Reborn As A Princess Of Norea

Reborn As A Princess Of Norea
Kekuasaan bukan segalanya



Juuri yang masih berdiri di hadapan Mercia dan Karvein merasa muak dengan perbincangan Mercia dan Karvein. Juuri merasa sangat tidak sabar untuk menguasai dunia setelah mendapatkan pedang dan mana milik orang yang ada di hadapannya.


"Cih! kalian para penyihir yang naif. Kalian selalu merasa dunia akan damai hanya dengan menyingkirkan kejahatan. Dengar, selama manusia ada perdamaian tidak akan pernah tiba, " Ucap Juuri dengan nada menghina.


"Kekuasaan bukanlah segalanya, kau hanya di selimuti oleh rasa kesepian. Sehingga kau ingin menguasai dunia untuk menghilangkan rasa sepi di hatimu, " Ucap Mercia yang merasa prihatin.


"Jangan samakan aku dengan para mahkluk munafik itu!? " Teriak Juuri sembari memelototi Mercia dengan penuh kebencian.


Juuri dengan kesalnya langsung menyerang secara tiba - tiba ke arah Mercia dan karvein yang sedang terluka parah itu.


Mercia dengan cepatnya langsung membentuk penghalang kacanya yang bisa menyerap mana sihir, Mercia menyeringai licik dengan penuh strategi.


"Juuri, aku tau sekarang kenapa kau sangat membenci Iriano, " Kata Mercia dengan penuh rasa kelicikan.


Tiba - tiba muncul karvein dari arah belakang Juuri yang terkejut oleh ucapan Mercia. Karvein dengan cepatnya langsung mengikat Juuri menggunakan cambuk es milik Mercia.


Juuri yang merasa kaku karena racun yang ada di dalam cambuk itu meresap dengan cepat ke dalam tubuhnya.


Karvein langsung menusuk bagian jantung Juuri menggunakan pedangnya. Mercia yang masih di bawah perlindungan Armado langsung keluar membantu karvein yang mencoba membunuh Juuri sepenuhnya.


"Karvein, gunakan kunai abadi ku untuk membunuhnya. Supaya dia tidak bisa bereinkarnasi, " Ucap Mercia sambil mencari kunai abadi di kantong bajunya.


Tiba - tiba tongkat milik Juuri, yang menusuk Karvein tadi masih bisa di kendalikan oleh Juuri. Walaupun Juuri sudah di tusuk jantungnya.


Mercia yang tidak bisa menghindar karena luka yang ada pada tubuhnya masih belum pulih total. Seorang pria berjubah hitam tiba - tiba menangkis serangan tongkat Juuri, dengan tangan kosong.


"Cepat! tusuk kan kunai itu ke dalam jantungnya! " Kata seorang pria berjubah hitam tersebut.


Mercia langsung memberikan kunai abadinya ke Karvein. Mercia yang masih menahan rasa sakitnya, berpikir siapa pria yang ada di hadapannya itu.


Pada akhirnya pertempuran dengan Juuri berakhir. Mercia yang terus menahan rasa sakit setelah pria berjubah hitam itu muncul, akhirnya Mercia mengeluarkan darah dari mulut kecilnya.


" Mercia!? Apa kau tidak apa apa? " Ucap karvein prihatin melihat Mercia yang memiliki fisik tubuh lemah, harus menahan rasa sakit dan menderita.


Mercia merasa perasaan yang lebih buruk dari pada rasa sakitnya. Mercia merasa seperti ada sesuatu yang bergejolak panas di dalam tubuhnya.


"Uh.... hah... hah... K.. Karvein, ayahku... dimana ayahku... " Ucap Mercia dengan menahan sesak nafas karena gejolakan di dalam tubuhnya.


"Mercia... kau terluka diamlah dulu. Biarkan kevin yang mengurus paman Michelle." Ucap Karvein merasa kasihan kepada Mercia.


"Bagaimana bisa aku diam! Ayahku sekarang sudah tidak ada! B.. bagaimana... aku.. bisa tetap tenang, hiks... hiks... " Ucap Mercia dengan lantang sambil meneteskan air mata di wajahnya.


Karvein yang hanya bisa menuruti kemauan Mercia, langsung menggendongnya ke sisi tubuh Michelle yang kosong tanpa jiwa.


Mercia melihat ayahnya dengan wajah pucat dan suhu tubuh yang dingin. Langsung menangis di pelukan Michelle yang sudah tiada.


"Ayah.. maafkan aku. Aku tidak bisa melindungimu, bahkan aku membiarkan Juuri menghancurkan beberapa tempat di negaramu yang terhormat ini. Maafkan aku, " Ucap Mercia meminta maaf kepada ayahnya yang sudah tiada itu.


Pemakaman Michelle


Terlihat para penduduk, penyihir, dan bangsawan. Melayat ke pemakaman Michelle yang merupakan seorang raja hebat Norea. Mercia yang hanya diam dan merenung mendoakan kepergian ayah tersayangnya.


"Entah mengapa. Raja Michelle bukanlah ayah kandungku di dunia nyata, tapi... aku merasa seperti kehilangan seseorang yang penting, dan merasa ingin balas dendam atas kepergiannya. Apakah ini perasaan Mercia asli yang merupakan reinkarnasi ku di zaman eropa ini? Aku merasa sangat ingin menangis sepanjang hari... dan merasa bersalah padanya, " Ucap Mercia dalam hatinya yang kecil itu.


Kevin yang melihat Mercia menahan tangisannya. Langsung menepuk bahu Mercia dan memeluknya.


"Menangislah jika kau ingin menangis, jangan menahannya karena di ruang terbuka. Menangislah sekeras yang kau mau, aku akan membunuh orang yang menghalangimu, " Ucap Karvein merasa kasihan kepada Mercia yang masih butuh kasih sayang seorang ayah.


Mercia yang tidak bisa menahan tangisan sedihnya. Langsung mengeluarkan rasa sedihnya di pelukan kevin, yang merupakan satu - satunya keluarga bagi Mercia.


Malamnya di kamar Mercia...


Mercia yang masih terjaga dan melihat langit malam yang di sinari cahaya bulan. Terlihat Mercia yang sedang melamun dan masih merasa sedih karena kepergian Michelle.


"Putri anda belum makan apa pun sejak kejadian kemarin. Setidaknya makanlah sedikit sup hangat ini. Jika tidak anda akan sakit, " Ucap Lilyer yang merasa prihatin kepada Mercia yang tidak bergerak sama sekali dari duduknya.


" Aku... tidak lapar. Simpan saja untuk besok, atau kau saja yang makannya, " Jawab singkat Mercia menolak memakan sup.


Aku hanyalah seorang penyihir dengan sihir langka yang tak berguna sama sekali. Aku sudah berjanji dengan Karvein, untuk melindungi dunia tanpa kehancuran. Pada akhirnya aku malah membiarkan ayah pergi, dan aku adalah orang yang paling depresi dengan kepergiannya.


Mercia yang kelelahan langsung tertidur di meja kamarnya yang terletak di samping kaca jendela. Mercia langsung tertidur tanpa menutup jendelanya.


Hembusan angin malam yang masuk ke dalam ruangan Mercia melalui jendela yang terbuka. Terlihat sesuatu yang bersinar di langit malam yang gelap. Benda bersinar itu terlihat seperti akan jatuh, dan tiba - tiba saja benda itu masuk ke dalam kamar Mercia tanpa satu orang pun tau.


Lilyer yang baru saja kembali untuk memeriksa apakah Mercia sudah tidur atau masih terbangun.


"Ya ampun! Putri kenapa anda tidur tanpa menutup jendela. Bagaimana jika anda sakit karena masuk angin, " Ucap Lilyer membangunkan Mercia untuk pindah ke tempat tidur.


" Ha... Tinggal kau tutup saja, " Jawab Mercia dan tertidur kembali.


TAMBAHAN


Esok paginya...


Karena Raja Michelle telah tiada maka sang putra mahkota Norea Kevin di angkat sebagai raja Norea baru. Hari ini adalah hari di mana kevin akan di angkat sebagai Raja baru negara Norea.


Kamar Mercia


Terlihat para pelayan yang sibuk mendandani Mercia untuk pelantikan Kevin sebagai raja baru. Mercia yang hanya terdiam dan merasa risih karena keributan yang di buat para pelayan yang melayaninya.


Beberapa menit kemudian akhirnya Mercia selesai berdandan dan siap dengan usahanya sendiri yang simpel.