Reborn As A Princess Of Norea

Reborn As A Princess Of Norea
Pertama musim dingin



Musim semi sudah berakhir, dan musim dingin mulai datang dengan udara dingin dan salju putih polos dan lembut. Mercia sudah merasa hawa dingin musim dingin sudah membekukan nya. Walau kenyataannya hanya tubuh yang kedinginan. Tapi, bagi Mercia suhu dingin adalah surga. Karena Mercia juga memiliki sihir yang suhunya tak jauh beda dari salju.


Mercia masih duduk di tepi ranjang sambil menguap. Lilyer pun datang membawa beberapa pakaian hangat yang baru saja sampai di pesan. Mercia pun langsung pergi ke kamar mandi berendam air panas di bathtub dengan nyaman. Setelah itu Mercia turun ke lantai satu dan memakan sarapannya seperti biasa. Bedanya hari ini Mercia meminum coklat panas bukan teh melati.


"Tumben kamu minum coklat panas?" tanya Kevin heran melihat Mercia yang biasanya selalu meminum teh melati tiba - tiba meminum coklat panas. Mercia pun cepat - cepat menghabiskan makanannya.


"Coklat panas lebih cocok di minum saat dingin begini. Dengan suhu teh melati yang dingin itu akan membuat tubuhku lebih dingin seperti orang mati, " balas Mercia ketus. Kevin pun hanya bisa terdiam dengan jawaban ketus adiknya itu.


Kevin pun pergi meninggalkan ruang makan dan berjalan menuju ruang kerjanya dan diikuti oleh asiatennya. Tak lama kemudian Mercia juga pergi meninggalkan ruang makan dan pergi ke luar istana. Mercia pergi berjalan - jalan dengan Mochi di pundaknya.


Di depan toko bunga Mercia melihat beberapa bunga lili kuning yang terletak di vas bunga dengan indahnya. Sayangnya bunga lili kuning memiliki arti yang sangat berbeda dengan keindahannya yaitu keputusasaan.


"Indah sekali... " gumam Mercia sambil menyentuh sedikit bunga lili kuning itu. Mercia terlihat sangat sedih saat melihat bunga kuning itu.


"Mercia!" panggil Hyerin yang tiba - tiba saja muncul sambil menepuk pundak Mercia dari belakang. Mercia pun menoleh dan tampaklah Hyerin dan Mary yang sedang berjalan bersama.


"Kami sedang jalan - jalan. Ciachi kenapa kamu sendirian di sini? Di mana Karvein?" tanya balik Mary sambil menempelkan jari telunjuknya di dagu.


"Karvein? Tentu saja dia di istananya. Kenapa kamu menanyakan dia padaku, " balas Mercia. Mary dan Hyerin yang mendengar jawaban Mercia pun merasa bahwa temannya ini kurang sedikit romantis.


Mary pun merasa prihatin. Akhirnya ia pun mengajak rombongannya untuk berkumpul di kafe terdekat di ibu kota. Saat Karvein datang ia melihat Mercia sedang meminum coklat panas dengan nikmatnya. Ia pun berjalan mendekat dan duduk di depan Mercia tepat di hadapannya. Mercia yang melihat Karvein datang pun menyapanya seperti biasa saat setiap mereka bertemu.


"Karvein kamu tidak pergi liburan?" tanya Mercia dengan polosnya. Karvein pun tertawa kecil saat mendengar pertanyaan calon tunangannya itu. Mercia pun heran dengan Karvein yang tersenyum misterius.


"Aku sudah liburan. Hanya saja orang itu tidak ingin liburan denganku, " jawab Karvein sambil tersenyum dan menutupinya dengan beberapa jadinya. Mercia pun melipat satu tangannya dan menopang dagunya sambil menatap Karvein. Tatapan yang mengharapkan sesuatu sungguh membuat Karvein meleleh.


"Siapa? Wanita? Pria? Atau kamu selingkuh dariku?" tanya Mercia penuh kewaspadaan. Karvein yang mendengarnya pun langsung mendekat ke wajah Mercia dan mencium dahi Mercia dengan penuh kelembutan. Mercia pun merona dengan sangat merah.