Reborn As A Princess Of Norea

Reborn As A Princess Of Norea
Perselisihan selesai



Mercia yang merupakan putri dari sang dewi sihir claudya, tentu saja Mercia akan dengan mudah mengikat para pria dengan pesonanya.


Karin yang merasa kesal karena perhatian semua orang yang tadinya milik dia langsung di rebut oleh Mercia.


"Cih! apa bagusnya dari perempuan itu, sampai membuat perhatian semua orang padaku hilang semua, dan lagi... Karvein, " Gumam karin dalam hatinya sambil melirik ke arah karvein yang terpesona oleh kecantikan Mercia.


Mercia dengan rambut putih perak ikalnya yang panjang, dan di hiasi beberapa mutiara. Memang terlihat cantik sampai membuat semua para bangsawan entah itu pria atau wanita, semua orang terpesona dengan penampilan nya dan tatapan dinginnya.


Mercia yang melihat karin kesal karena kedatangannya, langsung tersenyum licik ke arah Karin.


"Jangan mimpi. Kau tidak bisa mengalahkan aku hanya dengan pesonamu yang tidak seberapa itu. Jangan bandingkan aku dengan wajahmu yang hanya sebatas 20 persen dari kecantikan wajahku, " Ucap Mercia dalam hatinya dengan mengeluarkan tatapan meremehkan ke arah Karin.


Karin merasa kesal dengan kesombongan Mercia, Karin yang terlihat kesal itu langsung mengeluarkan raut wajah aslinya.


"Mercia jangan sembarangan bertindak, jika kau bergerak seenaknya kau akan merusak rencana kita. Apa kau dengar Mercia? " Bisik kevin kepada Mercia yang mengeluarkan raut wajah penuh kelicikan.


"Tenang saja aku masih punya akal, jika nama Norea hancur itu sama saja menghancurkan nama baikku juga. Jadi aku tidak akan sembarangan bergerak, " Jawab Mercia sambil memalingkan wajahnya dari Karin dan tersenyum licik.


Semua anggota keluarga enam kerajaan besar berkumpul di atas aula dan duduk di singgasana masing masing. Dansa pertama di mulai dari Mary dan Lucas.


Terlihat Mary dan Lucas berdansa dengan senang sambil tersenyum. Sedangkan Mercia hanya melihat pergerakan para bangsawan yang dalam fraksi yang sama dengan Duke Sahara.


Karin yang sedang berdansa dengan seorang bangsawan pangkat Duke masih sempat menatap tajam Mercia yang duduk santai di atas aula dansa.


Mercia yang sedang sibuk memperhatikan pergerakan para bangsawan, tiba tiba saja karvein mengajak Mercia berdansa bersama.


"Yang mulia putri Mercia, apakah anda bersedia berdansa satu lagu denganku? " Tanya Karvein dengan tatapan menggoda.


"Dengan senang hati, tapi apakah anda bisa menyingkirkan ekspresi wajah anda yang memuakkan itu? Hal seperti itu tidak akan mempan padaku. Jangan samakan aku dengan wanita lainnya, " Cetus Mercia yang melukai hati karvein.


" Mercia apakah kau tidak bisa menyingkirkan sedikit rasa angkuhmu itu, " kata Karvein melalui tatapan mata.


"Maaf tidak bisa, sifat angkuhku ini sudah menjadi bagian dari pertarungan. Jika dihilangkan aku tidak bisa mengalahkan musuh dengan mudah, " Cetus Mercia mengatakan secara langsung kepada karvein.


"Ahaha... Karvein maafkanlah putri ku yang bodoh ini, dia kurang mengerti tentang tata krama, " Ucap Michelle yang duduk di samping Mercia.


"Tidak apa apa paman, " Ucap Karvein dengan perasaan canggung.


Mercia dan Karvein langsung turun dan mulai berdansa dengan kompak.


"Lihat - lihat pangeran karvein dan putri Mercia terlihat sangat serasi saat berdansa bersama, " Bising para bangsawan membicarakan Mercia dan Karvein yang sedang berdansa dengan serasi nya.


"Michelle putrimu hari ini terlihat sangat cantik, bagaimana jika menjodohkan putrimu dengan putraku Karvein? " Tanya Raino ayah dari Karvein.


"Hm... entahlah aku sejujurnya tidak ingin mengadakan pertunangan atau semacamnya secara paksa pada anak anak ku, " Jawab Michelle sambil melihat Mercia yang sedang berdansa dengan Karvein itu dan tersenyum.


"Begitukah, bukankah mereka terlihat seperti jodoh? " Tanya Raino sekali lagi pada Michelle.


" Sepertinya begitu, " Jawab Michelle.


Sedangkan keadaan Mercia dan Karvein...


Mercia yang terus terusan menginjak kaki karvein dengan sengaja tanpa henti.


"Mercia... apakah kau tidak bisa berhenti menginjak kakiku? Jika kau menginjaknya terus terusan aku tidak akan bisa menjalankan misi besok, " Bisik Karvein menyuruh Mercia berhenti menginjak kakinya dengan sepatu hak tinggi yang di pakai Mercia.


"Maaf pangeran karvein, tapi kakiku menginjak kakimu secara di sengaja jadi tidak bisa di hentikan oleh tubuhku, " Cetus Mercia dengan raut wajah yang licik.


Karin dengan percaya diri menghampiri Mercia dan Karvein yang hampir selesai berdansa, dan mengajak Karvein berdansa dengannya.


"Pangeran Karvein apakah anda bersedia berdansa denganku satu lagu, " Ajak Karin sambil tersenyum memuakkan.


Mercia yang telah menyelesaikan dansa nya dengan Karvein langsung kembali ke atas aula dansa. Karvein yang tidak bisa menolak dengan terpaksa menerima ajakan karin itu.


"Ternyata ada untungnya berdansa dengan karvein satu lagu. Aku sungguh beruntung bisa melihat ekspresi kesalnya karin yang terakhir. Tenang saja karin aku pasti akan membuatmu menikmati akhir kearogananmu itu sebentar, " Ucap Mercia dalam hatinya sambil tersenyum licik.


Setelah Karvein menyelesaikan dansa nya dengan karin, Karvein langsung naik ke atas aula dansa dan duduk di sebelah Mercia.


"Oh... apa kau sudah selesai berdansa nya? " Tanya Mercia sambil tertawa kecil.


"Berhenti menertawakanku, kakiku sudah bengkak olehmu, " Kata Karvein kesakitan.


"Yah! sudah lupakan saja aku akan mengobati lukamu itu nanti, " Ucap Mercia dengan serius.


"Cih! Dasar perempuan kejam! Kenapa aku bisa menyukai perempuan seperti ini, sungguh menyakitkan, " Ucap Karvein dalam hatinya.


Michelle yang tadinya diam dan duduk mulai berbicara. Kevin yang tadinya hanya melihat pergerakan para bangsawan langsung bangkit dari duduknya.


Duke Sahara dengan percaya diri, kalau voting akan di mennagkan oleh keluarga Duke sahara secara positif.


"Baiklah hasil voting sudah di keluarkan dan hasilnya adalah positif, Norea menang, " ucap Michelle dengan tenang.


"Apa maksudmu! Bagaimana mungkin Norea menang. Seharusnya Sahara memenangkan voting ini, k-kau pasti sudah menyuap para bangsawan iya kan!? " Ucap Duke Sahara dengan lantang.


"Bukankah Duke Sahara yang menyuap para bangsawan selama ini untuk menghancurkan Kekaisaran Norea? " Tanya Mercia sambil bangkit dari duduknya.


"Jangan memfitnah kau bocah, apa kau tau hukum seseorang memfitnah adalah hukum mati. Jika kau memfitnah sembarang seorang duke sahara kau akan mati menderita walau pun kau seorang putri dari dewi sihir, dan karena fitnahan mu itu kerajaan Norea akan hancur, " Ucap duke sahara dengan lantang sampai terdengar ke ujung ruangan aula dansa.


"Kalau begitu... apa kau punya bukti bahwa Norea menyuap para bangsawan hanya untuk perdamaian? Tanpa kemenangan pun Norea pasti bisa mendapatkan kedamaian dengan cara menghabisi semua anggota fraksi yang menentang kedamaian, dan aku yang akan menghabisi orang - orang yang menginginkan perselisihan dan tidak menginginkan perdamaian. Pasti darah dari para bangsawan sangan mengkilap seperti barang yang di beli dari suapan, iya kan Karin? " Ucap Mercia dengan raut wajah yang menyeramkan dan haus darah.


Karin yang mendengar perkataan Mercia itu langsung terpuruk di lantai yang di penuhi kotoran debu. Karin langsung ketakutan dan gemetaran hanya karena ucapan Mercia.


"Bawa Duke Sahara dan putrinya ke penjara bawah tanah, dan juga... para sampah itu, " Ucap Michelle dengan tatapan yang menyeramkan.


Setelah perjamuan di bubarkan semua bangsawan ribut membicarakan Mercia yang tidak terduga itu.


"Putri Mercia ternyata memiliki sisi yang menakutkan. Aku sampai merinding saat melihatnya kesal, " bising para bangsawan membicarakan Mercia.


"Hm.... kalian tidak tau sisi gelap Mercia, jika dia marah besar mungkin semua orang yang dilihatnya akan langsung di bunuh dengan tangan kosong, " Canda Mary kepada para putri bangsawan.


"Hiraukan saja omong kosong Mary itu, " Ucap Mercia yang tiba tiba muncul.


"P-Putri Mercia!? Anda tadi sangat hebat, saya tidak menyangka anda memiliki sisi yang keras seperti itu. Anda membuat para bangsawan lain ketakutan tapi anda sangat keren! " Ucap para putri bangsawan itu.


"Ah iya... Terima kasih, aku akan pergi dulu yah, bye, " Jawab Mercia dengan canggung.


Tengah malam


Terlihat Mercia yang sedang memainkan caturnya sendirian, dengan di lewati hembusan angin malam dan cahaya bulan yang menerangi rambut putih peraknya.


"Anda sangat hebat saat perjamuan tadi. Para bangsawan langsung membicarakan betapa hebatnya anda, " Ucap Lilyer sambil memberikan secangkir teh melati hangat.


"Hm... itu hanya baru bagian kecil dari semua masalahku, " Jawab Mercia sambil menatap bulan yang menerangi malam.