
Mercia yang melihat keseriusan Karvein pun sedikit mulai percaya bahwa itu kenyataan dan bukan mimpi. Mercia pun menjawab dengan mengangguk iya. Tapi, Mercia ingin Karvein datang ke istana Norea dan meminta persetujuan dari Kevin. Yang sekarang merupakan wali dari Mercia. Karvein hanya bisa pasrah berhadapan dengan Kevin demi Mercia.
***
Pagi harinya Mercia sudah terlihat sangat segar dan berenergik. Karena Mercia akan menyambut kedatangan Karvein. Dan kedatangan Karvein sangat berbeda dengan kedatangannya yang biasa. Karvein datang untuk meminta persetujuan Kevin antara hubungan Mercia dan dirinya.
Mercia sudah terlihat sangat cantik dan menawan dan berbeda dari biasanya. Walaupun seperti biasa pun Mercia sudah terlihat cantik tapi, hari ini berbeda Mercia berpakaian layaknya sebagai putri kerajaan. Dengan gaun biru langit yang di hiasi berbagai jenis mutiara. Mercia juga menggunakan parfum yang di beli oleh Lilyer beberapa hari yang lalu.
Bisa di bilang ini adalah acara makan malam antara dua anggota keluarga kerajaan. Sayangnya dari kerajaan Orion hanya Karvein seorang yang datang. Karena acara ini khusus untuk Karvein dan anggota keluarga Norea.
Beberapa jam kemudian Mercia turun ke lantai satu dan duduk di sofa ruang tengah istana sambil menunggu Karvein datang. Tak lama kemudian kereta keluarga Orion datang. Yang menandakan Karvein sudah tiba menaiki kereta kuda keluarga kerajaan Orion. Mercia pun menyambut kedatangannya di depan pintu masuk istana dan mempersilakan masuk Karvein.
Mercia mengundang Karvein dengan sangat hangat dan ramah sebagai tuan rumah. Mereka pun berbincang - bincang sambil menunggu Kevin datang.
"Karvein, apa kamu tidak gugup?" tanya Mercia ingin tau keadaan perasaan Karvein yang akan meminta persetujuan pertunangan dari Kevin.
"Tentu saja aku gugup. Aku juga seorang manusia normal pasti akan merasa gugup di saat keadaan seperti ini, " balas Karvein jujur dan tenang.
"Tapi... kamu terlihat seperti cool saja. Tidak terlihat sedang gugup, " ucap Mercia tak percaya sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah dada Karvein.
"Karena aku profesional, " balas enteng Karvein membanggakan diri. Mercia pun berhenti berbicara dan mengalihkan pandangannya ke arah depan. Mercia hanya merasa sedikit gugup dan takut kakaknya Kevin akan menolak lamaran Karvein. Mercia tau semenjak Kevin di angkat menjadi raja, Kevin harus keras terhadap negara, rakyat, mau pun dirinya sendiri.
Tidak beberapa lama Kevin datang dengan diiringi oleh asisten pribadinya. Karvein dan Mercia pun berdiri dan berjalan menghampiri Kevin. Karvein memberikan salam kepada Kevin dengan cara menunduk. Karena Karvein masih belum di angkat menjadi raja Orion maka status Karvein masih di bawah Kevin yang merupakan seorang raja agung Norea. Mercia pun sama memberikan salam kepada Kevin dengan membungkukkan sedikit tubuhnya.
"Masih kamu memberikan salam padaku. Biasanya setiap kamu bertemu denganku kamu selalu langsung blak - blakkan tanpa salam, " ucap Kevin menyindir. Mercia hanya bisa menahan amarahnya dan duduk di salah satu kursi ruang tengah istana. Karvein pun mulai membicarakan tentang lamarannya kepada Kevin dengan berani.
Akhirnya Kevin pun menyetujui lamaran Karvein. Karena merasa empati melihat adiknya Mercia yang gugup setengah mati.
"Aku akan menyetujuinya. Jadi jangan berbicara terlalu formal, karena sekarang kamu sudah aku anggap sebagai salah satu keluarga Norea. Walau pun belum resmi. " jelas Kevin menyarankan sambil tersenyum melihat adiknya bahagia dengan pria pilihannya sendiri.
***
Tengah malam setelah Karvein mendapat persetujuan Kevin. Mercia dan Karvein pergi berkeliling istana, dan karena sudah terlalu larut Kevin mengizinkan Karvein untuk menginap satu malam di kamar tamu istana. Mercia dan Karvein terlihat sangat senang dan gembira. Mercia selalu berpikir kalau Kevin tidak menyukai Karvein karena mereka berdua terlihat tidak terlalu dekat.
"Aku sangat lega. Aku kira Kevin akan tidak menyetujuinya, " ucap Mercia lega sambil memegang dadanya yang sudah merasa lega tanpa beban.
"Apa kamu segugup itu? Aku yang melamar kenapa kamu yang berpikir negatif?" tanya Karvein sambil memeluk Mercia secara tiba - tiba.
"Tentu saja aku khawatir. Karena aku juga menyukaimu, " ucap Mercia jujur sambil membalas pelukan Karvein. Karvein pun tersenyum senang. Begitu juga dengan Mercia.
***
Paginya seperti biasa Mercia setelah bangun dari tidur. Ia langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang asam. Karena kemarin mengeluarkan terlalu banyak keringat saking gugupnya Kevin tidak akan menyetujui lamaran Karvein. Mercia lupa bahwa Karvein bermalam di istana Norea. Mercia pun beraktivitas seperti biasanya. Dan semenjak Lilyer pergi saat itu Mercia mulai sarapan, makan siang, dan makan malam bersama dengan Kevin di lantai bawah.
Setelah membersihkan diri pun Mercia berjalan turun ke arah ruang makan. Nampak lah Karvein duduk di sebelah kursi yang biasa Mercia tempati. Mercia pun langsung teringat Karvein bermalam di atap yang sama dengannya.
Mercia pun duduk di kursi biasanya yang ia tempati saat makan sambil membawa Mochi dan meletakkannya di samping piring makannya.