
Dengan pasrah Raiya memeriksa crystal biru yang di temukan Mercia. Mercia masih menunggu hasil pemeriksaan Raiya.
"Aneh sekali. Ini seperti bukan crystal, " ucap Raiya masih ragu dengan hasil pemeriksaannya.
"Jadi menurutmu crystal itu apa kalau bukan crystal pada umumnya?" Tanya Mercia.
Krek! tiba - tiba crystal itu retak. Retaknya semakin besar dan terus membesar. Mercia pun langsung mendekatinya dan melihat apa yang terjadi pada crystal itu.
"Ciii... " keluar seekor hewan aneh dari crystal itu. Mercia terkejut dengan kemunculan tiba - tiba dari hewan itu, tapi hewan itu terlihat sangat imut dan menganggap bahwa Mercia adalah induknya. Mercia yang melihat raut wajah hewan itu, langsung meluluh karena keimutan nya.
"Hei lihat dia imut sekali, Mercia, " ucap Raiya sambil mengambil hewan itu dari piring sihirnya. Hewan itu langsung melompat ke arah Mercia. Mercia pun menangkapnya dengan lembut dan mengelus nya dengan penuh cinta.
***
Beberapa menit kemudian. Mercia hanya menatap hewan itu dan berpikir hewan jenis apa yang ada di hadapannya ini.
"Cii... " ucap hewan itu dengan kasihan. Mercia hanya bisa berpikir dan berusaha mengerti apa yang di pikirkan hewan itu.
"Sudahlah, aku akan mengurusmu. Aku akan menamaimu Mo...chi... Iya Mochi! Karena badanmu yang kenyal dan kamu juga hanya berkata ci... ci.... jadi aku menamaimu Mochi!" ucap Mercia menamai hewan itu.
Karena di beri nama secara langsung oleh Mercia, Mochi terlihat sangat senang sambil melompat - lompat di atas meja. Karena Mercia tidak di perbolehkan terlalu lama di luar istana. Mercia pun langsung kembali ke istana, dan membawa Mochi tanpa memberitahu Kevin.
Mercia membawa Mochi ke dalam kamarnya secara diam - diam. Karena Mercia tidak ingin diomeli oleh kakaknya Kevin.
"Putri benda apa yang anda bawa iyu?" tanya Lilyer dengan penasaran.
Mochi yang merasakan tatapan tajam dari Lilyer itu langsung meringkuk ketakutan.
"Lilyer berikan aku beberapa makanan manis. Jangan lupa bawa teh juga, " Perintah Mercia kepada Lilyer. Lilyer dengan cepat langsung keluar kamar dan mengambil makanan manis yang di perintahkan Mercia.
Mercia hanya menatap Mochi sambil menunggu Lilyer datang membawa makanan manis nya. Mochi terlihat sangat senang karena dia bisa dekat dengan Mercia.
Dia ini hewan apa sih? Aku tidak pernah melihat hewan bulat biru seperti ini. Batin Mercia sambil mengalihkan pandangannya ke arah luar kaca jendela.
***
Tak lama kemudian Lilyer datang sambil membawa beberapa makanan manis dan teh yang di pinta Mercia. Lalu Lilyer menaruh makanan dan teh tersebut di meja yang ada di hadapan Mercia.
Setelah Lilyer menaruh makanannya. Mercia memberikan potongan kecil manisan ke Mochi.
"Cii... " Mochi menggelengkan kepalanya menolak potongan kecil kue yang di berikan Mercia. Mercia heran apa makanan yang di sukai Mochi.
Sambil berpikir Mercia menuangkan secangkir teh penuh di gelas putih polos di hadapannya. Karena teh yang selalu ia minum itu adalah teh melati. Mercia memasukkan beberapa gula ke dalam secangkir tehnya. Mochi menatap gula yang ada di piring kecil samping cangkir Mercia. Mercia pun kepikiran untuk memberikannya satu gula segi empat kepada Mochi.
Mochi mulai memperlihatkan ketertarikannya pada gula yang di berikan Mercia. Mochi pun tanpa ragu memakan sedikit demi sedikit gula itu. Mercia yang merasa geram dengan kekenyalan tubuh Mochi, secara tidak sengaja Mercia menjulurkan telunjuknya, dan menyentuh tubuh bulat Mochi.
Biarkan saja dia tinggal denganku. Jadikan dia bawahan ku juga boleh. Batin Mercia sambil menatap Mochi dengan penuh kasih sayang.