Reborn As A Princess Of Norea

Reborn As A Princess Of Norea
Bantuan utama



Malam harinya Mercia membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Sedangkan Mochi tertidur pulas di salah satu bantal yang ada di ranjang Mercia. Dalam sekejap Mercia langsung kepikiran keadaan juniornya yang sedang melakukan misi tingkat tinggi. Mercia mulai cemas karena mereka berlima masih belum kembali dari misi.


Sebenarnya Mercia berinisiatif ingin menanyai kabar temannya yang sedang melakukan misi itu pada Raiya, tapi hari sudah gelap dan di luar istana juga banyak para penjaga bertugas.


Bagaimana keadaan mereka. Apakah mereka sudah kembali dari misi atau mereka di serang secara mendadak?. Batin Mercia mengkhawatirkan para juniornya sambil memiringkan tubuhnya ke samping.


Tak lama kemudian Mercia menutup matanya dan tertidur.


***


Keesokan harinya Mercia bangun dari tidurnya dan mendengar suara ketukan pintu kamarnya. Tanpa ragu Mercia membukakan pintu menggunakan sihirnya. Terlihatlah Kevin sedang berdiri tegak di depan pintu.


Kevin berjalan ke arah Mercia yang masih berbaring di ranjangnya. Dan melihat seekor hewan tertidur di sebelah Mercia.


"Hewan apa ini? Kenapa aku tidak pernah melihatnya?" tanya Kevin heran. Karena selama hidupnya ia tidak pernah melihat hewan seperti Mochi. Mercia pun menoleh seraya mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang.


"Dia hewan yang keluar dari crystal biru kemarin, " jawab Mercia dengan suara serak khas bangun tidur. Kevin pun penasaran dengan Mochi, dan perlahan menjulurkan tangannya bertujuan untuk menyentuh Mochi.


Mercia dengan cepat menepak tangan Kevin yang 4 cm lagi akan menyentuh tubuh Mochi. Kevin langsung tersentak dan menatap Mercia dengan marah.


"Kenapa kamu memukulku? Aku hanya ingin menyentuhnya!" ujar Kevin kesal melihat apa yang di lakukan adiknya itu.


"Tanganmu kotor, nanti ada corona, " jawab Mercia menyengir. Kevin yang mendengar perkataan Mercia itu, tanpa kata - kata langsung keluar kamar Mercia membanting pintu.


Tak lama kemudian Kevin datang kembali. Karena dia lupa menyampaikan sesuatu yang penting pada Mercia. Mercia heran kenapa kakaknya kembali lagi ke kamarnya dengan membawa sebuah crystal GPS.


"Mercia, temanmu dan muridmu masih belum kembali. Raiya memintaku untuk menyampaikan posisi mereka sekarang. Ini lihatlah sendiri dan cepat pergi bantu mereka, " ujar Kevin masuk kembali ke kamar Mercia seraya memberikan sebuah crystal GPS.


Setelah Mercia melihat GPS. Mercia terburu - buru mengganti pakaiannya dengan pakaian khusus misi. Saat Mercia masih mengganti pakaiannya, tiba - tiba Mochi terbangun. Dan antena di atas kepalanya bersinar seperti menandakan bahaya. Mercia dengan cepat memakai pakaiannya dan berjalan ke arah Mochi.


"Kirai apa kamu bisa mengartikan apa yang di katakan Mochi?" tanya Mercia terburu - buru pada Kirai. Kirai yang merupakan hewan sihir tingkat dewa pastinya memiliki sihir penerjemah bahasa. Kirai pun menggunakan sihir bahasa untuk berkomunikasi dengan Mochi.


"Mercia! Muridmu dan temanmu dalam ke adaan bahaya. Cepat ikuti posisi merah ini. " ucap Kirai terburu - buru keluar kamar Mercia lewat jendela dan mengubah wujudnya menjadi besar. Mercia pun menarik Mochi dan naik ke atas punggung Kirai.


***


Beberapa lama kemudian Mercia, Kirai, dan Mochi. Sudah 1 setengah jam di perjalanan. Tapi masih belum menemukan temannya dan para muridnya. Mercia mulai geram dan memerintahkan Kirai mempercepat kecepatannya.


Tanpa ragu Kirai pun mempercepat penerbangan sayapnya dengan cepat. Sedangkan Mochi bersembunyi ketakutan di dalam tas kecil Mercia. Mercia hanya fokus ke depan dan melihat sekeliling perjalanannya. Sampai melupakan Mochi.


Mercia masih menghadap fokus ke arah depan dan mendengar suara ketakutan Mochi. Mercia pun langsung menoleh dan melihat ke arah Mochi yang ketakutan. Dengan spontan Mercia memeluk Mochi di pangkuannya. Lalu perlahan - lahan rasa takut Mochi pun hilang dan mulai tenang.


Tidak beberapa lama kemudian, akhirnya kirai mulai merasakan aura kekuatan yang amat besar. Di arah depan sebelah kanan. Terlihat Mary, Leona, dan Xiery sedang melawan seseorang di hadapannya.


Sedangkan Hyerin sibuk menyembuhkan Fanny yang terkena serangan mendadak. Mercia langsung memberikan perintah Kirai untuk mempercepat kecepatannya.


Setelah sampai di tempat serangan itu Mercia langsung turun dari punggung Kirai. Dan memasukkan Mochi ke dalam kantung kecilnya.


"Hyerin! Ada apa dengan Fanny!" ucap Mercia yang baru saja datang dari dekat.


"Tadi pagi seharusnya kami sudah kembali, tapi tiba - tiba monster itu menyerang secara tiba - tiba. Dan Fanny terkena serangan itu tanpa sepengetahuan kami, " jelas Hyerin masih fokus menyembuhkan Fanny yang tak sadarkan diri itu.


Mochi dengan malu - malu keluar dari kantung kecil Mercia. Mochi melihat Fanny terluka parah dan langsung melompat ke arah Fanny. Mochi mengarahkan antenanya ke dada Fanny. Antena Mochi pun bersinar seperti lentera api biru.


Mercia membiarkan Mochi mengalirkan kekuatannya ke Fanny, dan pergi membantu Mary yang kesusahan melawan monster besar.