
"Karena kalian sudah bekerja keras pada misi sebelumnya, aku memberikan kalian libur selama sehari. Jadi maanfaatkanlah waktu satu hari ini untuk bersenang - senang, "
Di tengah ibu kota
Terlihat para anggota tim 8 dan tim 12 berjalan bersama di tengah - tengah ibu kota sembari membicarakan apa yang akan di lakukan selama libur sehari.
"Ciachi, bagaimana kalau kita mendaki gunung? " Tanya Mary kepada Mercia.
"Tidak, tidak, kalau kau kelelahan dan tidak bisa mendaki lagi, kau pasti akan menyuruhku mengeluarkan piring kaca es. Jadi lebih baik kau istirahat dan diam di rumahmu. Baiklah, aku pergi duluan bye, " Jelas Mercia kepada Mary sambil pergi meninggalkan mereka berlima.
"Hah.... Mary, kalau kau mau pergi lebih baik kau jangan mengajak Mercia. Mercia kalau di beri libur biasanya dia diam meminum teh melati nya, dan tidur. Dia akan pergi saat ada misi atau serangan saja, " Ucap Lucas menjelaskan pada Mary.
Mary yang baru saja mendengar perkataan Lucas itu langsung terhenti dan memikirkan hal yang bagus untuk mengajak Mercia berlibur bersama.
"Ah! semuanya berkumpul, aku ada sebuah rencana untuk membuat Mercia pergi liburan bersama kita tanpa membujuknya! " Ucap Mary dengan suara lantang.
"Haih... Mary jika kau masih ingin pergi mendaki gunung jangan bawa - bawa namaku. Lebih baik aku meminum teh bersama Mercia di rumah kaca atau di kamar Mercia dan bermain game bersamanya, " Keluh Hyerin yang sudah lelah dengan semua kelakuan konyol Mary.
"Aku tidak mengajakmu ke gunung.... apa kalian tau tempat terbuka untuk melihat bintang di malam hari? " Tanya Mercia dengan raut wajah yang merencanakan sesuatu.
"Ada, di bukit belakang academy, di sana terbuka dan tidak terlalu tinggi, " Jawab karvein sambil menunjuk ke arah bukit belakang lagend academy.
"Oke bagus, sekarang ayo berkumpul aku akan menjelaskan apa rencananya. Jadi.... " Ucap Mercia membicarakan rencana untuk mengajak Mercia berlibur bersama.
Kamar Mercia
Hachu! Terdengar suara bersin Mercia yang sedang duduk di samping jendela besar kamarnya.
"Putri apa anda baik - baik saja? Apakah anda sakit? Lebih baik anda istirahat, " Ucap Lilyer dengan raut wajah cemas.
"Aku tidak apa - apa, sepertinya ada yang membicarakanku, atau... sebentar lagi hari itu... " Ucap Mercia dengan raut wajah memelas sambil melihat ke arah langit biru.
"Em... sepertinya sebentar lagi, " Jawab Lilyer sambil memberikan secangkir teh melati pada Mercia.
Mercia yang hanya diam saat hari libur itu langsung melangkah ke arah tempat tidurnya dan langsung terbaring.
"Lilyer aku akan istirahat dulu, jadi keluarlah kau juga istirahatlah selama aku istirahat, " Perintah Mercia sembari perlahan menutup matanya dan tertidur pulas.
Dua jam kemudian...
Mercia yang tadinya sedang tertidur pulas langsung terganggu oleh masalah yang di buat Mary.
"Putri!? Gawat Yang mulia putri Mary di kejar oleh beruang madu di gunung Belilaporh!? " Teriak Lilyer dengan raut wajah cemas.
Mercia yang tertidur pulas langsung terbangun dan keluar melompat lewat kaca jendela besar kamarnya.
" Apa sih yang di lakukannya di saat senggang seperti ini. Kenapa dia bisa berurusan dengan beruang madu, bukankah seharusnya dia bersama Hyerin? " Ucap Mercia dalam hatinya sambil berlari ke gunung Belilaporh.
Terlihat Mary yang sedang mengamankan diri di dalam gua kecil yang tidak bisa di masuki beruang madu. Beruang madu itu mengamuk walaupun Mary sudah memanipulasi dengan sihir memanipulasi mimpinya, akan tetapi tidak mempan pada beruang madu itu.
"Huwaa... maafkan aku, a-aku akan memberikanmu madu ini jadi kau jangan mengamuk lagi, " Ucap Mary yang ketakutan karena beruang madu yang sedang mengamuk.
Tiba - tiba beruang madu itu menjulurkan tangannya ke dalam gua kecil tempat Mary berada, tapi... Mercia datang tepat waktu dan langsung menendang kepala beruang madu dengan kakinya yang panjang itu.
"Berhenti mengamuk dan tidurlah sebentar dalam mimpi burukmu itu!? " Ucap Mercia dengan lantang sambil menendang kepala beruang madu itu.
Beruang madu yang mengamuk itu dalam seketika langsung tenang dan pingsan.
"MARY!? Sebenarnya apa yang kau lakukan, sampai membuat seekor beruang saja mengejarmu!? " Teriak Mercia dengan penuh aura kesal.
"C-Ciachi!? Aku hanya mengambil sedikit madu, pertama beruang madu itu tenang saja saat aku mengambil madunya, tapi tiba - tiba saja dia mengamuk dan sudah ku beri sihir pemanimulasi mimpi tapi tidak mempan. Aku tidak punya pilihan selain lari, " Ucap Mary menjelaskan semua yang terjadi.
Mercia langsung pergi setelah menolong Mary dan pergi ke rumah kaca. Sedangkan Mary pergi ke bukit belakang lagend academy, dan mulai menyelesaikan persiapannya itu.
Malamnya
Terlihat Mercia yang sedang memainkan gamenya sambil di terangi sinar bulan sabit. Mercia yang baru saja merasa santai langsung terganggu lagi oleh ulah Mary di malam hari.
"Putri... Yang mulia putri Mary memberitahu saya untuk menyuruh anda segera datang ke bukit belakang lagend academy, " Ucap Lilyer menyampaikan pesan Mary.
"Hah... apa lagi yang di perbuat nya di malam hari seperti ini? Apa dia tidak pergi berlibur? " Tanya Mercia kepada dirinya sendiri sambil pergi melompat dari kaca jendela besar kamarnya.
Bukit belakang Lagend academy
Mercia dengan terpaksa pergi ke bukit belakang lagend academy, untuk membantu Mary karena memanggilnya ke bukit belakang. Mercia menyangka bahwa Mary memanggilnya ke bukit belakang karena membuat masalah, tapi...
"Mary! di mana kau, " Teriak Mercia di ujung bukit belakang lagend academy.
Mercia yang sudah mencari Mary sampai ujung bukit, tapi yang di temukannya bukanlah Mary, tapi beberapa makanan terbaring di tanah. Tiba - tiba....
"Suprise!? " Teriak Mary dan Lucas yang paling berisik di antara mereka berenam.
"Apa maksudnya ini? " Tanya Mercia dengan bingung.
"Yah! sebelum di ceritakan duduk dulu, " Ajak Orlando yang sudah pegal karena berdiri tanpa duduk sedikit pun.
Mercia dan kelima temannya itu duduk dan membicarakan rencana yang di buat Mary.
" Mary merencanakan semua ini, dia bilang karena kamu tidak suka melakukan sesuatu yang membuang - buang tenaga. Jadi Mary meminta kami membantunya mempersiapkan semua ini, karena libur satu hari untuk seorang penyihir sangatlah berharga karena itu lah Mary mengajakmu tanpa memberitahumu, " Ucap Karvein menjelaskan semua yang di rencanakan Mary.
"Tempat ini... memang indah, "