin dari sihir kaca es mawarmu, mana sihir yang membara di sekitar pedang dari sihir api ku yang membara. Doble magic sword itulah nama dari sihir gabungan kita, " Ucap karvein jelas, sambil tersenyum.
Mercia yang mendengar nama sihir gabungan itu langsung merasa senang.